
Begitu selesai dengan pembayaran semua barang-barang Nayra, Rainer segera mengajak Nayra kembali menuju mobil. Siang menjelang sore itu Rainer ingin segera mencari hotel untuk mereka bermalam.
Tak terlalu jauh dari tempat tersebut, Rainer sudah membelokkan mobilnya memasuki area parkir sebuah hotel. Kening Nayra berkerut saat menyadari mereka sudah berada di depan sebuah hotel.
"Kita menginap disini, Pak?" tanya Nayra sambil menoleh ke arah Rainer.
"Iya. Kamu kira kita akan tidur dimana jika bukan di hotel? Tidur di dalam mobil? Aku sih ogah." Rainer menjawab dengan ketus.
"Cckkk. Saya kan hanya bertanya, Pak." Nayra tak kalah kesalnya.
Setelah itu, Rainer segera mengajak Nayra untuk turun dan berjalan menuju lobi. Setelah resepsionis hotel menyapa Rainer dan Nayra, mereka mulai menanyakan jenis kamar yang mereka inginkan.
"Saya ingin dua kamar dengan connecting door," ucap Rainer dengan santainya.
Sontak saja kedua bola mata Nayra langsung membesar dan mulutnya juga langsung terbuka. Tentu saja ucapan Rainer itu membuat Nayra protes.
"Pak?!"
"Kenapa? Banyak pekerjaan yang harus dibahas. Aku nggak mau jika harus bolak balik keluar kamar," jawab Rainer.
__ADS_1
Jika sudah seperti itu, Nayra bisa apa. Dia juga tidak mungkin protes di tempat umum seperti itu. Biarkan saja dulu. Aku akan protes nanti, batin Nayra.
Setelah mendapatkan kunci kamar, Nayra dan Rainer segera diantar menuju lantai dua tempat dimana kamar mereka berada. Kamar dengan nomor delapan puluh enam dan delapan puluh tujuh menjadi kamar yang akan mereka tempati malam nanti.
Setelah mendapatkan kunci masing-masing, Rainer dan Nayra segera memasuki kamar hotel tersebut. Nayra cukup suka dengan kamar yang ditempatinya tersebut. Dia langsung merebahkan diri di atas tempat tidur setelah sebelumnya melepas sepatu hak tingginya.
"Waahhh, rasanya benar-benar nyaman. Enak sekali beristirahat disini," ucap Nayra sambil berguling-guling di atas tempat tidur king size tersebut. Nayra sudah bisa membayangkan nyenyaknya tidur diatas kasur empuk tersebut nanti malam.
Namun, belum sempat Nayra menikmati tempat tidur tersebut lebih lama lagi, tiba-tiba connecting door yang menghubungkan kamarnya dan kamar Rainer mendadak terbuka. Sontak saja Nayra langsung beranjak duduk saking terkejutnya.
"Pak! Bisa tidak ketuk pintu terlebih dahulu? Bagaimana jika saya sedang ganti baju?" Nayra langsung protes saat melihat Rainer berjalan tanpa dosa melintasi kamarnya.
Rainer seolah tidak mendengar protes Nayra. Yang dilakukannya sekarang adalah berjalan mendekat ke arah Nayra yang sedang duduk di tepi tempat tidur. Sambil mengulurkan ponsel, Rainer menatap Nayra.
"Eh, Nyonya?"
"Hhmmm. Dia ingin ngomong sama kamu."
Dengan wajah bingung, Nayra menerima ponsel Rainer tersebut dan mendekatkannya ke telinga.
__ADS_1
"Ha-hallo, Nyonya. Anda ingin bicara dengan saya?"
"Ah, iya, Nay. Begini…." Dan, dimulailah cerita antara Nayra dan mama Rainer.
Entah apa yang dibicarakan kedua perempuan tersebut, padahal tadi saat makan siang, Nayra dan mama Rainer juga sudah bertelepon ria. Nayra benar-benar tidak habis pikir kenapa selalu ada saja obrolan yang dilakukan oleh mama Rainer tersebut.
Rainer membiarkan Nayra bertelepon ria dengan sang mama. Dia lebih memilih untuk meninggalkan kamar Nayra untuk membersihkan diri.
Ternyata, cukup lama Nayra dan mama Rainer mengobrol. Mama Rainer merasa sangat bahagia saat sang putra mau menerima panggilan teleponnya sejak peristiwa rencana makan malam tersebut. Mama Rainer juga berjanji tidak akan memaksa putranya untuk mengikuti acara perjodohan lagi.
Begitu selesai bertukar cerita, Nayra bergegas menuju kamar Rainer untuk mengembalikan ponsel. Namun, dia dibuat terkejut dengan tindakan Rainer yang hendak membuka handuknya untuk berganti baju.
"Pak Rain! Kira-kira dong jika mau buka handuk. Perhatikan disini masih ada gadis yang masih suci dari adegan horor seperti itu!" Nayra langsung berteriak kesal.
Rainer menoleh dan menatap ke arah Nayra sambil kembali melilitkan handuk pada pinggangnya.
"Memang adegan horor apa? Aku kan hanya mau ganti baju. Jika mau adegan horor beneran, nanti malam aku ajarin."
"Hah, jangan suka satu macam ya, Pak!"
__ADS_1
\=\=\=
Waahh baru nih. Biasanya juga macam-macam.