Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Telepon Untuk Nayra


__ADS_3

Sementara itu di rumah orang tua Rainer, Nayra benar-benar gelisah. Dia tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini. Berulang kali mama Rainer meminta Nayra untuk makan, namun dia tetap menolak. Nayra beralasan belum lapar, padahal dia belum makan sejak pagi.


Yang ada di pikiran Nayra saat itu adalah Rainer. Nayra merasa heran sekaligus bingung ketika dia tiba-tiba merasa marah dan kesal kepada Rainer, dan merasa rindu pada saat bersamaan. Dan jika sudah seperti itu, tiba-tiba saja air matanya langsung mengalir deras membasahi pipinya.


Hingga menjelang maghrib, Nayra akhirnya keluar dari kamar Rainer. Dia berjalan menuju dapur dimana mama mertuanya sedang membantu asisten rumah tangga mereka untuk menyiapkan makan malam.


"Masak apa, Ma?" tanya Nayra sambil berjalan mendekat.


Mama Rainer menoleh dan mengulas senyuman hangatnya saat melihat Nayra berjalan memasuki dapur.


"Sambal goreng ati sama ayam rica-rica, Sayang," jawab mama Rainer.


Belum sempat Nayra menyahuti ucapan sang mama mertua, tiba-tiba ponsel yang sedang di genggamnya berbunyi. Nayra segera memeriksa layar ponsel tersebut yang menunjukkan nomor baru. Saat itu, Nayra berpikir itu adalah nomor klien yang belum tersimpan olehnya, karena memang banyak sekali nomor baru dari klien menghubunginya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Nayra segera menyambungkan panggilan tersebut.

__ADS_1


"Hallo, selamat sore," Nayra menyapa begitu panggilan telepon terhubung.


"Selamat sore. Dengan keluarga saudara Rainer Reksa Hutama?" tanya sebuah suara dari seberang sana.


Kening Nayra berkerut saat mendengar pertanyaan tersebut. 


"Eh, iya Pak. Saya istrinya. Ada apa ya?" 


"Kami dari kepolisian ingin memberitahukan jika saudara Rainer saat ini sedang berada di Rumah Sakit Cempaka. Beliau mengalami kecelakaan di jalan Ahmad Yani."


Kedua bola mata dan mulut Nayra langsung terbuka lebar. Jantungnya mendadak berdegup sangat kencang hingga membuat tubuhnya lemas seketika. Tanpa aba-aba, tubuh Nayra langsung melorot dan jatuh tergeletak.


Mama Rainer yang melihat hal itu langsung berteriak histeris. Beliau segera mengambil ponsel Nayra dan mencari tahu penyebab pingsannya Nayra.


Mama Rainer yang mendengar berita kecelakaan Rainer pun langsung berteriak-teriak histeris sambil menangis dan memeluk tubuh Nayra. Pada saat yang sama, papa Rainer terlihat berjalan memasuki rumah dengan tergesa-gesa karena mendengar suara teriakan dan tangisan istrinya.

__ADS_1


Setelah memastikan keadaan Nayra sudah siuman, mereka langsung bergegas menuju rumah sakit Cempaka untuk mengetahui keadaan Rainer. Sepanjang perjalanan, Nayra tidak berhenti menangis. Dia merutuki tindakannya yang kekanakan hingga Rainer kecelakaan.


Mama Rainer yang sama sedihnya dengan keadaan putranya tersebut, masih berusaha menenangkan Nayra yang belum berhenti menangis. Bahkan, wajahnya terlihat sangat sembab karena terlalu banyak menangis sejak tadi siang.


Sesampainya di rumah sakit, ternyata Resta juga sudah ada di sana. Dia baru saja tiba di rumah sakit setelah sebelumnya juga mendapatkan telepon dari pihak kepolisian.


"Bagaimana keadaan Rainer, Ta?" tanya papa Rainer begitu sudah berada di depan Resta. 


"Lukanya tidak parah kan, Ta? Dia tidak mengalami luka-luka serius, kan?" Nayra ikut memberondong Resta dengan pertanyaan.


Resta yang sama-sama baru datang pun langsung menggelengkan kepala. Dia sama seperti Nayra dan orang tua Rainer yang belum mendapatkan informasi apapun tentang keadaan Rainer.


"Ma-af, Pak, Mbak. Saya juga baru saja datang. Ini masih belum mendapatkan informasi apa-apa. Tadi, saya hanya mendapatkan informasi jika Pak Rain masih ada di dalam." jawab Resta sambil menunjuk sebuah ruangan yang ada di belakangnya. Dia benar-benar merasa bersalah karena belum bisa memberikan informasi tentang keadaan Rainer.


Nayra menangis semakin histeris. Mama Rainer pun langsung memeluk Nayra dan mengajaknya untuk duduk di kursi yang terletak tak jauh dari tempat mereka berada. Setelah itu, papa Rainer dan Redta segera beranjak untuk mencari tahu keadaan Rainer.

__ADS_1


__ADS_2