
"I-ini?"
Nayra sudah mengangkat benda yang ada di dalam kotak tersebut dan menatapnya dengan tatapan horor. Hal yang sama juga dilakukan oleh Rainer. Namun, dia lebih dulu bereaksi dengan merebut benda tersebut dari tangan Nayra.
"Ini lingerie, kan? Tapi kenapa bagian atasnya hanya ada tali-tali seperti ini? Bagaimana ini bisa menutup bagian ddada? Atau jangan-jangan, ini memang sengaja tidak digunakan untuk menutupi dan hanya untuk menopangnya?" ucap Rainer sambil masih menatap benda tersebut.
Kedua mata Nayra masih membulat dengan sempurna. Entah mengapa dia langsung merasa malu melihat benda itu.
"A-aku tidak tahu," jawab Nayra. Dia langsung mengalihkan pandangan. Nayra benar-benar malu melihat benda itu. Apalagi jika harus memakainya.
Dan, yang lebih konyol lagi, Rainer justru menempelkan benda itu di bagian depan tubuh Nayra seolah ingin melihat apakah benda itu sesuai dengan ukuran bakpao jumbonya.
Tentu saja tindakan Rainer tersebut benar-benar membuat Nayra kaget. "A-apaan sih, Mas?"
"Sebentar, aku ingin memastikan ukurannya pas atau tidak," ucap Rainer.
__ADS_1
Nayra yang mendapati tingkah Rainer, langsung gugup. Dia buru-buru beranjak berdiri tanpa menyadari jika saat itu Raindr tengah memegang simpul tali gaun tidur Nayra. Sehingga, saat Nayra berdiri dan sedikit melangkah, simpul tali jubah gaun tidur Nayra langsung terlepas. Dan, tentu saja hal itu membuat gaun tidur Nayra terbuka dengan lebar.
Baik Rainer dan Nayra sama-sama kaget saat menyadari ikatan jubah gaun tidur tersebut terlepas. Namun, saat Nayra hendak menutup bagian depan gaun tersebut, Rainer buru-buru mencegahnya.
Kedua netra Rainer langsung terbuka dengan mulut juga tak mau kalah. Dia benar-benar terkejut saat melihat Nayra sudah sangat berani melakukan hal itu.
"Kamu menyiapkan semua ini untukku?" tanya Rainer sambil mengalihkan pandangannya ke wajah Nayra.
Tentu saja Nayra mendadak panik. Dia menatap Rainer sambil menarik-narik ujung jubahnya tersebut. Namun, usaha Nayra langsung sia-sia saat Rainer menarik tubuh Nayra hingga kini dia sudah berdiri tepat di depan tubuh Rainer yang sedang duduk di atas sofa.
"Ehm, i-ini, anu…," Nayra mendadak kehilangan kata-kata.
"Aku tidak tahu jika kamu sudah mempersiapkan semua ini untukku. Jadi, aku tidak akan membuat usahamu terbuang sia-sia. Aku akan memberikan apa yang kamu inginkan," ucap Rainer dengan tatapan mata yang sudah mulai menunjukkan kemeshooman.
Glek
__ADS_1
Glek
Glek
Nayra merasa sangat kesulitan menelan salivanya. Dia mendadak merinding saat tangan Rainer melepaskan ikatan segitiga sama kaki yang menutupi jalur gerilya si 'senapan alami'.
Nayra hendak menutupi bagian 'jelajahan' tersebut dengan kedua tangan, namun usahanya kalah cepat dengan Rainer. Kedua tangan Nayra langsung ditahan oleh tangan Rainer yang menempel erat pada pinggangnya.
Dan, yang membuat Nayra memekik kaget, tiba-tiba kedua lutut Rainer menelusup pada sela-sela kaki Nayra dan menggesernya kesamping. Sontak saja hal itu membuat kedua kaki Nayra sedikit terbuka.
"Ahhh, Maasss. Ma-mau apa?" Nayra mendadak panik saat melihat tatapan mata Rainer yang tak berkedip menatap satu pusat bidikan tembakan, yang berada tepat di depan wajahnya.
Nayra bergerak-gerak gelisah ingin menjauhkan diri dari hadapan Rainer. Namun, dia tidak bisa bergerak bahkan menggeser kakinya pun terasa sangat lemas.
Belum selesai keterkejutan Nayra, tiba-tiba Rainer melakukan tindakan yang seketika membuat Nayra langsung kejang di tempat dengan mulut terbuka, kedua mata terpejam, dan refleks tubuh langsung melengkung ke belakang.
__ADS_1
"Aaahhhh, Maassssshhhh!"
Maafkeun, jempol othor nggak sanggup lanjut. Di lanjut lagi jika sudah banyak yang tinggalkan jejak ya. 🙏