Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Persiapan Ke Pesta


__ADS_3

Dan, benar saja. Selama hampir satu minggu ini, Nayra disibukkan dengan banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukannya. Pekerjaan sebagai sekretaris sekaligus asisten pribadi Rainer, membuat Nayra sering ikut Rainer untuk melakukan pekerjaan diluar kantor. Bahkan, tak jarang mereka sering lembur hingga malam.


Hari ini, adalah hari kerja terakhir. Besok malam, akan digelar acara ulang tahun perusahaan. Sebuah acara tahunan yang akan mengundang banyak orang-orang penting. 


Selain sebagai acara perayaan ulang tahun perusahaan, acara tersebut juga merupakan ajang promosi perusahaan dengan beberapa program kerja baru yang ditawarkan. 


Beruntung acara tahun ini semua dilakukan oleh EO. Jadi, Nayra tidak akan terlalu sibuk seperti tahun-tahun lalu. Dia merasa sangat bersyukur dengan hal itu.


Hari terakhir bekerja di kantor, para karyawan mendapat kelonggaran untuk pulang sedikit lebih awal dari jadwal biasanya. Mereka mendapat dispensasi untuk pulang jam tiga sore. Tentu saja hal itu langsung disambut antusias oleh Nayra dan Linda.


Kedua sahabat tersebut tampak bersemangat saat berjalan menuju tempat parkir mobil Linda. Mereka berencana untuk membeli dress yang akan digunakan untuk acara pesta ulang tahun perusahaan esok malam.


"Kok tumben dress code acara kantor kita beda dari tahun-tahun sebelumnya ya, Nay?" tanya Linda saat mulai menjalankan mobilnya.


"Tema kita tahun ini back to nature, Lin. Jadi, mungkin karena itu dress code untuk para wanita di buat warna putih."


"Tapi, untuk para laki-laki kenapa tidak dibuat sama? Kenapa tetap hitam seperti biasa?"

__ADS_1


Nayra mengangguk-anggukkan kepala memikirkan hal itu. "Iya, juga, ya. Kok aku baru nyadar."


"Hhhh. Biarkan saja, lah. Dari tahun ke tahun sepertinya dress code untuk para laki-laki tetap warna gelap."


"Yaahh, kamu benar."


Tak berapa lama kemudian, mobil yang dikemudikan Linda sudah sampai di depan sebuah butik langganan Nayra dan Linda. Mereka sudah sering mengunjungi butik tersebut untuk berburu baju yang bagus dengan harga terjangkau.


"Aku mau dress yang model korea-korea gitu, ah. Setelah lihat drakor, jadi mau cari baju yang mirip-mirip sama mereka." Naura tampak bersemangat saat berjalan memasuki butik tersebut.


"Cckkk. Apaan sih, Lin. Modelan Si Hujan yang selalu mendung begitu nggak akan mau goda-godain cewek. Yang ada juga dia yang digodain cewek." Nayra langsung mencebikkan bibir sambil menghentak-hentakkan kaki.


Linda yang melihat reaksi Nayra langsung tergelak. Dia mengikuti Nyara sambil masih memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa.


Setelah memasuki butik tersebut, Nayra dan Linda berpisah. Mereka memilih model dress yang berbeda kali ini. Linda ingin dress yang lebih elegan karena akan datang bersama dengan Haris, sang kekasih. Sementara Nayra lebih memilih dress yang berbau-bau korea.


Nayra tampak bingung memilih beberapa dress yang menarik perhatiannya. Semua sama-sama sesuai dengan karakternya. Setelah mencoba, akhirnya pilihan Nayra jatuh pada sebuah dress berwarna putih bersih dengan beberapa layer di bagian bahu yang menjuntai hingga punggung. 

__ADS_1


Nayra merasa pilihannya saat itu sudah cukup cocok dengan tubuhnya. Tinggal dia mencari sepatu yang akan digunakan untuk esok malam. Kebetulan, di lantai tiga butik tersebut juga sudah disediakan berbagai brand sepatu dan sandal dengan desain yang cukup baru.


Setelah mendapatkan semua yang mereka butuhkan, Nayra dan Linda segera bergegas untuk pulang. Hari ini, mereka memutuskan untuk beristirahat lebih awal setelah satu minggu sibuk dengan padatnya aktivitas kantor.


Keesokan hari, Nayra memutuskan pergi ke spa untuk melakukan perawatan. Mumpung dia benar-benar free, Nayra memutuskan untuk memanjakan diri di salon. Dia mulai melakukan perawatan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Rasanya, Nayra benar-benar merasa lega sekaligus rileks setelah pulang dari salon.


Sore hari, Nayra sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sebuah hotel tempat diadakannya acara perayaan ulang tahun perusahaan. Nayra sudah memesan taksi online. Tidak mungkin dia berangkat dengan menggunakan ojek. Bisa-bisa, gaun cantiknya akan basah terkena genangan air hujan yang turun tadi siang.


Tak butuh waktu lama, taksi yang ditumpangi Nayra sudah berhenti di depan lobi hotel. Nayra segera menghubungi Linda dan menanyakan keberadaan sahabatnya tersebut.


Ketika sedang berbalas pesan, tiba-tiba ada sebuah tepukan mendarat pada bahu Nayra. Nayra pun menoleh. Kedua bola matanya langsung membesar saat melihat seorang laki-laki yang berdiri di sampingnya sambil mengulas senyuman.


"Aaron?"


\=\=\=


Yyeeyy, Nayra nggak bakal sendirian di pesta nih, nggak akan kesepian. Tapi, akankah ada hati yang kepanasan nanti? 🤭

__ADS_1


__ADS_2