Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Katakan Itu Tidak Benar


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Nayra yang saat ini sudah duduk di sebuah kursi yang ada di taman. Aaron juga sudah duduk di depannya.


Aaron menatap mata Nayra dengan tatapan penasaran. Hal itu terlihat jelas dengan kerutan pada keningnya.


"Apa maksud balasan pesan kamu kemarin, Nay? Apa benar kamu sudah menikah?" tanya Aaron penasaran.


Nayra masih menatap ekspresi wajah Aaron. Dia tidak mengangguk dan tidak juga menggelengkan kepala. Hingga beberapa saat kemudian, Nayra baru menganggukkan kepala.


"Iya. Aku memang sudah menikah."


"Kok bisa? Kapan?" Aaron benar-benar penasaran.


Kening Nayra berkerut. Dia masih mengamati ekspresi Aaron yang terlihat gusar.


"Memangnya ada apa sih, Ar? Aku memang sudah menikah. Untuk kapan waktunya, aku tidak bisa memberitahu kamu. Tapi yang jelas, aku memang sudah menikah." 


"Kenapa kamu tidak memberitahuku jika kamu sudah menikah, Nay? Kita sudah beberapa kali bertemu."


Nayra menghela napas panjang. Sebenarnya, memang bukan maksud Nayra tidak mau memberitahu Aaron jika dia sudah menikah. Hanya saja, pernikahannya memang baru terjadi kemarin. 

__ADS_1


Selain itu, seperti kata mama Rainer kemarin, Nayra dan Rainer tidak diperbolehkan untuk menyampaikan informasi pernikahan tersebut karena akan berdampak pada perusahaan. 


Nayra dan Rainer baru akan mengumumkan pernikahan mereka saat mereka menggelar resepsi pernikahan. 


"Sebelumnya aku minta maaf karena tidak memberitahumu. Tapi, memang aku sudah menikah."


Aaron terlihat masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Nayra. "Jika kamu memang benar sudah menikah, kenapa waktu di pesta kemarin kamu mau berdansa denganku?"


Kali ini, Nayra mengulas sedikit senyumannya sebelum menjawab.


"Kamu sudah tahu kemarin jika aku datang sendiri, kan? Itu karena suamiku sedang tidak bisa ikut menghadiri acara tersebut," ucap Nayra berbohong. Beruntung saat itu Rainer memang tidak turun ke tempat acara. Saat itu, Rainer hanya datang ke tempat acara untuk menariknya pergi.


Ya, memang Nayra sempat berdansa dengan Pak Doni, manager keuangan yang sudah dianggapnya seperti ayah sendiri, serta dia juga berdansa dengan Haris, kekasih Linda, sang sahabat. Ya, meskipun mereka hanya menari dalam hitungan menit.


Aaron mendesahkan napas berat sambil meraup wajahnya dengan kasar. Dia sama sekali tidak menyangka jika Nayra sudah menikah.


"Ini kamu beneran sudah menikah, Nay? Ini bukan alasan kamu hanya untuk menghindar dariku, kan?" Wajah Aaron tampak frustasi.


Nayra mengerutkan kening. Dia tidak mengerti maksud ucapan Aaron.

__ADS_1


"Maksud kamu apa? Kamu pikir aku mengada-ngada dengan mengaku sudah menikah?" 


Aaron menggelengkan kepala sambil masih menatap wajah Nayra lekat-lekat.


"Bukan seperti itu, Nay. Jujur, aku suka sama kamu. Meskipun kita baru beberapa kali bertemu, tapi aku sudah merasa cukup nyaman denganmu. Aku memang berniat mendekati kamu setelah acara pesta itu. Namun, kamu langsung menghilang begitu saja selama dua hari. Bahkan, ponsel kamu pun tidak bisa dihubungi."


Mendengar ucapan Aaron, Nayra langsung membulatkan kedua bila mata dan mulutnya. Dia sama sekali tidak menyangka apa yang baru saja di dengarnya.


"Ka-kamu serius?"


Aaron menganggukkan kepala dengan penuh keyakinan. Tatapan matanya masih menatap dalam ke arah Nayra.


"Aku serius, Nay. Aku suka sama kamu. Bilang jika semua yang kamu katakan itu tidak benar," ucap Aaron. Dia terlibat masih tidak bisa menerima kenyataan.


•••


Hhhmm, ada yang nggak terima nih.


Scroll ya

__ADS_1


__ADS_2