
Citra mematung saat bibirnya di liumatt oleh Felix beberapa kali. Bahkan, Citra bisa merasakan jika lidah Felix mulai mendesak agar bibirnya terbuka. Namun saking kagetnya Citra, dia hanya diam tak bergeming sama sekali. Hingga Felix melepaskan pagutan bibirnya tersebut dan menjauhkan wajah.
"Jangan tegang begitu. Hitung-hitung simulasi aktivitas pagi sebelum berangkat ke kantor," ucap Felix sambil tersenyum nyengir.
Felix yang mengetahui jika Citra masih syok, langsung buru-buru pergi setelah menyambar bekal sarapannya. Dia tidak mau mendapati amukan Citra karena telah berhasil mencuri kecupan.
Citra baru tersadar setelah mendengar suara pintu tertutup. Dia mengerjap-ngerjapkan kedua mata sambil meraba bibirnya yang masih terasa basah.
"Astaga. Apa itu tadi? A-apa aku baru saja ciiuman?" gumam Citra sambil masih mengusap bibirnya. Hingga beberapa saat kemudian, Citra benar-benar tersadar dengan apa yang baru saja terjadi.
"Aarrgghhhh! Si alaaann om Felix!" Citra berteriak kesal. "Awas saja jika pulang nanti. Aku akan balas." Lanjut Citra menggebu-gebu.
Sementara di sepanjang perjalanan menuju kantor, wajah Felix tampak berseri-seri. Senyuman pun tak luntur dari bibirnya.
"Kok gue jadi berasa seperti ABG yang lagi kasmaran, ya?" gumam Felix sambil menyetir. "Ah, biarin. Namanya juga lagi jatuh cinta. Setua apapun usia seseorang, pasti akan berubah jadi seperti ABG jika sedang kasmaran," lanjut Felix sambil bernyanyi mengikuti alunan musik.
Hingga tak berapa lama kemudian, mobil yang dikemudikan Felix pun sudah berhenti di tempat parkir khusus. Dia segera keluar dari mobil sambil membawa barang-barangnya. Felix mengedarkan pandangan dan menemukan mobil Rainer sudah terparkir di tempat yang biasanya.
__ADS_1
"Itu mobil si Rain. Tumben dia datang sepagi ini," gumam Felix sambil melangkahkan kaki.
Felix langsung berjalan menuju ruangannya dan langsung membuka sarapannya. Perutnya sudah melilit minta diisi. Namun, baru beberapa suap makanan itu masuk ke dalam perut Felix, tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka. Rainer terlihat datang dan langsung masuk menemui felix.
"Tumben belum sarapan lo," ucap Rainer sambil berjalan mendekati meja Felix.
"Belum sempat sarapan gue, Rain. Finn rewel terus sejak pagi."
Rainer mengangguk-anggukkan kepala. Dia menoleh ke arah kotak nasi yang satunya. Entah mengapa air liur Rainer jadi ikut menetes saat melihat makanan tersebut. Felix yang melihat sahabat sekaligus bosnya itu tampak tertarik dengan makanannya, langsung menawarkan.
Tidak seperti biasanya yang jaim dan ribet, Rainer langsung mengangguk dengan penuh antusias. Entah mengapa dia jadi ingin sekali memakan makanan yang dibawa oleh Felix.
"Makan, gih. Citra bawakan dua bekal buat gue tadi."
Tanpa menunggu disuruh kedua kali, Rainer langsung mengambil makanan tersebut dan langsung melahapnya. Entah mengapa perut Rainer masih bisa menampung makanan lagi. Padahal, tadi pagi juga dia sudah sarapan. Bahkan, setelah subuh tadi Rainer juga sudah ngemil makanan berat. Sepertinya, ngidam Nayra sudah pindah pada Rainer.
Felix yang melihat sang sahabat tengah makan dengan lahap, hanya bisa menggelengkan kepala. Tentu saja dia merasa heran dengan keinginan makan Rainer yang tidak biasa seperti itu.
__ADS_1
"Tumben-tumben lo makan seperti orang kelaparan begitu, Rain. Nggak sarapan, lo?" tanya Felix.
"Sarapan, kok. Bahkan, sudah dua kali tadi pagi gue makan makanan berat." Rainer menjawab sambil menyendokkan suapan kembali ke dalam mulutnya.
"Buseeettt. Dua kali dan ini yang ketiga? Nggak salah, lo?" Felix cukup terkejut mendengar jawaban Rainer.
"Gue juga nggak tau kenapa napsyu makan gue jadi berantakan begini, Lix. Gue merasa apa yang biasa gue lakuin intensitasnya naik dua sampai tiga kali lipat."
"Eh, serius lo? Ini hanya untuk napsyu makan doang atau untuk yang lainnya juga?" Felix cukup penasaran.
"Maksud lo?" Rainer menghentikan suapannya dan menatap Felix dengan kening berkerut.
"Ya, itu tadi lo kan bilang jika apa-apa yang lo lakuin intensitasnya naik dua atau tiga kali lipat. Apa itu hanya berlaku untuk napsyu makan lo doang atau juga berlaku untuk urusan ranjang?"
"Eh, kok lo tau, Lix?"
Hhmm, kira-kira Felix tau dari mana, nih? 🤔
__ADS_1