
Citra berbalik menghadap ke arah perempuan yang baru saja menyindirnya tersebut.
"Tau apa lo tentang hidup gue? Perlu banget gue laporan sama lo tentang apa yang gue lakuin? Mau gue jadi simpanan kek, punya sugar daddy kek, nggak ngaruh juga di hidup lo. Sudah cukup lo sama geng lo ngehasut semua orang untuk ngebenci gue."
"Lagian, gue juga nggak perlu klarifikasi apapun tentang hidup gue ke lo ataupun geng lo itu. Gue bukan artis, dan lo juga bukan wartawan. Jadi, stop ikutin gue, stop ikut campur urusan gue, dan stop ganggu hidup gue," ucap Citra sambil berjalan meninggalkan perempuan tersebut. Tak lupa juga Citra menyenggol bahu perempuan itu hingga membuatnya sedikit oleng jika tidak sigap berpegangan.
Merasa tidak terima, perempuan tersebut langsung mengejar Citra yang ternyata sudah keluar dari toilet. Perempuan tersebut sedikit berlari agar bisa mengejar Citra sebelum keluar dari lorong yang mengarah ke toilet tersebut.
"Berhenti lo, Cit!" teriak perempuan tersebut sambil menahan tangan Citra hingga membuatnya terhenti.
Mau tidak mau, Citra menghentikan langkah kakinya dan berbalik.
__ADS_1
"Mau lo apa sih, Kal? Masih belum cukup lo ngusik gue? Ccckkk, Kalila, Kalila. Lo emang nggak bosen-bosen ngusik hidup gue mulu sejak dulu. Emang lo belum puas selalu ngerebut gebetan bahkan pacar gue? Masih kurang juga, hah?!" Citra sedikit meninggikan suaranya.
Sebuah senyuman jahat langsung terbit dari bibir Kalila setelah mendengar ucapan Citra.
"Lo emang nggak pantas dapat itu semua tau nggak, Cit. Lo nggak pantas dapatin mereka. Harusnya lo itu ngaca siapa lo. Sadar posisi itu lebih bagus dari pada berharap terlalu tinggi," ucap Kalila meremehkan. Jangan lupakan senyuman smirk yang mengejek pun masih belum luntur dari bibir Kalila.
"Ngaca? Sadar posisi? Emang lo siapa harus nyuruh-nyuruh gue ngaca dan sadar posisi? Lo takut kalah saing sama gue? Lo takut kalah pamor sama gue?"
"Lo itu nggak jauh beda sama kakak lo yang jual diri hanya untuk sesuap nasi. Lo nggak tahu kan jika kakak lo jadi simpanan laki orang, hah?"
Rasa geram dan kesal pun langsung dirasakan oleh Citra. Dia sudah bersiap untuk mencakar wajah Kalila dengan brutal karena sudah berani menghina kakaknya yang sudah meninggal. Namun, keinginan itu langsung hilang saat telinganya mendengar celotehan Finn dari arah belakangnya. Citra segera menoleh dan mendapati Felix tengah berjalan ke arahnya sambil menggendong Finn. Seketika sebuah ide langsung muncul di kepala Citra.
__ADS_1
Citra langsung tersenyun sambil merentangkan kedua tangannya ke arah Finn. Melihat hal itu, sontak saja Finn langsung mengulurkan tangan ke arah Citra.
Hap.
Citra langsung meraup Finn ke dalam gendongannya dan menciumi pipi gembul bayi laki-laki tesebut. Felix masih berdiri di dekat Citra dan hendak melangkah menuju toilet laki-laki. Dia sama sekali tidak menatap ke arah Kalila yang berada tak jaub dari Citra. Namun, langkah Feliz terhenti saat Citra menahan tangannya.
"Sayang, mau kemana? Tunggu sebentar. Aku ingin memperkenalkanmu dengan teman kampusku," ucap Citra sambil menoleh ke arah Kalila yang menatap mereka dengan ekapresi bingung.
Felix yang masih terkejut dengan tingkah Citra pun hanya bisa diam mengikuti drama yang sedang dimainkan oleh Citra tersebut. Dia hanya bisa menurut saat Citra membawanya mendekat ke arah Kalila.
"Ini yang lo bilang sugar daddy gue? Ini yang lo bilang gue jadi simpanannya? Kenalin, ini suami gue. Dan ini adalah anak kami. Jaga mulut berasap lo sebelum ngomong hal-hal yang bisa membuat hidup susah nanti."
__ADS_1
Kira-kira, apa yang akan dilakukan oleh Felix, ya? 🤔