
Nayra merapikan pakaiannya sementara menunggu Rainer yang sedang pergi ke kamar mandi. Sedang apa Rainer ke kamar mandi? 🙄
Nayra juga merapikan tempat tidurnya yang sudah sangat berantakan karena ulah mereka tadi. Tidak dipungkiri, jantungnya juga masih berdegup sangat kencang saat ini.
Setelah semua selesai, Nayra segera duduk di bagian kanan tempat tidur tersebut. Dia mengambil ponselnya sambil menunggu Rainer kembali. Nayra memainkan ponsel sambil duduk berselonjor.
Hingga sekitar lima belas menit kemudian, Rainer sudah kembali. Wajahnya sudah terlihat segar dan bagian ujung rambutnya pun juga terlihat basah.Â
Rainer berjalan menghampiri Nayra yang sedang duduk berselonjor di atas tempat tidur sambil memainkan ponsel.
"Eh, sudah selesai?" Nayra meletakkan ponselnya dan menatap wajah Rainer yang mendekat ke arahnya.
"Hhmmm." Rainer beringsut mendekati Nayra dan menariknya agar berbaring.
"Eh." Nayra langsung kaget saat mendapati tangannya ditarik dan merasakan lengan Rainer melingkar pada perutnya.
"Sudah malam. Tidur," ucap Rainer sambil menyurukkan wajahnya pada ceruk leher Nayra. Dia memeluk tubuh Nayra dengan posesif.
"I-ini kenapa peluk-peluk begini?" tanya Nayra lirih. Dia masih tidak berani bergerak karena melihat Rainer sudah mulai memejamkan mata.
"Tidak apa-apa. Mulai sekarang, biasakan tidur seperti ini."Â
__ADS_1
Nayra hanya bisa mendesahkan napas beratnya. Mau tidak mau, dia berusaha mencari posisi yang nyaman sambil berusaha memejamkan mata. Dan, tak beberapa lama kemudian, Rainer dan Nayra benar-benar terlelap. Mereka tertidur tanpa melakukan adegan aneh-aneh.
Keesokan hari, Nayra sudah bersiap-siap. Dia memang sudah mulai membereskan barang-barangnya sejak beberapa hari yang lalu. Hari ini, Nayra akan resmi pindah ke tempat Rainer.
Mama Rainer juga sudah menghubunginya sejak pagi. Beliau langsung mendesak Nayra segera pindah setelah mendapatkan telepon dari Rainer yang ingin segera melakukan resepsi pernikahan.
Awalnya, mama Rainer menolak keinginan sang putra. Mama Rainer ingin jika Nayra menjalani prosesi yang biasa dilakukan oleh calon pengantin sebelum mereka menikah.
Namun, saat Rainer mengatakan dia tidak bisa menahan lebih lama lagi, mau tidak mau mama Rainer mengikuti keinginan putranya tersebut. Hingga kesepakatan pun akhirnya dibuat. Akhir minggu depan, acara resepsi pernikahan akan dilakukan.
"Ini sudah semuanya?" tanya Rainer saat melihat barang-barang Nayra sudah masuk semua ke dalam empat buah koper.
"Iya, sudah. Tapi, untuk perlengkapan yang lainnya aku masih belum bisa membawanya," ucap Nayra sambil melirik perlengkapan memasak yang memang dia beli sendiri saat menempati rumah kontrakan tersebut.
"Tidak usaha di bawa. Biarkan saja."
Nayra mengerucutkan bibir kesal. Tentu saja dia merasa sayang dengan peralatan memasak yang susah payah diberinya saat itu.
"Sayang," ucap Nayra sambil masih menatap ke arah dapur.
Namun, Rainer rupanya mengartikan lain ucapan Nayra tersebut. Dia mengira Nayra memanggilnya dengan panggilan 'sayang'. Sontak saja Rainer langsung menoleh dengan kedua alis terangkat.
__ADS_1
"Apa?"
Nayra yang bingung pun langsung mengerutkan kening. "Hah? Maksudnya?"
"Itu tadi kamu memanggilku 'sayang', ada apa?" tanya Rainer.
"Cckkk. Siapa juga yang panggil 'sayang'. Aku hanya bilang sayang jika harus meninggalkan barang-barang ini di sini. Aku belinya juga pakai uang," ucap Nayra sambil menggembungkan pipinya.
"Nanti tinggal beli lagi."
"Nggak mau. Sayang." Lagi-lagi Nayra bersikeras. Sebenarnya, bukan barang-barang mewah yang berharga fantastis. Hanya saja, jiwa Nayra yang memang sudah terbiasa hidup hemat, langsung meronta-ronta saat Rainer mengatakan agar meninggalkan barang-barang tersebut.
Rainer yang melihat ekspresi Nayra, langsung mendesahkan napas beratnya.
"Ya sudah. Lain kali ambil ambil saja. Tali tidak hari ini. Kita harus buru-buru kembali pulang."
Mendengar ucapan Rainer, sontak saja Nayra langsung bersemangat. Tanpa sadar Nayra langsung memeluk tubuh Rainer dan refleks mencium pipinya. Dan, tentu saja hal itu merupakan satu kesalahan bagi Nayra. Karena setelahnya, Rainer tidak melepaskan tubuh Nayra begitu saja.
"Eh?"
•••
__ADS_1
Yang satu mancing, yang satu cari kesempatan. Kalau sudah begini, yang suka siapa?Â
Jangan lupa sisakan satu vote buat babang hujan, ya. Terima kasih.