Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Mau Resign?


__ADS_3

Setelah perdebatan yang tak berujung antara Rainer dan Nayra, kini keduanya sudah tampak akur. Entah mengapa mereka selalu saja meributkan hal-hal yang tidak penting.


Malam itu, Nayra dan Rainer memilih untuk makan malam diluar hotel sekaligus untuk mencicipi makanan khas Jogja. Sudah sejak beberapa bulan lalu Rainer tidak ke Jogja. Terakhir, dia ke Jogja untuk peresmian kantor baru perusahaannya sekitar empat bulan yang lalu.


"Mau makan apa?" tanya Rainer yang saat itu tengah menyusuri jalanan di depan hotel tempat mereka menginap.


"Terserah Bapak. Saya sih ngikut saja, Pak."


Rainer tampak mengerutkan kening sambil mengusap-usap dagu. Dia sebenarnya ingin makan soto. Sudah lama Rainer tidak makan soto khas Jogja.


"Aku mau soto. Bagaimana?" tanya Rainer sambil menoleh ke arah Nayra yang berjalan di samping kirinya.


"Soto?" Nayra sedikit berpikir kemudian mengangguk. Rasanya, tidak cukup buruk jika makan soto malam-malam begini.


Rainer segera memesan taksi online untuk mengantarkan mereka menuju sebuah kedai soto yang buka hingga tengah malam tersebut. Rainer sudah beberapa kali mencicipi soto khas Jogja yang dijual di sana. Untuk rasa, jangan diremehkan. Rasa soto yang dijual di tempat tersebut benar-benar membuat ketagihan.


Tak memerlukan waktu lama, Rainer dan Nayra sudah sampai di sebuah kedai soto. Pengunjung malam itu cukup ramai. Namun meskipun begitu, Nayra dan Rainer masih kebagian tempat duduk.

__ADS_1


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pesanan soto Rainer dan Nayra sudah datang. Mereka segera menyantap makan malam mereka dengan lahap. Nayra tidak menampik jika soto tersebut benar-benar enak. Benar-benar berbeda dengan soto yang biasa dimakannya di Jakarta.


Begitu selesai menyantap makan malam, Rainer dan Nayra segera beranjak dari kedai tersebut. Tujuan selanjutnya adalah mereka ingin mengunjungi Malioboro di malam hari. Nayra juga sudah lama tidak ke sana. Seingatnya, Nayra terakhir ke Malioboro dua tahun yang lalu.


Tak perlu menempuh waktu lama, taksi online yang membawa Nayra dan Rainer sudah mengantarkan Nayra dan Rainer ke tempat tujuan. Setelah membayar taksi online, keduanya segera berjalan kaki untuk menikmati malam di Malioboro.


"Wahhh, ramai sekali ya, Pak? Coba di Jakarta ada tempat seperti ini. Hhmmm, bisa-bisa saya betah berlama-lama," ucap Nayra sambil memandang sekitarnya yang sudah ramai dengan para wisatawan tersebut.


Rainer yang saat itu berada di sebelah Nayra langsung menoleh dengan kening berkerut.


"Memang selama ini kamu nggak betah di Jakarta?" tanya Rainer.


Lagi-lagi Rainer merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh Nayra. "Memangnya kenapa harus berhenti? Kamu nggak suka bekerja di perusahaan ku?"


"Ehm, seperti yang saya bilang, Pak. Suka tidak suka ya tetap harus suka. Saya sudah menandatangani kontrak. Jadi, sebisa mungkin saya akan tetap menjalankan tanggung jawab sesuai kesepakatan awal."


Rainer menghentikan langkah kakinya dan menatap wajah Nayra lekat-lekat.

__ADS_1


"Apa kamu ingin berhenti? Ada yang menawari kamu pekerjaan di tempat lain, begitu?"


Nayra langsung mengerucutkan bibirnya karena kesal. "Cckkk. Mana ada yang seperti itu, Pak. Bagi saya, pantang untuk mendua, men tigakan, atau bahkan mengempatkan hati jika masih terikat kontrak dengan perusahaan Anda."


"Lalu, kenapa kamu ingin resign?"


"Sebenarnya bukan ingin resign, Pak. Tapi lebih karena ingin cari suasana baru setelah kontrak saya habis. Saya sudah lama dan butuh waktu lama juga untuk menyukai aktivitas di kantor. Dan, semakin lama hal itu membuat saya semakin menyayangi perusahan ini."


"Kalau begitu, mulai dari sekarang, belajarlah untuk menyayangi pemilik perusahaan agar membuat kamu lebih nyaman lagi berada di sini."


"Eh, bagaimana, Pak?"


\=\=\=


Sek to, piye kuwi maksud e Si Hujan?


Untuk visual tokoh di cerita othor, bisa mampir di igeh othor @keenandra_winda.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2