Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Ingatan Samar


__ADS_3

Felix masih diam sembari mencerna ucapan Citra yang memang ada benarnya tersebut. Beberapa hari ini, Felix memang memikirkan bagaimana proses terjadinya Finn. Apa benar dia merupakan ayah biologis Finn? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu cukup sering dipikirkan Felix selama hampir dua hari ini.


Citra yang tidak mendapatkan jawaban dari Felix, langsung menolehkan kepala ke samping. 


"Ada apa, Om? Apa benar apa yang aku ucapkan?" tanya Citra. Kali ini, dia ingin menegaskan sesuatu.


Felix pun segera tersadar setelah mendengar ucapan Citra. Dia menatap Citra dan menghembuskan napas beratnya sebelum kembali bersuara.


"Kalau kamu mempertanyakan bagaimana proses terjadinya Finn, aku sendiri juga tidak tahu. Aku tidak bisa menjelaskan apapun sebelum hasil tes DNA kemarin keluar."


"Jika kamu bertanya siapa ibu biologis Finn, aku sendiri pun juga tidak tahu. Kalau kamu bertanya sebelum kehadiran Finn tentang statusku, aku pasti akan menjawab dengan lantang dan tegas jika aku masih perjaka tulen. Namun, setelah aku melihat wajah Finn, aku menjadi ragu akan hal itu."


"Wajah Finn benar-benar mirip dengan wajahku saat masih kecil. Aku masih ingat foto bayi yang berada di rumahku dulu. Dan, wajah Finn mengingatkanku akan hal itu," ucap Felix. Tatapan matanya mendadak sendu sambil mulai menerawang.


Citra masih mendengarkan ucapan Felix. Dia tampak belum puas dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Felix tersebut.


"Memangnya selama ini Om tidak punya pacar, kekasih, atau selingkuhan begitu misalnya?" tanya Citra.


Kedua bola mata Felix langsung melebar dan menatap tajam ke arah Citra.

__ADS_1


"Sembarangan! Gini-gini aku sudah pernah memiliki tunangan, tau!" Felix mendadak emosi.


Citra mencebikkan bibir sambil meletakkan gelasnya yang sudah hampir kosong tersebut.


"Lalu, apa ada kemungkinan Finn adalah anak tunangan, Om?" tanya Citra.


"Tentu saja tidak. Aku sama sekali tidak pernah depe atau nyicil buat sama mantan tunanganku." Felix tidak terima.


"Om yakin?"


"Ccckkk. Yakin, lah. Selama ini, aku memang suka menggoda perempuan. Namun, semua itu hanya sebatas omongan. Aku tidak pernah berbuat lebih dari itu kepada perempuan," jelas Felix.


"Tentu saja. Paling, aku hanya icip-icip sedikit. Ya, test drive gitu, lah," jawab Felix dengan santainya.


Lagi-lagi Citra mencebikkan bibir. Dia sudah menduga jika Felix tidak mungkin sepolos itu.


"Tuh, kan. Bisa saja Finn anak mantan tunangan, Om."


"Bukan, lah. Mana mungkin jadi bayi jika aku hanya *****-***** tetotnya sama tusuk-tusuk pakai jari doang. Ya kali jari bisa nyembur," ucap Felix kesal.

__ADS_1


Citra membulatkan kedua bola mata dan mulutnya. Dia langsung menyilangkan kedua tangan di depan dada seolah untuk melindungi bagian depan tubuhnya dari tatapan Felix.


Dan, tindakan Citra tersebut berhasil membuat Felix kesal kembali.


"Apa lagi, sih? Kamu kira aku akan berbuat aneh-aneh sama kamu? Jangan mikir kejauhan, nanti lupa jalan pulang," ucap Felix kesal. Dia menyendok sarapannya dengan kasar.


Citra mencebikkan bibir sambil kembali melanjutkan sarapannya pelan-pelan.


"Ya, siapa tau Om punya niat tersembunyi. Kita kan belum terlalu saling kenal, aku hanya berjaga-jaga untuk melindungi diri."


"Maksud kamu aku punya niat jahat begitu?" Felix tidak terima dengan ucapan Citra.


"Bu-bukan begitu maksudku tadi, Om. Sudah kubilang aku hanya perlu berjaga-jaga."


"Cckkk. Berjaga-jaga? Kamu kira aku akan menjebakmu dengan memasukkan obat pada makanan ini dan mengambil kesempatan begitu? Kalau begitu, bukankah seharusnya aku tidak ikut makan bersama, kan?" ucap Felix kesal.


"Ya, ti-tidak begitu juga sih, Om." Citra mendadak tidak enak. Memang tadi dia sempat memiliki pemikiran seperti itu. Namun, benar apa yang dikatakan oleh Felix. Dia tidak mungkin ikut makan makanan yang sama dengannya jika Felix berniat jahat.


Namun, tiba-tiba Felix mematung dengan tangan mencengkram sendok dengan kuat. Ada sebuah ingatan berkelebat di kepala Felix. Sebuah ingatan samar samar yang setidaknya bisa dijadikan petunjuk siapa Finn sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2