
Malam itu, Rainer kembali mengerjai Nayra hingga membuat tubuh Nayra benar-benar lelah. Tulang-tulangnya terasa dilolosi hingga lepas. Bahkan, Nayra merasa enggan meski hanya untuk menggerakkan tubuhnya.
Menjelang pukul satu dini hari, Rainer baru selesai menggarap tubuh Nayra. Tubuhnya terasa lelah hingga membuatnya mengantuk. Tak berapa lama kemudian, Rainer dan Nayra terlelap dengan tubuh polos yang saling menempel.
Pagi itu, Nayra terbangun lebih dulu. Dia segera membersihkan diri dan langsung menjalankan ibadah sholat subuh. Setelah selesai, baru Nayra membangunkan Rainer.
Nayra yang tidak mengetahui jika Felix menginap di tempatnya, langsung pergi ke dapur. Dia berniat membuatkan sarapan untuk suaminya. Namun, saat Nayra baru saja berjalan memasuki dapur, terlihat seseorang yang sedang membuka lemari pendingin.
Nayra cukup terkesiap saat menyadari orang tersebut adalah Felix.
"Lho, Pak Felix? Kok bisa ada di sini?" tanya Nayra bingung.
Felix yang mendengar pertanyaan Nayra, langsung menoleh. Wajah bantalnya langsung berhadapan dengan wajah penasaran Nayra.
"Cckkk. Sudah berapa kali aku bilang, jangan panggil aku dengan panggilan itu. Menggelikan." Bukannya menjawab pertanyaan Nayra, Felix justru memprotes panggilan yang Nayra sematkan untuknya.
"Ya, memang sudah kebiasaan dari dulu aku memanggil seperti itu, kan?" Nayra masih tetap kekeh.
"Setidaknya, jangan panggil aku 'pak' jika di luar kantor. Kamu saja kan bisa manggil Rainer dengan panggilan 'mas' jika di luar kantor."
"Ya, kan lain ceritanya. Mas Rain kan suamiku, jadi wajar jika aku memanggilnya begitu di luar kantor," jawab Nayra.
Jangan kira Nayra mudah diajak berdebat. Dia pasti akan tetap kukuh pada pendiriannya.
__ADS_1
Felix hanya bisa mencebikkan bibir. Dengan wajah kesal, dia menarik kursi yang ada di dekat mini bar dan langsung mendudukinya. Sementara Nayra, segera beranjak mempersiapkan kebutuhan memasaknya.
"Ngomong-ngomong, Pak Felix kok bisa ada disini sepagi ini? Jangan bilang semalam Pak Felix menginap disini?" tanya Nayra penuh selidik.
"Aku juga nggak tahu bagaimana bisa ada di sini. Semalam, aku ada di bar. Tapi, begitu aku bangun, aku sudah ada di ruang kerja suami kamu. Sepertinya, Rainer yang membawaku ke mari."
Nayra menoleh sekilas dan memperhatikan wajah Felix.
"Pak Felix mabuk semalam?"
"Hhhmmm."
"Apa ada masalah? Kok tumben sampai lari ke minuman keras?" tanya Nayra.
Terdengar helaan napas berat dari Felix. Dia yang masih memutar-mutar gelas minumannya, terlihat menekuk wajah. Nayra yang menyadari perubahan ekspresi Felix, langsung merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, Nay. Memang benar aku ada sedikit masalah. Bukan sedikit sih sebenarnya, tapi lumayan besar."
Nayra menoleh ke arah Felix sambil menyiapkan bumbu. Pagi itu, dia akan memasak nasi goreng.
"Masalah pekerjaan?" tanya Nayra.
Felix menggelengkan kepala sebelum menjawab pertanyaan Nayra.
__ADS_1
"Bukan. Kalau masalah pekerjaan, semua aman terkendali, Nay," jawab Felix sambil mendesahkan napas berat. "Ini tentang Monic."
Nayra menghentikan aktivitasnya menyiapkan bumbu. Dia menoleh ke arah Felix dengan mengerutkan kening bingung. Entah mengapa perasaan Nayra mengatakan jika saat itu Felix mengetahui sesuatu tentang tunangannya itu.
"Mbak Monic? Memang ada apa, Pak?" tanya Nayra.
"Dia selingkuh, Nay. Bahkan, aku sudah menyelidiki apa yang dia lakukan selama beberapa bulan ini." Felix menjelaskan sambil mengusap wajahnya kasar.
"Eh, benarkah?" Nayra terlihat cukup terkejut. Tiba-tiba, otaknya mengingat apa yang semalam dilihatnya.
"Awalnya, aku nggak yakin dengan informasi yang kudapat. Tapi, setelah aku menyelidikinya sendiri, memang informasi itu benar adanya."
"Seriusan, Pak? Kok bisa Mbak Monic selingkuh? Sama siapa?" Ternyata Nayra bisa menjadi kepo.
"Bosnya."
"Hah? Bosnya? Kok bisa Mbak Monic selingkuh dengan bosnya?!" Nayra langsung memutar tubuhnya dan menghadap ke arah Felix.
Bukannya kesal, Felix justru menatap ke arah Nayra sambil menyipitkan kedua matanya.
"Bahkan yang menikah dengan bosnya juga ada, kok."
"Eh,"
__ADS_1
Sambil nunggu up, silahkan mampir di cerita othor yang baru ya, "Kok, Jadi Nikah?"
Ceritanya ada 'horor' nya nggak thor? Ya, itu, ehm, anu....