
Dan, disinilah Rainer dan Nayra berada. Mereka duduk bersama di sebuah sofa panjang yang berhadapan dengan mama Rainer. Entah sadar atau tidak, Nayra dan Rainer duduk saling menempel. Bahkan, kedua tangan mereka saling bertautan.
Nayara langsung menundukkan wajah. Dia benar-benar tidak berani menatap wajah mama Rainer. Entah mengapa dia merasa takut dan tidak enak hati. Nayra berpikir jika mama Rainer pasti akan memarahinya.
Diam-diam, Nayra merasa takut. Selama ini, orang tua Rainer sudah cukup baik memperlakukannya. Dan, saat ini dia melakukan sebuah tindakan besar dengan menikahi Rainer, putra semata wayangnya. Nayra benar-benar bingung.
Mama Rainer menatap wajah putra semata wayangnya dan Nayra bergantian. Cukup lama, hingga beberapa saat kemudian, beliau menghela napas dan menghembuskannya pelan-pelan.
"Ada yang mau kalian jelaskan?" tanya mama Rainer sambil masih menatap wajah Rainer dan Nayra bergantian.
Nayra dan Rainer saling pandang. Mereka sama-sama bingung harus melakukan apa dan mulai dari mana.
"Maksud Mama?" tanya Rainer yang masih berusaha bersikap santai.
Mama Rainer langsung mendengus kesal. Dia menatap tajam ke arah Rainer.
"Kamu masih berpura-pura tidak ada apa-apa begitu, Rain? Tidak juga menjelaskan informasi yang baru Mama dan Papa peroleh siang ini?" Mama Rainer meletakkan ponselnya yang terdapat foto pernikahan Rainer dan Nayra dengan kasar diatas meja.
__ADS_1
Tentu saja Nayra dan Rainer bisa dengan mudah langsung melihat foto itu. Apalagi Nayra. Rasanya, dia langsung tersedak salivanya sendiri saat melihat foto tersebut. Awalnya, Nayra hanya bisa mengira-ngira jika mama Rainer mengetahui pernikahan itu. Tapi, tak disangka jika ternyata memang benar mama Rainer sudah mengetahuinya.
"Kalian bisa jelaskan foto itu?" Mama Rainer menatap wajah-wajah di depannya bergantian.
Kali ini, Nayra menundukkan kepala. Entah mengapa dia semakin takut. Tak sadar jika tangannya menggenggam erat tangan Rainer.
Menyadari jika Nayra ketakutan, Rainer mencoba menenangkannya dengan menoleh dan mengecup pelipis Nayra sekilas. Tentu saja hal itu bukannya malah membuat Nayra tenang, tapi justru membuat Nayra semakin khawatir.
"Apa yang mau mama ketahui?" Bukannya menjelaskan, Rainer malah balik bertanya.
"Cckkk. Mama mau dengar alasan kalian melakukan ini, Rain. Kamu pikir pernikahan itu main-main. Mama dan papa tidak pernah mengajarkan kamu untuk melakukan sesuatu dengan gegabah. Apalagi, ini menyangkut hal besar. Kamu sudah menikahi anak gadis orang dan tidak melalui proses yang benar. Kamu pikir kami tidak marah?!" Tatapan mata mama Rainer langsung berapi-api. Beliau terlihat gusar saat menatap wajah Rainer.
"Ma, bukan seperti itu." Rainer mencoba menenangkan sang mama.
"Apa maksudnya bukan seperti itu? Kamu mau mempermainkan pernikahan begitu?"
"Cckkk. Tentu saja tidak. Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu, Ma."
__ADS_1
"Lalu, kenapa kamu mengambil keputusan besar secepat ini tanpa memberitahu mama dan papa? Apa kamu sudah tidak menganggap kami sebagai orang tuamu?"
Rainer dan Nayra kompak menggelengkan kepala. Tentu saja bukan seperti itu.
"Tidak. Bukan seperti itu, Ma." Rainer mencoba berkilah.
"Lalu, seperti apa? Apa maksudnya melakukan pernikahan dadakan seperti ini? Atau jangan-jangan, kalian buru-buru menikah karena sudah kebobolan? Apa benar begitu?" Mama Rainer menatap tajam ke arah Rainer dan Nayra.
"Astaga. Bukan, Ma. Aku bahkan belum ngapa-ngapain Nayra." Rainer langsung gusar setelah mendengar ucapan sang mama.
"Cckkk. Ngaku belum ngapa-ngapain. Kemarin-kemarin nyosorin Nayra kamu bilang belum ngapa-ngapain?!"
Rainer terlihat kikuk saat sang mama mengingatkan hal itu. "Ya, i-itu kekelapasan, Ma."
"Cckkk. Alasan. Laki-laki pasti sama saja. Jika saat itu tidak ada yang memergoki kalian, Mama yakin jika bukan hanya bibir kamu yang kelepasan. Tapi juga, celana kamu sudah ikut lepas, Rain."
\=\=
__ADS_1
Mohon maaf kemarin masih ada deadline pekerjaan. Ini, sudah mulai normal lagi kerjaannya. Semoga bisa up normal seperti biasa untuk semua cerita othor.
Sudah ada jatah vote, cuss kirim hadian dan vote buat othor ya. Terima kasih 🤗