
Hai semua, maaf othor baru nongol. 🙏
Bagi yang lupa alurnya, mungkin bisa flashback beberapa bab sebelum ini. Semoga up yang sedikit ini bisa mengobati kangen.
***
Nayra masih menangis sesenggukan di dalam pelukan sang mama mertua. Pikirannya benar-benar kalut saat itu. Nayra bahkan sangat menyesal dengan tindakannya yang mendiamkan Rainer.
Papa Rainer dengan ditemani oleh Resta, pergi menemui dokter untuk membahas tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Rainer. Beruntung tidak ada luka yang cukup parah pada Rainer, mengingat mobil yang digunakan Rainer saat itu melindunginya dengan cukup baik. Hanya saja, kaki dan bahu kanan Rainer terjepit pintu mobil hingga membuat retakan pada tulang bahu.
Karena hal itu pula, Rainer harus segera menjalani operasi agar retakan tulang tersebut tidak mengenai organ lainnya. Papa Rainer menyetujui hal itu, dan memasrahkan semua tindakan terbaik untuk keselamatan putranya tersebut kepada dokter dan timnya. Malam itu juga, Rainer segera menjalani tindakan operasi.
Nayra dan orang tua Rainer masih setia menunggu di rumah sakit. Mama Rainer tidak berhasil membujuk Nayra untuk pulang dan beristirahat dulu. Nayra tetap kekeh menunggui operasi Rainer hingga selesai.
__ADS_1
Papa Rainer memperbolehkan Nayra menunggui operasi Rainer dengan syarat Nayra harus mau makan malam karena papa Rainer tahu jika menantunya tersebut sama sekali belum makan sejak siang.
Mau tidak mau, Nayra menyetujui permintaan papa mertuanya tersebut, daripada disuruh pulang saat itu juga. Dengan ditemani oleh Resta, akhirnya Nayra beranjak pergi ke kantin rumah sakit. Dia memilih untuk makan malam terlebih dahulu dan nanti akan gantian dengan mertuanya.
Resta memesankan makan malam untuk Nayra. Dia tidak ikut makan dan hanya memesan kopi.
"Makan yang banyak, Mbak. Jangan sampai sakit. Setelah Pak Rain sadar, Mbak Nayra yang harus menjaga beliau nanti," ucap Resta sesaat setelah makanan yang dipesannya untuk Nayra datang.
"Meskipun begitu, harus tetap dipaksa makan, Mbak. Dari siang Mbak Nayra kan belum makan sama sekali, kan?"
Nayra hanya bisa mengangguk dan mendesahkan napas berat. Setelah itu, dia memaksakan untuk memakan makanan tersebut.
Satu suap, dua suap, tiga suap, hingga suap-suap berikutnya pun berlalu. Tak terasa, Nayra sudah berhasil menghabiskan lebih dari setengah makanan yang sudah dipesan oleh Resta. Meskipun tidak bisa menghabiskan semuanya, Resta bersyukur jika Nayra sudah berhasil mengisi perutnya.
__ADS_1
Resta juga memesankan susu almond untuk Nayra. Nayra segera meneguk susu almond yang masih hangat tersebut. Sesekali mereka mengobrol dan menunda untuk kembali ke atas saat mendapati pesan dari mama Rainer jika mereka tidak usah terburu-buru.
"Kamu sudah mencari tahu siapa yang menabrak Mas Rain, Ta?" tanya Nayra setelah meneguk susu almond miliknya.
"Tenang saja, Mbak. Aku sudah meminta orang-orang Pak Rain untuk menyelidiki masalah ini. Dan, sepertinya Pak Willy juga tidak akan tinggal diam untuk masalah ini, Mbak. Sebagai orang tua, aku rasa Pak Willy pasti akan mengusut tuntas masalah ini. Beliau pasti tidak akan terima jika ada yang berniat mencelakai putra tunggalnya."
Nayra menganggukkan kepala. Dia sangat mengetahui hal itu. Meskipun hubungan ayah dan anak itu tidak terlalu terlihat mesra, namun di hati masing-masing, pasti menyimpan rasa sayang yang sangat besar.
Setelah menghabiskan minumannya, Nayra dan Resta segera beranjak meninggalkan kantin tersebut. Tak lupa juga Nayra membeli air minum untuk menemaninya berjaga nanti malam.
Mohon maaf upnya lama. Othor e bener-bener keteteran 🙏
Semoga up yang sedikit ini bisa mengobati kerinduan semuanya yang masih setia menunggu. 🙏
__ADS_1