Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Menikah Lagi


__ADS_3

Nayra masih menoleh ke arah Rainer. Dia masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Rainer tersebut.


Namun, bukannya menjawab pertanyaan Nayra, Rainer justru langsung menarik tubuh Nayra hingga membuat air minum yang ada di dalam gelas menjadi tumpah karena terkejut.


Belum sempat Nayra protes, bibirnya sudah langsung diluumat oleh Rainer. Kali ini, Rainer tidak tinggal diam. Entah apa yang memicunya melakukan hal itu lagi.


Tentu saja apa yang dilakukan Rainer membuat Nayra terkejut. Hendak protes, namun bibirnya sudah dibungkam oleh Rainer. Apalagi, tangan kiri Rainer langsung meraih gelas yang dibawa Nayra dan meletakkannya di atas mini bar yang ada di sampingnya.


Rainer berusaha menggoda dan merayu Nayra agar membalas apa yang dilakukannya. Kali ini, tangan kanan Rainer menekan pinggang Nayra hingga benar-benar menempel pada tubuhnya. Sementara tangan kiri Rainer, langsung menekan tengkuk Nayra.


Jangan lupakan bibir Rainer yang masih terus menggoda bibir Nayra agar terbuka. Dan, ternyata usahanya tidak sia-sia. Entah apa yang dirasakan oleh Nayra saat itu, kini dia jadi ikut terbawa suasana. Bahkan, kedua tangan Nayra langsung terangkat dan mengalung dengan sempurna pada leher Rainer.


Kedua bola mata Nayra pun juga langsung terpejam seolah dengan cara itu, dia bisa lebih menikmati apa yang sedang mereka lakukan.


Hhmmmpphhh. Eehhmmmppphhh.


Suara pertemuan benda kenyal terdengar mengisi dapur. Keduanya seolah tengah larut dalam dunianya sendiri. Hingga, baik Rainer dan Nayra pun tidak menyadari ada orang yang sudah memasuki penthouse tersebut.

__ADS_1


Dan, ketika orang tersebut tidak menemukan siapa-siapa di ruang tengah dan dapur, akhirnya dia pergi beranjak menuju dapur karena mendengar gumaman dari arah sana.


Seketika sebuah suara berhasil mengagetkan dua orang yang tengah bermain sedot-sedotan tersebut, hingga mereka terpaksa melepaskan pagutan bibir.


"Astaga, Rain?! Naya?!"


Nayra dan Rainer langsung mundur dan saling menjauh. Mereka benar-benar terkejut dengan suara yang tiba-tiba mengejutkan mereka saat sedang tinggi-tingginya. Rasanya, sudah seperti diterbangkan ke angkasa, eh tidak disangka dijatuhkan hingga nyungsep. 


"Ma-ma? Kok ada disini?" Rainer masih menatap wajah sang mama dengan bingung.


Ya, orang yang memergoki tindakan Rainer dan Nayra tersebut adalah mama Rainer. Beliau langsung terbang kembali ke Indonesia setelah mendengar kabar dari Felix tentang pernikahan Rainer dan Nayra saat makan siang tadi.


Beberapa saat setelah mama Rainer memergoki tindakan Nayra dan Rainer, kini mereka bertiga sedang duduk di ruang makan. Meskipun kesal dengan Rainer dan juga Nayra, namun mama Rainer juga merasa cukup lapar.


Alhasil, malam itu mereka bertiga makan malam dalam keheningan. Tidak ada obrolan yang terjadi diantara mereka bertiga. Baik Nayra dan Rainer hanya menunduk memandangi makan malam mereka. Sementara sang mama, menatap wajah-wajah putra dan menantu barunya tersebut bergantian.


Tak sampai dua puluh menit kemudian, makan malam pun selesai. Mama Rainer langsung beranjak berdiri sambil masih menatap Rainer dan Nayra.

__ADS_1


"Mama tunggu kalian sekarang di ruang tengah. Tinggalkan saja meja makannya, Nay. Kamu ikut juga," ucap mama Rainer sambil beranjak menuju ruang tengah.


Nayra terlihat cukup takut hingga menoleh ke arah Rainer.


"Ba-bagaimana ini, Mas? Aku takut jika Nyonya marah," ucap Nayra sambil mereemas kedua tangannya.


"Nggak usah takut. Paling jika Mama marah, kita disuruh nikah."


Nayra langsung menoleh ke arah Rainer dengan kening berkerut.


"Tapi kita kan sudah menikah?" tanya Nayra bingung.


"Ah, iya. Mungkin, aku disuruh nikah lagi." Rainer menjawab asal.


Bugh. Nayra langsung memukul bahu Rainer karena kesal.


"Enak saja menikah lagi! Orang kita belum ngapa-ngapain. Aku nggak mau jadi istri pertama tapi jadi yang kedua jebolnya."

__ADS_1


•••


Piye to, piye? 🤔


__ADS_2