
"Eh?"
Nayra mendadak bingung. Dia menatap wajah Linda yang terlihat jelas di layar ponselnya tersebut, sambil mengerutkan kening bingung.
"Apa maksudnya itu? Mana ada cantengan?" Nayra langsung mencebikkan bibir. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, tentu saja dia tidak akan percaya dengan ucapan Linda.
Mana ada cantengan di bagian itu? gerutu Nayra dalam hati.
"Cckkk. Tentu saja ada. Cantengan itu kan bagian tubuh yang membengkak dan kemerahan. Dan, semakin lama semakin besar. Dia juga bisa mengeluarkan cairan. Jadi, sama saja dengan si junior. Lama-lama juga pasti akan membengkak dan mengeluarkan cairan jika di treatment dengan benar," jawab Linda tanpa rasa sungkan sama sekali.
Mendengar jawaban sang sahabat, entah mengapa wajah Nayra menjadi terasa panas dan semakin merona. Otaknya otomatis langsung membayangkan apa yang bisa dilakukannya untuk membuat si 'senapan alami' sang suami membengkak. Bahkan, Nayra sudah mulai membayangkan beberapa adegan yang ada di video pemersatu bangsa yang dulu pernah mampir di grup chatnya.
__ADS_1
Linda yang melihat tingkah Nayra itu, menjadi semakin gemas. Dia langsung membuyarkan lamunan Nayra yang sudah mulai tidak sehat tersebut.
"Cckkk. Nggak usah dibayangkan sekarang. Nanti saja jika Pak Rain sudah pulang, langsung dipraktikkan. Ingat Nay, laki-laki itu tidak seperti perempuan. Dia tentu saja punya keinginan untuk segera main 'jungkat-jungkit' jika sudah punya pasangan halal."
"Dan, satu lagi. Katanya, laki-laki itu suka jika perempuannya tidak pasif. Jadi Nay, berusahalah untuk aktif. Buktikan jika kamu tidak hanya bisa diam menerima perlakuan suami kamu. Buktikan jika kamu bisa membuat suami kamu ketagihan, sehingga dia tidak punya waktu untuk melirik perempuan lain." Linda memberikan wejangan panjang lebar. Entah dari mana dia bisa mengatakan hal seperti itu. Padahal, dia sendiri belum pernah menikah.
Nayra masih dia mencerna ucapan Linda yang menurutnya ada benarnya. Nayra dan Rainer memang belum memulai rumah tangga mereka secara normal. Dan, hal itu tidak menutup kemungkinan untuk membuat mereka belajar memulai rumah tangga mereka dengan normal, kan?
"Apa benar yang dikatakan oleh Linda tadi? Bagaimana jika memang Mas Rain akan melirik perempuan lain kalau aku tidak bisa memberikan pelayanan terbaik?" gumam Nayra dengan cemas. Dia benar-benar kepikiran dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu.
Dan, setelah beberapa saat berpikir, Nayra mengambil keputusan besar. Dia meyakinkan diri untuk melakukan hal itu demi rumah tangganya. Toh, kalaupun mereka melakukannya, sudah sah sah saja. Mereka juga sudah halal.
__ADS_1
Akhirnya, siang itu juga, Nayra mengambil keputusan besar. Dia melupakan pekerjaannya yang memang sudah ditunggu oleh Resta. Nayra segera mengambil ponsel untuk mulai mempersiapkan semua keperluannya.
Awalnya, Nayra memesan baju untuk Rainer. Dia tidak mungkin membiarkan suaminya itu tidak berganti pakaian. Setelah itu, Nayra mulai mencari baju untuknya sendiri. Ada beberapa baju yang dipesan oleh Nayra, karena dia yakin jika akan masih berada di hotel selama beberapa hari lagi.
Begitu selesai memesan baju untuknya dan Rainer, kini Nayra beralih untuk memesan benda penunjang niatnya menjalankan aksi. Apalagi jika bukan baju-baju penggoda iman kaum lelaki.
Tak tanggung-tanggung, Nayra memesan tiga buah lingerie. Nayra juga membuang semua rasa malunya untuk menyenangkan Rainer. Dia memesan lingerie dengan model paling menantang.
Ehm, kira-kira seperti apa ya modelnya, othor nggak berani up disini, apalagi di igeh. 🤧
Setelah semua selesai, Nayra berpikir untuk menghubungi mertuanya. Entah mengapa dia merasa harus mengutarakan kegelisahannya. Dan, selain itu juga meminta izin untuk bisa segera main jungkat jungkit.
__ADS_1
Hhhmmm, kira-kira diijinkan apa tidak ya?