Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Rumah Sakit


__ADS_3

Nayra yang juga mendengar ucapan Felix langsung merengek untuk ikut. Entah mengapa dia langsung melupakan niatannya dengan Rainer tadi. 


"Kita naik taksi saja," ucap Nayra. Dia masih tidak membiarkan Rainer menyetir. Sedangkan Rainer sendiri sudah melarang Nayra untuk menyetir sejak mengetahui berita kehamilannya tadi.


"Aku bisa menyetir, Nay." Rainer tetap kekeh untuk menyetir sendiri.


"Nggak. Kamu belum boleh menyetir. Ingat kata dokter harus istirahat menyetir selama dua minggu."


"Cckkk. Lama sekali."


Nayra tidak menggubris ucapan Rainer. Dia tetap berjalan untuk menghampiri taksi yang ternyata sudah menunggunya. Mau tidak mau, Rainer mengikuti Nayra memasuki taksi tersebut.


Sementara itu di rumah sakit, Felix masih berusaha menenangkan Citra yang masih menangis setelah mendengar penjelasan dokter. Ya, memang benar apa yang Felix ucapkan kepada Rainer tadi jika saat ini dia sedang ada di rumah sakit untuk khitan. Namun, bukan Felix yang akan dikhitan tetapi Finn, putranya.


Finn selalu menangis jika hendak buang air kecil. Ternyata, ada gangguan pada alat kellamin Finn. Dan, dokter menyarankan untuk melakukan khitan. Mau tidak mau, Felix memutuskan untuk mengikuti saran dokter untuk menyembuhkan sakit Finn.


Namun, hal berbeda justru dirasakan oleh Citra. Sedari tadi sejak mendengar saran dokter, Citra tidak berhenti menangis. Dia benar-benar tidak tega saat bayi sekecil itu harus dikhitan. Citra bahkan menangis meraung-raung saat Finn di bawa ke ruang tindakan.


Felix yang merasa kewalahan harus mengurus Finn dan Citra, memutuskan untuk meminta bantuan Rainer. Dia berharap jika Rainer akan mengajak Nayra untuk menenangkan Citra.

__ADS_1


Dan, benar saja. Nayra yang mendengar hal itu langsung merengek ikut. Sebenarnya, dia belum pernah mengobrol dengan Citra. Dia hanya sempat bertemu sekilas dengannya beberapa waktu yang lalu.


Rainer juga terpaksa menghubungi Resta untuk memundurkan meeting hingga esok pagi. Dia yakin tidak akan bisa berkonsentrasi bekerja jika membiarkan Nayra pergi ke rumah sakit sendiri. 


Hingga beberapa saat kemudian, taksi yang membawa Rainer dan Nayra sudah tiba di depan rumah sakit. Rainer dan Nayra segera bergegas untuk mencari keberadaan Felix. Mereka langsung menuju ruang tempat dilakukannya tindakan untuk Finn.


Rainer dan Nayra melihat Felix yang duduk di depan sebuah ruangan sambil memeluk seorang perempuan dengan posesif. Terlihat dari kejauhan jika saat itu Felix sedang berusaha menenangkan si perempuan dengan mengusap-usap lengannya.


"Itu bukannya pak Felix, Mas?" ucap Nayra sambil menunjuk dua orang yang berada tak jauh dari posisinya. Nayra dan Rainer memang tidak bisa melihat dengan jelas wajah keduanya karena posisi duduk Felix yang sedikit membelakangi arah kedatangan Rainer dan Nayra.


"Iya. Kesana, yuk."


"Lix," sapa Rainer begitu sudah berdiri di dekat Felix.


Seketika Felix dan Citra langsung menoleh ke arah Rainer dan Nayra. Felix dan Citra juga buru-buru melepaskan pelukan mereka. Entah mengapa ada rasa malu di hati mereka saat menyadari jika Rainer dan Nayra melihat adegan yang baru saja mereka lakukan.


"Bagaimana keadaan Finn?" Kali ini Nayra yang bersuara.


"Masih di dalam, Nay. Kata dokter, tindakannya tidak akan lama. Mungkin sekitar sepuluh menit lagi akan selesai," jawab Felix.

__ADS_1


Setelahnya, Nayra berpindah ke samping Citra. Dia berusaha menenangkan gadis itu dengan memberikan kata-kata penguat. Disini, Citra benar-benar terlihat seperti seorang ibu yang sedang menghawatirkan putranya.


Tak berapa lama kemudian, dokter sudah keluar. Dia menjelaskan jika proses khitan Finn sudah selesai dan semuanya juga berjalan dengan lancar. Finn juga sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan.


Felix yang memang sudah menyiapkan sebuah ruangan VVIP untuk putranya tersebut, langsung mengikuti saat Finn di bawa keluar. Rainer dan Nayra pun tetap mengikuti hingga Finn di bawa ke ruang perawatannya.


Menjelang sore, Rainer dan Nayra harus berpamitan. Felix dan Citra yang baru mengetahui berita kehamilan Nayra, juga sudah mengucapkan selamat kepada Nayra dan Rainer. 


Kini, tinggallah Felix dan Citra yang sedang menunggu Finn di rumah sakit setelah Rainer dan Nayra pulang. Mereka tampak masih kebingungan saat Finn merengek hingga menangis.


"Sayang, mimi dulu, yuk. Kamu pasti haus, kan?" Citra sudah hampir ikut menangis saat melihat Finn bahkan menolak saat hendak disuusui.


Citra tidak peduli lagi saat itu ada Felix disampingnya. Dia tetap 'mengobral' sumber nutrisi Finn tanpa perlu repot-repot menutupi atau memasukkannya ke dalam 'wadah' nya.


Felix yang masih gagal fokus melihat hal itu, berulang kali harus membenahi bagian bawah tubuhnya yang mendadak 'selip'.


Duh, ini kenapa jadi sesak disaat-saat begini, sih? Mana itu netes-netes lagi putih-putih. Jadi pengen nyuucup, batin Felix


Yang masih punya jatah vote, bagi satu buat babang Felix dong. 🤭

__ADS_1


__ADS_2