Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Saran Linda


__ADS_3

Saat makan siang, seorang rekan bisnis papa Rainer dari Jepang datang berkunjung berniat untuk mengajak kerja sama. Mau tidak mau, Rainer harus menjamu tamu tersebut sekaligus membicarakan urusan bisnis.


Siang ini, Nayra tidak ikut menemani Rainer. Rainer meminta Resta menemaninya makan siang di salah satu restoran yang sudah dipesan untuk mereka.


Saat Rainer dan tamunya sedang makan siang di luar, Nayra dan Linda memutuskan untuk makan siang di warung makan soto lamongan yang terletak tak jauh dari kantor. Hanya dengan naik ojek online selama sepuluh menit, keduanya sudah berada di warung sederhana tersebut.


"Tumben nggak ikut Pak Rain, Nay?" tanya Linda saat keduanya sedang menunggu pesanan datang.


"Tamunya cowok-cowok semua. Mas Rain minta ditemenin Resta aja tadi."


Linda mengangguk-anggukkan kepala mengerti. Meskipun tidak pernah diucapkan, tapi Linda cukup mengerti jika Rainer pasti akan cemburu jika Nayra dekat dengan klien cowok. Jangankan klien, rekan kerja cowok pun yang terlihat mengobrol dekat dengan Nayra, pasti akan mendapat pelototan tajam dari Rainer.


"Bagus, deh. Kita jadi bisa makan siang bareng seperti ini," jawab Linda.


"Hu uh." Nayra menganggukkan kepala sambil menyedot es jeruk pesanannya.


"Eh, Nay. Ngomong-ngomong tentang cerita lo kapan hari itu, sudah lo lakuin, kan?" tanya Linda penasaran.


Kening Nayra berkerut. Dia menoleh sambil menatap Linda dengan ekspresi bingungnya.


"Yang mana?" tanya Nayra yang masih bingung dengan pertanyaan Linda.

__ADS_1


"Itu, yang lo mau bilang perasaan lo sama pak Rain. Masa lo lupa, sih." Linda mengerucutkan bibir kesal.


"Oh, yang itu. Belum, sih." Nayra menunjukkan ekspresi sedih. Dia sendiri juga masih bingung mengapa belum menemukan momen yang pas untuk mengungkapkan semua yang dirasakannya.


"Yaaahhhh, kok belum sih, Nay. Nunggu apa lagi, sih?" Entah mengapa Linda ikut merasa kesal.


"Entahlah, Lind. Aku sendiri juga bingung kenapa belum menemukan momen yang pas. Padahal, setelah sakit kemarin, mas Rain lebih banyak di rumah. Bahkan, hampir semua pekerjaan di kantornya sendiri di handle oleh mas Felix."


Belum sempat Linda menyahuti ucapan Nayra, soto Lamongan pesanan mereka sudah datang.


"Terima kasih," ucap Nayra dan Linda bersamaan setelah mendapatkan pesanan makan siang mereka.


"Baiklah. Nanti, aku akan coba lagi ngomong ke mas Rain. Masa iya selama menikah kami belum pernah ngungkapin perasaan masing-masing," ujar Nayra.


"Bagus, Nay. Gue dukung lo. Gue doain semoga usaha lo lancar."


"Aamiin."


Setelahnya, obrolan kembali dilakukan hingga menjelang jam makan siang selesai. Rainer dan Resta belum juga kembali karena masih menjamu rekan bisnis mereka. Hingga menjelang pukul dua siang, Rainer dan Resta terlihat berjalan memasuki ruangan kerja Rainer.


Nayra yang melihat kedatangan kedua laki-laki tersebut langsung berjalan menghampiri mereka. Dan, bisa dipastikan ketiganya langsung berdiskusi untuk menindaklanjuti obrolan mereka dengan calon klien baru mereka.

__ADS_1


Hingga tak terasa jam pulang kantor pun sudah tiba. Rainer dan Nayra segera bergegas pulang. Nayra memang meminta Rainer untuk tidak lembur dan pulang tepat waktu mengingat kesehatannya belum pulih benar.


Sesampainya di dalam kamar, Rainer langsung merebahkan diri di atas tempat tidur tanpa berniat untuk membersihkan diri lebih dahulu. Entah mengapa dia menjadi semakin malas terkena air.


"Mas, mandi dulu, gih. Bersih-bersih dulu," ucap Nayra sambil menggoyangkan kaki sang suami.


"Hhmmm, nanti dulu." Rainer masih memejamkan mata.


"Sekarang, Mas. Nanti tidur lagi nggak apa-apa."


"Males, Nay. Lap-lap aja deh." Lagi-lagi Rainer menolak.


Nayra mendesahkan napas beratnya sambil membungkuk di atas wajah Rainer untuk membisikkan sesuatu.


"Mandi dulu, Mas. Setelah itu, ada yang ingin aku sampaikan. Mau servis atas bawah depan belakang juga boleh, kok," bisik Nayra.


"Eh?"


Hhmmm, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Rainer ya?


Banyakin jejak juga disini, ya. 🤗

__ADS_1


__ADS_2