
Keesokan pagi, Nayra dan Rainer sama-sama diam. Entah mengapa di antara mereka berdua tidak ada yang saling mengalah untuk membuka percakapan. Bahkan, saat sarapan pun mereka masih tetap diam.
Pagi itu, Rainer sudah bersiap untuk menemui seseorang. Meskipun weekend, tapi Rainer sudah berjanji untuk menemui rekan sekaligus sahabatnya saat kuliah dulu. Kebetulan, sahabatnya itu sedang berada di Indonesia. Jadi, Rainer sudah membuat janji untuk bertemu.
Ketika Rainer sudah siap dan hendak berpamitan, Rainer sengaja mencari keberadaan Nayra di dapur. Sudah menjadi kebiasaan jika Rainer hendak pergi, dia akan memeluk dan memberikan kecupan untuk istrinya tersebut. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh Nayra sebelum berpamitan dan mengecup tangan Rainer.
Namun, pagi itu suasana di antara mereka agak lain. Ketika Rainer hendak memeluk tubuh Nayra, tiba-tiba saja Nayra bergeser. Dia seperti hendak menghindari Rainer.
Melihat tingkah sang istri, Rainer benar-benar sangat kesal. Seketika emosinya juga langsung terpancing.
"Kamu apa-apaan sih, Nay?! Nggak usah bertingkah seperti anak kecil begini!" Suara Rainer langsung meninggi. Entah mengapa dua orang tersebut mendadak emosi hanya karena masalah kecil.
Nayra yang ikut tersulut emosi pun langsung menoleh ke arah Rainer. Meskipun terlihat hendak membalas ucapan sang suami, namun Nayra berusaha untuk tidak membalas ucapan tersebut.
__ADS_1
Setelah mematikan kran air, Nayra langsung bergegas meninggalkan Rainer. Entah mengapa dia bisa bersikap tidak sopan seperti itu. Melihat tingkah Nayra, tentu saja emosi Rainer kembali memuncak. Dia berjalan menyusul Nayra menuju ruang tengah dan langsung bersuara.
"Nggak usah aneh-aneh, Nay. Tingkah kamu itu seperti anak kecil! Dan, satu lagi. Jangan keluar rumah atau kemanapun tanpa izin dariku!" ucap Rainer dengan suara yang cukup memekakkan telinga.
Nayra sempat berhenti sebentar, namun dia kembali melanjutkan langkah kakinya menuju laundry room. Rainer yang melihat hal itu hanya bisa mendengus kesal. Dia benar-benar kesal dengan tingkah Nayra kali ini. Setelah itu, Rainer benar-benar pergi untuk menemui rekannya tersebut.
Sepeninggal Rainer, Nayra langsung mendudukkan diri di sebuah kursi yang ada di balkon dekat laundry room tersebut. Entah mengapa dia mendadak melow saat itu. Air mata yang tiba-tiba menggenang di kedua matanya, tidak bisa dijelaskan alasan pasti penyebabnya. Yang jelas, Nayra merasa sangat kesal hari itu.
Karena tidak diperbolehkan keluar rumah, mau tidak mau Nayra menghubungi Linda dan memintanya untuk datang ke tempatnya. Meskipun kesal dengan tingkah Rainer yang seenaknya, Nayra juga tidak mau melanggar ucapan Rainer yang melarang dirinya keluar rumah.
Nayra yang melihat jeruk bali, langsung membawanya menuju dapur. Dia buru-buru membelahnya dan mengambil beberapa bagian dari daging buat tersebut dan diciumnya hingga puas. Sementara Linda, dia langsung pergi ke kamar mandi dan tidak sempat melihat tingkah laku sahabatnya tersebut.
Sekitar sepuluh menit kemudian, Linda sudah selesai dengan hajatnya. Dia segera menghampiri Nayra yang sudah menunggunya di ruang tengah sambil menonton televisi. Linda segera ikut bergabung dengan Nayra disana.
__ADS_1
"Kemana Pak Rain, Nay?" tanya Linda sambil mengambil jus mangga yang sudah disiapkan oleh Nayra.
"Keluar. Ketemu temennya kali." Nayra menjawab sambil lalu. Bahkan, terdengar sangat masa bodo.
Linda menolehkan kepala ke arah Nayra dengan kening berkerut.
"Ada apa? Kalian ada masalah?"
Nayra hanya mengedikkan bahu sambil mencebikkan bibir. Linda yang sudah hafal dengan sikap Nayra tersebut hanya bisa mendesahkan napas berat. Dia sudah bisa menebak jika Nayra tidak akan bercerita sampai perasaannya membaik.
Hingga beberapa saat kemudian, Nayra menggeser tubuhnya dan berbalik menghadap ke arah Linda. Kedua netranya tampak berkilat-kilat saat menatap wajah Linda. Bahkan, Linda sampai heran dengan ekspresi Nayra yang bisa langsung berubah ceria dalam sekejap.
"Sekarang, katakan apa yang terjadi dengan bibimu, Lin?"
__ADS_1
"Eh,"
Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Biar othor semangat ngebut ngetiknya. 🤗