Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Kamu Kenapa, sih?


__ADS_3

Nayra mendorong tubuh Rainer sambil mencebikkan bibir. Entah mengapa dia mendadak malu setelah mendengar ucapan sang suami. Nayra buru-buru berbalik dan mulai mengangkat masakannya.


Rainer yang melihat tingkah sang istri, tentu saja langsung protes. Dia juga sudah sama-sama mupeng seperti Nayra.


"Mau lanjut nggak, nih?" tanya Rainer sambil masih memandangi tubuh Nayra dari belakang. Sesekali dia melirik bagian bawah tubuhnya yang sudah mulai menggeliat gelisah.


"Nggak, ah. Mau makan dulu. Lapar," jawab Nayra sambil membawa makan malam mereka menuju meja makan.


Melihat hal itu, Rainer hanya bisa mendesahkan napas berat. Mau tidak mau, dia mengikuti langkah kaki Nayra menuju meja makan. Perutnya juga sudah meronta-ronta tidak karuan.


Malam itu, Rainer dan Nayra menyantap makan malamnya meski dengan rasa yang sama-sama mengganjal. Sesekali Rainer melirik ke arah Nayra yang sedang makan dengan lahap tersebut. Istrinya itu bahkan terlihat selalu menikmati makanan apapun yang disantapnya. Nayra bukan termasuk orang yang suka pilih-pilih makanan.


"Besok weekend. Ada acara?" tanya Rainer.


Nayra mendongakkan kepala sambil mengunyah makanan yang sudah disuapkan ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Mau ketemu Linda. Tadi sudah sempat janjian, kok."


Seketika Rainer langsung mengerutkan wajah. Dia tampak tidak suka mendengar ucapan Nayra tersebut. Namun, Rainer juga tidak mungkin mengekang Nayra. Dia akan membiarkan istrinya tersebut untuk sekedar bertemu dengan sahabatnya.


"Jangan lama-lama. Cepat pulang," ucap Rainer kemudian.


Nayra menoleh ke arah Rainer dengan bibir ditekuk. Entah mengapa dia mendadak kesal setelah mendengar ucapan Rainer tersebut.


"Memangnya kenapa? Aku kan jarang keluar, Mas. Ini belum berangkat saja sudah harus disuruh cepat pulang," ujar Nayra sambil mencebikkan bibir.


Rainer tidak menggubris protes Nayra. Dia tetap melanjutkan makan malamnya dengan lahap. Sedangkan Nayra, sudah cukup kesal dengan Rainer. Selama ini, dia lebih banyak menuruti keinginan suaminya tersebut. Apalagi, dengan urusan ranjang. Namun, sepertinya suaminya itu belum melakukan hal yang sama sepertinya.


Setelah makan malam, Nayra langsung beranjak ke kamar. Dia tidak mau berbicara dengan Rainer. Rainer yang masih belum peka dengan tingkah Nayra tersebut, justru langsung beranjak menuju meja kerjanya. Dia mulai berkutat dengan beberapa pekerjaan yang memang harus diselesaikannya.


Hingga menjelang pukul sepuluh malam, Rainet sudah merasa lelah. Dia beberapa kali menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan karena merasa pegal. Beberapa saat kemudian, Rainer segera membereskan pekerjaannya. Setelah itu, dia segera beranjak menuju kamar.

__ADS_1


Ceklek.


Begitu membuka pintu kamar, Rainer melihat Nayra tengah meringkuk di atas tempat tidur. Rainer segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lupa juga dia langsung mengganti baju dengan kaos dan celana boxer pendek kesukaannya.


Rainer segera beranjak menuju tempat tidur dan langsung mendekati Nayra. Tangannya sudah langsung melingkar pada perut Nayra dari belakang.


Nayra yang memang belum tidur terlalu lelap, bisa merasakan gerakan tangan Rainer. Namun, karena dia sudah tidak terlalu mood, seketika Nayra langsung melepaskan tangan Rainer dari perutnya. 


Rainer mengerutkan kening. Dia yang baru pertama kali diperlakukan Nayra seperti itu, cukup merasa kaget. Rainer kembali melakukan hal yang sama beberapa kali, namun tangannya langsung dipindahkan oleh Nayra. Rupanya, malam itu Nayra benar-benar kesal.


Tentu saja hal itu membuat Rainer kesal. Dia mendelik menatap Nayra dengan tatapan tajamnya.


"Kamu kenapa sih, Nay?!" tanya Rainer dengan suara sedikit lebih keras.


Nayra tidak langsung menjawab. Dia mengatur napasnya agar tidak ikut terpancing emosi.

__ADS_1


"Aku mau tidur. Nggak mau ngapa-ngapain," ucap Nayra sambil menarik selimutnya hingga menutupi bahu.


Rainer yang melihat tingkah istrinya tersebut langsung mendengus kesal. Dia membalikkan tubuhnya untuk membelakangi Nayra. Malam itu, pertama kalinya bagi Rainer dan Nayra tidur sambil 'cedit-ceditan.'


__ADS_2