Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Masih Single


__ADS_3

Bayi yang ada di atas pangkuan perempuan tersebut dengan rakus langsung mengenyot sumber makanannya tersebut. Seolah dia takut tidak akan mendapatkan makanannya itu lagi.


Melihat tingkah si bayi, Felix langsung berjalan mendekat. Entah mengapa dia merasa tertarik saat si bayi langsung terdiam saat mulutnya sudah tersumpal benda yang menggembung tersebut.


"I-itu kok bisa ada asinya? Ka-kamu apain?" Bukannya berterima kasih, entah mengapa pertanyaan itu yang keluar dari mulut Felix.


Seketika perempuan tersebut langsung mendongakkan kepala untuk menatap Felix dan mendengus kesal.


"Bukan urusan Om, ya. Sekarang, mending Om ke minimarket untuk membelikan anak ini susu. Biasanya, bayi akan suka terbangun di malam hari karena haus."


Felix menyadari ucapan perempuan tersebut ada benarnya. Dia segera mengangguk dan bergegas menuju pintu. Namun, langkah kaki Felix terhenti saat mendengar panggilan.


"Tunggu, Om!" 


Felix segera menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang.


"Ada apa?"


"Sekalian beli popok bayi dan minyak telon. Sabun bayi, handuk, dan segala perlengkapannya. Sepertinya, di rumah ini tidak ada perlengkapan bayi," ucap perempuan tersebut sambil melirik ke arah tas bayi yang masih terbuka.


Kening Felix berkerut. Fia sama sekali tidak tahu apa saja yang dibutuhkan oleh bayi.

__ADS_1


"Gu-gue nggak tahu apa saja yang dibutuhkan bayi," cicit Felix.


Perempuan tersebut hanya bisa mendengus kesal. Dia segera meminta ponsel Felix dan mencatat beberapa keperluan yang dirasa cukup penting untuk bayi. Setelah mendapatkan catatan itu, Felix segera bergegas menuju minimarket yang letaknya tak begitu jauh dari apartemennya tersebut. Felix hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk sampai di sana dengan menggunakan kendaraan.


Begitu sampai di minimarket, Felix segera mencari seluruh kebutuhan si bayi. Bahkan, dia membeli beberapa sekaligus agar tidak kehabisan. Hingga sekitar empat puluh menit kemudian, Felix sudah selesai berbelanja. Dia segera membayar dan bergegas pulang.


Beberapa saat kemudian, Felix sudah kembali ke apartemennya. Namun saat membuka pintu, Felix tidak menemukan keberadaan si bayi dan perempuan tersebut. Otaknya sudah mulai berpikiran yang tidak-tidak.


Felix hendak berteriak mencari keberadaan mereka, namun seketika netranya dikejutkan oleh perempuan yang baru saja keluar dari dalam kamarnya. Kedua bola mata Felix langsung terbuka saat melihat perempuan tersebut berjalan keluar dari kamar.


"Habis ngapain di kamar gue? Ngintip-ngintip daleeman?" tanya Felix. Dia sedikit emosi saat melihat ada orang lain yang memasuki kamar pribadinya.


Bukannya takut, perempuan tersebut langsung menatap tajam ke arah Felix.


Seketika Felix teringat jika ada bayi yang juga membutuhkan tempat untuk tidur. 


"Oh, te-terima kasih." Felix merasa tidak enak hati telah menuduh perempuan tersebut.


"Itu barang-barang disimpan di tempat yang bener biar mudah nyari nya. Jangan lupa jika buatin susu periksa dulu airnya terlalu panas apa tidak."


Felix mengangguk mengiyakan. Setelah itu, perempuan tersebut bergegas untuk pergi. Namun, langkah kakinya terhenti saat Felix lagi-lagi mencegahnya.

__ADS_1


"Apa lagi sih, Om? Aku mau pulang. Capek habis beres-beres, nih," ucap perempuan tersebut dengan ekspresi kesal.


"Eh, sebentar. Gue mau ngucapin terima kasih."


"Sama-sama," jawab perempuan tersebut sambil hendak melangkahkan kaki.


"Ehm, siapa nama lo? Sepertinya, gue belum pernah lihat lo di sini?" 


Perempuan tersebut berbalik dan menatap wajah Felix.


"Aku Citra. Aku memang baru pindah ke sebelah."


Felix mengangguk-anggukkan kepala sambil mengulurkan tangan.


"Gue Felix. Dan, gue masih muda, mapan, tampan, belum menikah dan masih single. Jadi, jangan panggil gue Om lagi," ucap Felix sambil menunggu balasan uluran tangannya.


Citra langsung mencebikkan bibir setelah mendengar ucapan narsis Felix.


"Belum menikah kok sudah dititipin anak. Jangan-jangan itu Om sudah depe lebih dulu dan nggak mau ngakuin anaknya."


"Eh?"

__ADS_1


Flashback off.


__ADS_2