Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Bantuan Rainer


__ADS_3

Nayra langsung mendorong bahu Rainer hingga membuat tubuh Rainer membentur pintu kamar tamu. Ekspresi linglung dan mupeng langsung menghiasi wajah Rainer. Dia langsung memprotes tindakan Nayra.


"Apa-apaan sih, Nay?" ucap Rainer sambil hendak menarik lengan Nayra.


"Kamu yang apa-apaan, Mas. Mandi dulu, gih. Gerah juga," Nayra langsung buru-buru beranjak meninggalkan Rainer dan berjalan tergesa-gesa menuju kamar.


Rainer yang melihat hal itu, hanya bisa mendesahkan napas berat. Dia melirik ke bagian bawah celananya yang sudah terasa mengetat.


"Hhhffttt. Sabar-sabar. Kita bersih-bersih, dulu. Setelah itu, kita 'makan siang'." 


Rainer beranjak menuju kamar untuk menyusul Nayra. Setelah memasuki kamar, Rainer tidak melihat keberadaan sang istri. Sayup-sayup Rainer mendengar suara gemericik air yang berasal dari dalam kamar mandi.


Setelah itu, Rainer memutuskan untuk menyusul Nayra. Dia tahu jika pintu kamar mandi tidak pernah dikunci oleh Nayra saat mandi. Sambil berjalan, Rainer segera melepaskan kancing kemeja dan ikat pinggangnya. Setelah berhasil melepaskan kemeja dan melemparkannya ke dalam keranjang, Rainer segera melepaskan celana bahan yang dipakainya. 


Kini, Rainer hanya tinggal memakai celana pendek dan kaos dalam. Tanpa ragu, Rainer langsung berjalan menuju pintu kamar mandi dan langsung membukanya


Ceklek.

__ADS_1


Pintu kamar mandi langsung terbuka. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Rainer langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi. Tentu saja hal itu membuat Nayra yang sedang berada di bawah guyuran shower langsung menoleh. Kedua bola mata Nayra langsung membulat saat melihat Rainer segera melorotkan ****** ********.


"Astaga, Mas! Mau ngapain, sih?" Nayra mendadak panik. Dia sudah mulai khawatir jika Rainer akan meminta jatahnya saat itu. Bukannya tidak mau, tapi Nayra merasa dia pasti akan kedinginan nanti.


"Masih tanya mau apa? Tentu saja mau mandi. Memang ke kamar mandi mau apa lagi jika sudah polosan begini? Masa iya mau naikin kamu. Kalau kamu mau, aku sih ikhlas-ikhlas saja," jawab Rainer dengan ekspresi tanpa dosa.


Nayra langsung mencebikkan bibir. Dia sudah cukup hafal dengan celetukan-celetukan Rainer yang seenaknya sendiri itu.


"Kalau mau mandi, gantian napa sih, Mas. Aku masih mandi ini."


Rainer mencebikkan bibir sambil melangkah mendekati Nayra yang masih berdiri di bawah guyuran shower.


Entah apa yang ada di pikiran Rainer. Memangnya Nayra tidak bisa melakukannya sendiri? Othor jadi bingung. 🤧


"Aku juga bisa menggosok tubuhku sendiri, Mas. Terima kasih. Nggak usah dibantu juga aku bisa mandi dengan bersih," tolak Nayra. Dia merasa was-was jika dirinya akan langsung di lahap oleh sang suami.


"Nggak kamu nggak bakalan bisa. Sini, aku bantuin." Rainer kekeh memaksa. Dia bahkan sudah mendesak tubuh Nayra hingga menempel pada dinding kamar mandi.

__ADS_1


"Eh, kamu kok maksa sih, Mas?" Nayra mendadak panik saat merasakan tangan Rainer sudah mulai menyusuri pinggang hingga pinggulnya.


"Mana ada aku memaksa. Aku hanya mau membantu menggosok tubuh kamu saja," jawab Rainer.


Belum sempat Nayra melakukan protes, tiba-tiba kedua kaki Rainer sudah menyusup diantara kedua paha Nayra dan menahannya agar tidak menyusup. Dan, ketika Nayra hendak membuka mulutnya, tiba-tiba Rainer langsung meelumat bibir Nayra dengan rakus. 


Sontak saja hal itu membuat Nayra langsung berusaha mengimbangi tindakan Rainer. Belum sempat Nayra mengambil napas lagi, tiba-tiba dia merasakan ada beberapa jari yang mulai menggosok-gosok di bawah sana. Tentu saja hal itu membuat Nayra kelojotan.


"Aahh, Maasssh. Ke-kenapa itu yang digosok? Aahhh," racau Nayra setelah berhasil melepaskan pagutan bibir Rainer.


Bukannya menghentikan tindakannya, namun Rainer semakin menggencarkan aktivitasnya. Ditambah lagi, kini wajahnya langsung menyusup ke dalam ceruk leher Nayra.


"Aku mau bantu kamu. Kamu kan bisa gosok bagian ini. Nanti aku bantu gosok dalamnya juga."


"Eh?"


***

__ADS_1


Sambil nunggu up, bisa mampir dicerita othor yang baru, ya. Yuk, kepoin cerita othor di judul "Kok, Jadi Nikah?"


__ADS_2