Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Persiapan Pulang


__ADS_3

Hari ini, Felix meminta ijin untuk pulang lebih awal. Dia sudah mendapat pesan dari Citra jija Finn sudah diperbolehkan pulang. Kondisi Finn sudah cukup membaik. Bahkan, sejak pagi bayi laki-laki tersebut sangat aktif bergerak meski dalam stroller. Citra belum berani menggendong Finn dengan menggunakan kain gendongan.


Menjelang pukul tiga sore, Felix sudah tiba di rumah sakit. Finn yang melihat kedatangan sang papa langsung tertawa-tawa bahagia. Dia tampak sekali ingin digendong oleh Felix. Tentu saja hal itu membuat Felix gemas dan berniat untuk mengambil Finn ke dalam gendongannya.


Namun, baru saja Felix berniat untuk menggendong Finn, Citra yang saat itu tengah membereskan barang-barang Finn, sudah lebih dulu bersuara.


"Jangan gendong Finn dulu, Om! Om kan dari luar, badan Om pastinya banyak kuman dari luar. Jangan buat Finn terkena kuman-kuman yang Om bawa, ya." Citra langsung beranjak menghampiri Finn dan langsung meraupnya ke dalam pangkuan. Dia masih tidak terlalu berani menggendong Finn lama-lama.


Tentu saja tindakan Citra tersebut membuat Finn kesal dan langsung merengek. Alhasil, tangisan Finn kembali terdengar setelah seharian tadi dia cukup anteng.


"Tuh, kan. Gara-gara Om ini Finn jadi rewel dan nangis begini, kan." Citra langsung melayangkan pelototan tajam ke arah Felix. Sementara Finn, dia masih mengulurkan tangannya untuk meminta gendong Felix.

__ADS_1


Tentu saja tangisan Finn saat itu membuat Felix kebingungan. Namun, dia tidak bisa melakukan apa-apa karena sadar jika tubuhnya masih kotor dan tentu saja bau keringat. Citra yang melihat Felix masih berdiri di dekatnya, langsung menoleh.


"Ngapain masih di sini sih, Om. Sana mandi dulu terus urus administrasi Finn. Setelah ini kan bisa langsung pulang."


Seketika Felix tersadar. Dia segera mengangguk dan bergegas menuju kamar mandi. Finn yang melihat Felix beranjak meninggalkannya menangis semakin kencang. Mau tidak mau, Citra segera menenangkannya dengan mencoba memberikan asi untuk Finn. Dan, beruntung saat itu Finn langsung mau menyusu dan kembali tenang.


Tak berapa lama kemudian Felix sudah selesai membersihkan diri. Dia yang tadi sebelum masuk ke kamar mandi sudah membawa baju ganti, bisa langsung berjalan menghampiri Finn setelahnya.


"Uuhhh, anak papa kangen ya? Cup cup cup." Felix memberikan banyak kecupan di pipi gembul Finn. Mendapati banyak kecupan dari sang papa, Finn langsung tertawa-tawa. 


"Ini bisa diurus sekarang administrasinya?" tanya Felix sambil menoleh ke arah Finn.

__ADS_1


"Iya, bisa. Tadi aku sudah bilang ke petugasnya, Om."


"Baiklah. Kita minta infus Finn dilepas saja dulu. Setelah itu, aku akan pergi mengurus administrasinya."


Citra mengangguk setuju. Hingga tak berapa lama kemudian, seorang perawat datang untuk melepaskan infus Finn. Finn sempat merengek saat infusnya dilepas. Dia bahkan tidak mau diturunkan dan masih setia menempel kepada Felix.


Setelah selesai, Felix pun berniat menurunkan Finn karena dia hendak mengurusi administrasi rumah sakit. Namun, lagi-lagi Finn menolak ditinggal oleh Felix. Rayuan Citra dengan di iming-imingi asi pun tidak mempan kepada Finn. Dia tetap menempel pada gendongan Felix.


Akhirnya, mau tidak mau Felix mengajak Finn untuk mengurus administrasi rumah sakit. Beruntung tempat administrasi berada tak jauh dari kamar Finn. Citra yang masih khawatir pun terpaksa ikut dan mengekori Felix beserta Finn yang masih berada di gendongannya.


"Waahh, adek nempel terus sama papanya, ya. Sepertinya, nggak rela jika papanya disabotase mama, nih." Seorang perawat yang sedang membantu Felix mengurus administrasi menggoda Finn.

__ADS_1


"Iya, Sus. Sepertinya dia mau protes karena takut papanya ngelonin mamanya nanti malam. Hahaha."


__ADS_2