Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Nayra benar-benar tidak menyangka jika malam itu dirinya di lahap habis-habisan oleh Rainer. Bahkan, rambutnya yang masih basah setelah mandi, harus dibiarkannya membasahi sprei dan bantal kamar tidur mereka.


Malam itu, Rainer benar-benar menggila. Entah bagaimana caranya dia bisa memiliki energi yang seolah tidak pernah ada habisnya saat menggempur Nayra.


Kedua tubuh pasangan suami istri tersebut langsung ambruk. Bahkan, tubuh Nayra benar-benar terasa lemas. Tulang-tulangnya terasa dilolosi dari tubuhnya. 


Nayra tak kuasa menahan kantuk. Dia bahkan sudah tidak menyadari saat Rainer memakaikan kaos kebesaran miliknya dan membopong tubuhnya pindah ke ruang kerja lamanya yang sudah beralih fungsi menjadi sebuah kamar tamu.


Rainer tidak mungkin membiarkan mereka tidur di atas tempat tidur yang sudah acak-acakan dan basah di beberapa bagian tersebut.


Tak berapa lama kemudian, Rainer langsung menyusul Nayra ke alam mimpi. Tubuhnya terasa ringan dan damai hingga membuat rasa kantuk segera datang.


Pagi itu, Rainer dan Nayra bangun sedikit terlambat. Namun, mereka masih bisa mengejar waktu untuk berangkat ke kantor seperti biasa.


Hari ini, Rainer pergi ke perusahaannya sendiri. Dia berangkat ke kantor terpisah dengan Nayra. Berhubung hari ini tidak ada agenda meeting, Rainer langsung berangkat menuju kantor perusahaannya sendiri. Sepertinya, selama Felix mengambil cuti, Rainer akan lebih sering berada di perusahaannya.


Nayra tak membutuhkan waktu lama untuk berangkat menuju kantor. Hari ini, dia memang sengaja membawa mobil. Nayra berniat untuk belanja barang-barang kebutuhan rumah tangga setelah pulang dari kantor.

__ADS_1


Setelah memarkirkan kendaraan, Nayra segera berjalan menuju lobi. Dia biasa menyapa beberapa orang disana. Kebiasaan itu memang sudah dilakukannya sejak awal menjadi sekretaris papa Rainer. Dan, meskipun kini Nayra sudah menjadi menantu pemilik perusahaan, dia masih tetap melakukan hal yang sama.


Saat Nayra tiba di depan ruangannya, dia melihat keberadaan orang yang tidak asing sedang duduk di sebuah sofa yang ada di depan ruangan kerja Rainer. Nayra berjalan mendekat ke arah orang tersebut sambil berusaha memasang wajah bersahabat.


"Selamat pagi, Mbak Regina. Apa kabar?" saya Nayra saat sudah berada di depan tamu yang sedang memainkan ponsel tersebut.


Ya, pagi itu yang tengah datang berkunjung ke kantor Rainer adalah Regina.


Begitu mendengar sapaan Nayra, Regina langsung mendongakkan kepala dan menatap sinis ke arah Nayra. Dia menolehkan kepala ke kiri dan ke kanan Nayra untuk mencari-cari keberadaan seseorang.


"Kamu datang sendiri?" Bukannya menjawab pertanyaan Nayra, Regina justru balik bertanya.


"Dimana Rainer? Aku ingin bertemu dengannya."


"Oh, Pak Rain hari ini tidak ke kantor, Mbak." 


"Tidak ke kantor? Apa maksud kamu tidak ke kantor?" Regina tampak gusar. Dia menatap ke arah Nayra dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


"Pak Rain ada urusan di luar kantor, Mbak."


"Urusan apa?" Regina masih tidak menyerah.


"Maaf, Mbak. Saya juga kurang tahu." Nayra masih menatap wajah Regina sambil mengulas senyuman.


""Cckkkk. Dasar sekretaris tidak becus! Buat apa jadi sekretaris jika tidak tahu kemana atasannya pergi. Atau jangan-jangan, kamu memang sengaja tidak mau memberitahu aku kemana Rainer pergi, hah?!" Regina langsung naik pitam.


Nayra menggelengkan kepala. "Saya benar-benar tidak tahu, Mbak. Tadi sebelum berangkat, Pak Rain hanya bilang tidak pergi ke kantor. Hanya itu," jawab Nayra.


Sebenarnya, bukan Nayra tidak mengetahui kemana Rainer pergi. Hanya saja, dia memang sengaja tidak memberitahu kepada Regina tentang keberadaan Rainer. Nayra sudah tahu jika Rainer tidak suka berurusan dengan Regina maupun papanya.


"Cckkk, dasar. Kalian berdua sama saja!" Regina menghentakkan kaki dengan kesal sebelum beranjak pergi meninggalkan Nayra tanpa berpamitan.


Nayra hanya mencebikkan bibir melihat tingkah Regina tersebut.


"Cckkk, mana mungkin kami berdua sama? Jika sama, mana bisa kami merasakan enaknya mainan 'mur dan baut'."

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak buat othor ya. Kasih like, komen dan vote bagi yang masih punya. Biar othor e tambah semangat up. 🤗


__ADS_2