Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Lanjutan


__ADS_3

Jika lupa alur ceritanya, bisa baca beberapa bab sebelumnya, ya. 🙏


Belum sempat rasa keterkejutan Nayra hilang, tiba-tiba dia merasakan tubuhnya melayang. Ternyata, Rainer membopong tubuh Nayra ke kamar mandi. Rainer ingin membersihkan tubuh mereka yang sudah penuh dengan peluh dan cairan tubuh lainnya yang sudah tercampur.


"Aaahhh, Mass!" 


Nayra langsung berteriak saking kagetnya. Bagaimana tidak, saat itu Nayra yang tengah memalingkan wajahnya karena merasa malu dengan tindakan Rainer dimana kedua tangannya masih menahan kaki Nayra untuk tidak berpindah posisi. Tentu saja bagian bawah tubuh Nayra terekspos dengan sempurna tanpa sekat atau penutup apapun di depan Rainer.


"Jangan berteriak. Kita harus bersih-bersih dulu. Nanti lengket jika mau 'reog an' di atas tempat tidur lagi," ucap Rainer sambil berjalan menuju kamar mandi. Jangan lupakan kondisi tubuh mereka yang masih polosan, membuat Nayra mengeratkan pelukannya pada leher Rainer.


Nayra membulatkan kedua mata dan mulutnya saat melirik wajah Rainer. Terlihat dengan jelas bahwa wajah suaminya tersebut tengah berbinar. Dia menatap horor wajah Rainer yang tengah tersenyum jahil sambil berjalan tersebut.


"Ma-maksudnya?"


Rainer tidak menjawab pertanyaan Nayra. Dia membuka pintu kamar mandi, dan berjalan menuju bathtub. Entah sejak kapan, rupanya bathtub tersebut sudah terisi air. Tanpa berkata apa-apa, Rainer membawa Nayra memasuki bathtub tersebut. 


Kini, mereka berdua sedang duduk berhadapan di dalam bathtub yang yang sudah dipenuhi oleh air dan busa. Ya, meskipun busa yang ada di sana, tidak menutupi bagian tubuh mereka dengan sempurna.

__ADS_1


Wajah Nayra tampak merah karena sejak mereka memasuki bathtub, Rainer tak berhenti menatap wajah istrinya tersebut. Tentu saja hal itu membuat Nayra semakin salah tingkah.


"Ke-kenapa menatapku seperti itu, Mas?" Nayra bertanya sambil menundukkan kepala. Tentu saja kedua tangan masih menyilang di depan dadanya. Entah mengapa wajah Nayra semakin memanas.


"Memangnya kenapa? Apa tidak boleh menatap wajah istri sendiri?" Rainer masih menatap wajah Nayra dengan tatapan lapar.


"Ehm, bu-bukan begitu. Tapi aku risih, Mas. Memangnya masih kurang yang tadi?"


"Tentu saja masih kurang."


Nayra hanya bisa mendengus kesal. Setelah itu, dia berusaha menghilangkan rasa canggungnya dan mulai menggosok tubuhnya. Namun, tiba-tiba Nayra merasa ada sesuatu yang merambat di bagian dalam pahanya. 


Bukannya menghilang, tangan Rainer yang tadi sudah merambat di bagian dalam paha Nayra justru malah menelusup semakin dalam. Dan alhasil, jari jempol tangan Rainer tersebut semakin nakal. 


"Ehm, Ma-maasss. Masa mau lagi, sih?" Nayra berusaha menggigit bibir bawahnya untuk menjaga agar tidak mendeesah. 


Namun, usahanya langsung gagal saat Rainer mulai berhitung di bawah sana. Satu, satu, satu, dua, dua, dua. Entah mengapa hitungannya hanya sampai dua. 🙄

__ADS_1


"Memangnya kenapa jika mau lagi?"


"Ehm, i-itu, anu, aaaauugghh, Maasss." Bukannya menjawab, Nayra justru mencengkram lengan Rainer dan refleks malah membuka kedua kakinya semakin lebar.


Melihat hal itu, Rainer semakin bersemangat. Dia beringsut semakin mendekat. Dan tanpa aba-aba, Rainer melepaskan jari tangannya dan mengangkat pinggul Nayra ke atas pangkuannya.


"Eh, eh. Ma-mau apa, Mas?" Sontak saja hal itu membuat Nayra semakin panik.


Rainer tidak menggubris pertanyaan Nayra. Dia sudah mulai sibuk di bawah sana untuk memasangkan 'kunci dan gembok' agar tidak meleset keluar jalur. 


"Aaaahhhhhh." Sontak saja tindakan Rainer tersebut langsung membuat Nayra berteriak tertahan.


Setelah memastikan 'kunci dan gembok' terpasang dengan sempurna, Rainer mendongakkan kepala dan menatap wajah Nayra yang tengah mupeng menahan sesuatu dibawah sana. Wajahnya mendongak ke atas, dan kedua matanya terpejam serta bibir bawahnya tergigit. Entah mengapa ekspresi itu membuat Rainer benar-benar suka.


"Jangan ditahan-tahan apapun yang ingin kamu keluarkan," ucap Rainer sambil mulai bergerak di bawah sana. Jangan lupakan bibirnya kembali menelusuri leher Nayra dan meninggalkan lagi gigitan di sana.


"Aaahhh, Maasss."

__ADS_1


Mohon maaf upnya lama. Terima kasih untuk yang masih bersabar menunggu 🙏


__ADS_2