
Sementara di tempat Rainer, dia masih terus memperhatikan Nayra yang sedang berjalan kesana kemari untuk menyiapkan keperluan Rainer untuk mandi sore itu.
"Jangan jalan ke kamar mandi dulu, Mas. Sebentar aku ambil handuk dulu," ucap Nayra sambil berjalan menuju walk in closet untuk mengambil handuk Rainer.
Ya, Nayra sore itu Nayra memutuskan untuk menuruti keinginan sang suami untuk mandi. Nayra yang sudah risih dengan rengekan Rainer, mau tidak mau akhirnya menuruti keinginan suaminya tersebut. Dengan sangat hati-hati, Nayra membantu Rainer untuk membersihkan diri.
"Aku nggak mau jika hanya lap-lap seperti biasanya. Aku maunya mandi," ucap Rainer saat Nayra sudah kembali dan berdiri di depannya.
"Iya, iya. Nanti pelan-pelan saja. Bahu kanan nggak usah kena air. Nanti lengan kanan saja yang di lap," jawab Nayra sambil membantu Rainer berdiri.
Mau tidak mau, Rainer hanya bisa pasrah. Dia yang masih belum bisa berjalan sendiri, harus memasrahkan tubuhnya dibantu berjalan oleh sang istri. Setelah sampai di kamar mandi, Rainer segera duduk di kursi plastik yang sudah Nayra siapkan sebelumnya.
"Bajunya dilepas semuanya saja." Rainer langsung berbicara saat Nayra menyiapkan air untuk mandi.
Nayra mencebikkan bibir. Sepertinya, dia bisa menebak modus apa yang akan Rainer pakai untuk mengerjainya.
"Bajunya basah nggak apa-apa, Mas. Nanti juga langsung dicuci, kok."
Rainer menatap kesal ke arah Nayra. Jangan lupakan bibirnya yang sudah mencebik kesal.
"Nggak mau, Nay. Aku nggak nyaman. Lepasin ih, bajunya." Rainer terus bergerak-gerak di atas kursinya.
__ADS_1
Nayra yang melihat hal itu, hanya bisa mendesahkan napas berat.
"Kenapa harus di lepas sih, Mas? Kamu nggak malu apa jika polosan begini?" ucap Nayra sambil mulai melepaskan kancing kemeja Rainer.
"Kenapa harus malu? Biasanya aku juga polosan di depan kamu, kan?" Rainer tidak mau kalah.
Nayra hanya mencebikkan bibir kesal. Dia tidak mau lagi menanggapi omongan Rainer.
Tak berapa lama kemudian, kemeja Rainer sudah berhasil lepas. Kini, giliran celana Rainer yang harus Nayra bantu lepaskan. Nayra tidak memiliki pikiran yang aneh-aneh saat membantu Rainer sedikit berdiri untuk menarik celananya tersebut.
Namun, saat Nayra berhasil menurunkan celana tersebut, dia dibuat kaget saat ada 'tongkat kasti' yang memantul dengan tegaknya.
Rainer mencebikkan bibir sambil menarik tangan Nayra dan mengajaknya untuk bermain 'kasti'.
"Biarin. Dia tau siapa yang paling pintar memegang tongkatnya. Sekarang, sebelum mandi 'main kasti' dulu, ya. Kamu bisa improve, kan?" ucap Rainer sambil menaik turunkan alisnya.
"Improve bagaimana? Pakai kaki mau?"
"Hah?"
***
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Felix terlihat berjalan dengan cepat untuk memasuki sebuah restoran. Dia sudah ada janji dengan seseorang yang membantunya untuk menyelidiki asal usul Finn.
"Pak Felix?" sapa seorang laki-laki. Dia mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Felix. "Saya Agung, orang kepercayaan Tuan Willy," lanjut laki-laki itu.
"Ah, iya. Salam kenal, Pak Agung." Felix menjabat tangan Agung sambil mengulas senyumannya.
"Panggil saya Agung saja, Pak. Sama seperti Tuan Willy dan Mas Rain."
"Ah, baiklah. Kalau begitu, jangan panggil saya 'pak' juga. Saya belum setua itu," ujar Felix sambil terkekeh.
"Baiklah. Saya akan memanggil anda Mas Felix seperti Mas Rain saja." Agung menawarkan.
"Itu lebih baik." Felix cukup puas dengan usul Agung tersebut.
Setelahnya, kedua laki-laki tersebut langsung mengambil tempat duduk berhadapan. Sambil menunggu pesanan makanan datang, keduanya mengobrol ringan. Agung masih belum menyampaikan apa yang diperolehnya kepada Felix.
Tak berapa lama kemudian, pesanan makanan mereka datang. Felix dan Agung memutuskan untuk menyantap makanan tersebut lebih dulu. Hingga sekitar dua puluh menit kemudian, makanan mereka sudah ludes. Baru setelahnya, Agung memberikan sebuah amplop besar yang berisi data hasil temuannya.
Felix segera membuka amplop tersebut dan langsung membacanya. Kedua bola mata Felix membesar saat mendapati informasi tentang Finn.
"Jadi, ibu kandung Finn meninggal dua hari setelah melahirkan?"
__ADS_1