
Rainer melihat Nayra yang masih berdiri diam tak bergeming. Dia segera menggeser tubuhnya yang saat itu tengah duduk di atas sofa di ruangan Nayra.
"Duduk sini. Kita sarapan bareng," ucap Rainer.
Nayra segera menggelengkan kepala. "Tidak usah, Pak. Anda habiskan saja sarapannya. Saya bisa sarapan lagi nanti." Nayra mengelak permintaan Rainer.
Tentu saja Nayra mengelak permintaan Rainer, karena tidak mungkin dia harus makan semangkok berdua lagi. Sudah cukup kemarin dia berbagi makanan dengan atasannya tersebut. Namun, tidak untuk pagi ini.
Rainer terlihat tidak suka dengan jawaban Nayra. Dia menoleh ke arah Nayra dengan tatapan tajamnya.
"Duduk dan sarapan, Nay! Setelah ini, kamu harus melakukan meeting online dengan sekretaris pak Jimmy. Setelah itu, kita akan meeting bersama. Kamu tidak akan ada waktu untuk sarapan lagi." Tatapan mata Rainer langsung menghunus tajam ke arah Nayra.
"Ta-tapi, Pak…," belum sempat Nayra menolak kembali, Rainer sudah lebih dulu memotong ucapannya.
"Duduk, Nay!" Si pemaksa langsung berteriak. Mau tidak mau, Nayra hanya bisa pasrah. Dia harus berpuas diri dengan sarapan bubur yang akan dibagi dengan Rainer pagi itu.
Salah Nayra sendiri karena lupa dengan pesan Rainer. Jika dia tidak lupa, sudah pasti hal seperti ini tidak akan terjadi.
Seperti kemarin, Rainer menyuapkan bubur ke dalam mulut Nayra. Mereka juga terpaksa menggunakan sendok yang sama. Berhubung bubur tersebut hanya satu porsi, sarapan keduanya berakhir dengan cukup cepat.
__ADS_1
Rainer langsung beranjak setelah menyelesaikan sarapan yang disabotase dari Nayra tersebut. Sedangkan Nayra, harus segera membersihkan sisa-sisa sarapannya sebelum memulai aktivitas pagi itu.
Setelah semua beres, Nayra bersiap-siap untuk melakukan meeting online dengan sekretaris Pak Jimmy. Dia harus membahas beberapa hal detail yang diinginkan oleh perusahaan tersebut.
Sekitar hampir empat puluh menit kemudian, meeting online yang dilakukan oleh Nayra dengan sekretaris Pak Jimmy sudah selesai. Setelahnya, Nayra segera bersiap untuk memulai meeting dengan Rainer dan beberapa staf.
Seperti biasa, Rainer langsung mengoreksi beberapa hal yang tidak sesuai dengan kriterianya. Rainer yang memang sangat detail dengan semua konsep periklanan yang mereka tawarkan, benar-benar tidak ingin ada kesalahan.
Bahkan, beberapa kali para team juga harus melakukan revisi. Mereka tentu saja menuruti apa yang rainer sampaikan. Karena, selama ini tidak ada klien yang komplain dengan hasil kinerja perusahaannya. Bahkan, para klien merasa sangat puas dengan hasil pekerjaan perusahaan Rainer.
Meeting yang cukup alot dan diselingi omelan serta marah-marahnya Rainer, berakhir saat menjelang makan siang. Para anggota team kreatif benar-benar merasa cukup tertekan saat mengikuti meeting mingguan yang dipimpin oleh Rainer tersebut.
Linda yang sudah menunggu Nayra di depan ruangannya, langsung beranjak saat melihat kedatangan Nayra.
"Jadi makan siang bareng? Atau kamu ada keperluan dengan bos, Nay?" tanya Linda saat mengekori Nayra memasuki ruangannya untuk meletakkan kembali tabnya.
"Jadi, dong. Si Boss ada janji makan siang di luar."
Linda hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala. Sepertinya, siang ini dia akan memberitahukan Nayra jika dirinya sudah punya seorang kekasih.
__ADS_1
"Bagaimana jika siang ini kita makan siang di Teras Kota?" tawar Linda.
Seketika Nayra langsung mengangguk-anggukkan kepala. Dia cukup antusias dengan tawaran Linda. Sudah lama mereka tidak makan bersama di sana.
Setelah itu, Nayra dan Linda bergegas pergi ke Teras Kota, sebuah restoran sederhana yang letaknya sekitar dua kilometer dari perusahaan mereka.
Tak sampai dua puluh menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh Linda sudah memasuki area parkir. Setelahnya, mereka segera mencari meja yang masih kosong. Maklum, waktu makan siang seperti itu akan sangat ramai sekali.
Beruntung masih ada beberapa meja yang kosong di tempat tersebut. Nayra dan Linda segera memilih tempat yang berada di bagian teras yang terhubung langsung dengan taman dan kolam kecil.
Setelah memesan makanan, Nayra dan Linda mengobrol sambil menunggu makanan pesanan mereka datang. Saat itu, Linda memberanikan diri untuk memberitahu Nayra jika dia sudah memiliki pasangan.
Sebenarnya, Linda menyembunyikan statusnya saat itu karena Linda tahu siapa sebenarnya pacarnya itu. Dia memilih untuk menyembunyikan hubungannya karena tidak ingin membuat Nayra mengingat masa lalunya.
\=\=\=
Hhmmm siapa sih? 🤔
Jangan lupa tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya buat othor ya. Terima kasih.
__ADS_1