Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Kapan Menikah?


__ADS_3

Felix cukup kaget setelah mendengar ucapan Citra. Namun, dia berusaha menjaga ekspresi wajahnya agar tidak membuat sandiwara Citra gagal dan berantakan.


Kalila yang mendengar ucapan Citra masih tampak tidak percaya. Dia menyipitkan kedua matanya sambil mengamati Felix dari atas hingga bawah. Terlihat sekali jika Kalila masih tidak mempercayai apa yang baru saja di dengarnya itu.


"Suami? Lo kira gue bakal percaya jika dia suami lo?" Kalila mencibir ke arah Citra.


Bukannya kesal, Citra malah semakin menjadi setelah mendengar ucapan Kalila tersebut.


"Terserah lo mau percaya atau tidak. Bukan tugas gue untuk buat lo percaya atau tidak. Mau lo percaya kek, mau lo nggak percaya kek, yang jelas gue sudah menikah dan sudah punya anak. Nih, anak dan suami gue."


"Lagian, gue yakin sebenarnya jika lo bukan nggak percaya, sih. Lo hanya merasa kesal saat tahu jika gue sudah menikah. Apalagi, suami gue modelan begini. Sudah ganteng maksimal, sekseh, apalagi goyangannya, beuuhhh. Mantab. Dijamin bikin merem melek nggak nggak mau berhenti," ucap Citra sambil mencibir ke arah Kalila.

__ADS_1


Citra sama sekali tidak menyadari jika ucapannya tadi sudah membuat laki-laki yang berdiri di sampingnya itu mupeng tidak karuan. Otaknya otomatis sudah mulai menjadi penerjemah ucapan Citra tadi. Dan, sudah pasti ditambah-tambahi dengan beberapa adegan yang membuat Felix tambah mupeng.


Kalila berdecak kesal setelah mendengar ucapan Citra. Dia kelihatan sekali tidak terima dengan apa yang baru saja diucapkan mama Finn tersebut.


"Omong kosong! Modelan seperti lo nggak pantes dapetin semua itu. Gue yakin apa yang lo omongin hanya omong kosong belaka. Ingat Cit, lo sudah pernah mempermalukan gue di kampus waktu itu. Jangan kaget jika gue akan balas perbuatan lo!" 


Kalila menuding Citra sambil menatap nyalang ke arahnya sebelum berlalu meninggalkan mereka. Bahkan, Felix yang hendak menyahuti ucapan perempuan tersebut pun langsung dicegah oleh Citra. Alhasil, Felix terpaksa diam saja mendengar ocehan kedua perempuan tersebut.


"Siapa itu tadi?" tanya Felix setelah Kalila tidak terlihat.


"Mau ke toilet. Aku nitip Finn sebentar."

__ADS_1


Citra mengangguk dan membiarkan Felix memasuki toilet khusus laki-laki. Citra berjalan meninggalkan toilet menuju meja mereka. Sambil sesekali menimang Finn yang sudah mulai terlelap, Citra segera menyantap makan siang mereka yang ternyata sudah diantarkan.


Tak berapa lama kemudian Felix sudah selesai dan kembali ke meja mereka. Mereka makan siang bersama tanpa ada pembahasan lebih lanjut tentang apa yang baru saja terjadi. Namun, dalam hati Felix berjanji akan membahasnya nanti.


Setelah selesai makan siang, Felix dan Citra langsung bergegas pulang. Finn sudah terlelap dengan nyaman dalam gendongan Citra. Sempat juga dia bangun dan langsung tidur kembali saat Citra memberikannya asi.


Citra langsung membaringkan Finn di atas tempat tidur begitu mereka sudah tiba di apartemen. Felix juga membantu membawa dan memasukkan barang-barang belanjaan mereka. Hingga setelah selesai membereskan barang-barang belanjaan, Felix langsung menahan langkah kaki Citra saat hendak berjalan menuju dapur.


"Eh, ada apa, Om?" tanya Citra bingung dengan kening berkerut.


"Kapan kita akan menikah?" tanya Felix dengan tatapan tajam ke arah Citra.

__ADS_1


"Eh, me-menikah?"


Hayo, gaskeun nggak nih?


__ADS_2