Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Cerita Citra 4


__ADS_3

Mendengar ucapan Felix, sontak Citra langsung menoleh dan menatapnya dengan tatapan tajam. 


"Sudah ku bilang tadi aku ikut terapi hormon karena permintaan kakakku, Om! Enak saja diperas. Dikiranya sapi apa?!" ucap Citra berapi-api.


Felix yang tersadar pun langsung merutuki mulutnya.


"Eh, so-sorry. Bukan begitu maksudnya tadi," kilah Felix.


"Cckkk. Bukan begitu apa? Om kira aku perempuan gampangan yang seenaknya saja menawarkan diri agar bisa di peras dan di reemas sembarangan begitu?!" Ciyra tak mau menyerah.


Felix menggelengkan kepala dan tangannya. 


"Tidak. Bu-bukan begitu. Aku hanya heran bagaimana bisa 'itumu' menghasilkan asi sementara kamu belum menikah. Memang pakai cara seperti apa?" 


Citra mencebikkan bibir sambil menatap tajam ke arah Felix.


"Aku tidak akan menjelaskan bagaimana prosesnya kepada Om. Yang jelas, selama sekitar satu setengah bulan aku harus bolak balik mengunjungi dokter yang sudah disiapkan oleh suami kakakku agar bisa melakukan seperti apa yang diminta oleh kakak."

__ADS_1


"Dan, sampai akhirnya semua usaha itu membuahkan hasil. Aku bisa mengeluarkan asi. Bahkan, asiku menjadi berlebih seperti sekarang ini," ucap Citra sambil masih menatap wajah Finn yang sudah terlelap tersebut. Namun, bayi laki-laki tersebut belum melepaskan mulutnya dari sumber makanannya.


Felix mengangguk-anggukkan kepala. Dia tidak berani lagi memaksa Citra untuk menjawab berbagai pertanyaan yang masih mengganjal di kepalanya. Namun, satu hal yang benar-benar ingin Felix ketahui. 


"Kenapa kakak kamu meminta kamu yang menjadi ibu susu anaknya? Kenapa bukan majikan perempuannya?"


Citra melirik sekilas ke arah Felix sebelum kembali menjawab pertanyaan itu.


"Dia terkena kanker payudara dan masih harus menjalani kemo, Om. Dan, saat itu kondisinya benar-benar kritis. Kakak dan suaminya tidak mungkin membiarkan dia melakukan hal itu."


Lagi-lagi, Felix hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala. Sedikit banyak dia bisa memahami kejadian yang dialami oleh Citra dan kakaknya.


Citra tidak langsung menjawab pertanyaan Felix. Dia terlihat menata ekspresi wajahnya agar tidak menangis kembali.


"Kakak dan suaminya mengalami kecelakaan tunggal di tol. Mereka meninggal di lokasi kejadian. Dan, janin kakak pun tidak bisa diselamatkan," jawab Citra sambil berurai air mata.


Seberapa kuat pun dia berusaha, Citra masih terlalu sedih kehilangan satu-satunya keluarga yang dimilikinya. Felix yang melihat hal itu, refleks mendekati ke arah Citra. Entah dapat insting dari mana Felix tiba-tiba menarik tubuh Citra yang tengah memangku Finn ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Citra pun tanpa ragu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Felix. Air mata masih bercucuran dari kedua matanya hingga membasahi pipi. Suara isak tangis Citra pun masih cukup jelas terdengar meskipun lirih.


Tak tanggung-tanggung, Felix mengusap-usap bahu kanan Citra untuk memberikan semangat kepada perempuan tersebut. Tanpa sadar, Felix sedikit membungkuk dan memberikan beberapa kecupan pada bagian atas kepala Citra yang tengah bersandar di dadanya.


Seketika Citra yang tersadar dengan apa yang sedang terjadi. Dia langsung mendorong tubuh Felix dan berteriak dengan kencang. Jangan lupakan sorot mata tajamnya langsung tertuju pada wajah Felix.


"Apa yang Om lakukan?! Om mau kerang ajar terhadapku?!" teriak Citra sambil mendorong tubuh Felix.


Felix yang kaget pun langsung gelagapan sambil berpegangan pada sandaran sofa. Dia menggelengkan kepala dengan cepat.


"Ti-tidak. Tentu saja aku tidak mungkin berbuat hal seperti itu. Aku laki-laki baik dan tidak akan berbuat hal-hal aneh," kilah Felix.


"Mana ada laki-laki baik tapi tidak sadar telah membuat bayi? Jangankan bertanggung jawab, mengingat siapa ibu dari anaknya saja tidak bisa. Cuiihh, laki-laki yang hanya mau enaknya saja. Giliran disuruh bertanggung jawab gelagapan," cibir Citra.


Belum sempat Felix menyahuti ucapan Citra, terdengar suara rengekan Finn dan diikuti oleh tangisan yang cukup keras. Rupanya, tidur Finn terganggu karena ulah dua orang yang sedang berdebat tersebut 


"Huuuaaa huuuaaaaa."

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejeak untuk cerita ini, ya. Terima kasih 🤗


__ADS_2