Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Tingkah Aneh Rainer


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Rainer mendapat sambutan dari para karyawannya. Mereka menyambut kedatangan Rainer di kantor dan mendoakan agar cedera Rainer segera pulih. 


Siang itu, ada rapat dadakan yang harus dilakukan oleh Rainer. Dia harus memastikan beberapa pekerjaan yang sempat ditinggalkannya, sudah berjalan dengan lancar. Beruntung selama dia dirawat di rumah sakit, tidak ada masalah yang berarti. Rapat dadakan tersebut juga hanya berlangsung selama kurang lebih satu jam.


Saat makan siang, lagi-lagi Rainer membuat Nayra kelimpungan. Dia minta dipesankan soto ayam tapi dengan taburan daging angsa. Itupun juga harus daging bagian sayap angsa.


Nayra dan Resta yang mendengar permintaan Rainer tersebut benar-benar pusing. Mereka bingung harus mencari kemana pesanan Rainer tersebut.


"Mbak, ini bagaimana? Mana ada tempat yang jual makanan aneh seperti itu?" Resta mengusap wajahnya dengan kasar. Dia benar-benar bingung harus mencari dimana pesanan Rainer tersebut.


Beruntung Linda yang juga mengetahui permintaan aneh Rainer, memberikan ide. Dia mengenal pemilik rumah makan yang menjual soto ayam yang cukup enak. Dia bisa memesan seperti permintaan Rainer. Hanya saja, butuh waktu untuk membuatnya. Apalagi, mereka juga harus mencari angsa terlebih dahulu.


Siang itu juga, Resta dan Linda langsung bergegas menuju rumah makan yang dimaksudkan oleh Linda. Sementara Nayra, dia harus menjelaskan hal itu kepada Rainer.

__ADS_1


"Cckkk. Bukannya semakin normal, ini malah semakin aneh saja permintaannya. Ya kali ada soto angsa di jual. Ada-ada saja."


Nayra masih menggerutu saat berjalan menuju kamar mandi. Dia berniat untuk mengganti pembalut. Ya, sudah sejak kemarin Nayra datang bulan. Namun, hal tidak biasa terjadi. Bukannya 'banjir' seperti biasa, yang didapatkan Nayra hanya beberapa bercak darah. Dan, itupun hanya sedikit.


"Kok tumben nggak lancar, ya? Ehm, apa mungkin karena kemarin kecapekan dan stres gara-gara Mas Rain kecelakaan itu, ya?" Nayra bergumam sambil mencuci tangan di wastafel. 


Menjelang pukul tiga sore, makanan pesanan Rainer sudah datang. Dan, lagi-lagi Rainer berbuat ulah. Dia meminta Nayra, Linda dan Resta untuk makan bersama. Mau tidak mau, mereka akhirnya memakan soto angsa tersebut di ruangan Rainer.


Karena harus mencarikan makan siang untuk Rainer, Resta dan Linda pun harus pulang terlambat untuk menyelesaikan pekerjaannya. Beruntung sekali Rainer langsung mentransfer uang bonus untuk tenaga yang mereka berikan saat bersusah payah mencarikan soto angsa.


Nayra dan Rainer langsung pulang begitu jam kerja selesai. Sebenarnya, Nayra sudah mengomel sejak setelah makan soto angsa. Dia tidak mau jika Rainer terlalu capek bekerja. Namun, bukan Rainer jika tidak keras kepala. Dia tetap ingin pulang kantor seperti biasa sambil menunggu laporan dari Felix. Mau tidak mau, Nayra hanya bisa menuruti keinginan Rainer tersebut.


Makan malam hari itu, berlangsung seperti biasa. Nayra bersyukur saat Rainer tidak meminta hal-hal yang aneh. Saat sakit, Rainer memang sangat manja dan sering memiliki permintaan yang di luar nalar. Sejak sebelum menikah, Nayra sudah cukup hafal dengan hal itu.

__ADS_1


"Mas, akhir pekan ini mama minta kita menginap di rumah. Mama mau mengadakan acara pengajian sebagai bentuk syukur karena kesembuhan kamu." Nayra menjelaskan niat mertuanya tersebut.


Rainer menghentikan aktivitas menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. Dia menatap Nayra dengan kening berkerut.


"Kenapa harus di rumah?"


"Eh, memangnya kenapa?" Nayra bingung dengan respon sang suami.


"Rumah besar kan di renovasi bagian samping, Nay. Jika membuat acara, pasti juga nggak bisa banyak mengundang orang."


"Mama mau buat pengajian, Mas. Mungkin, ibu-ibu sekitar komplek yang diundang," jelas Nayra.


"Nanti saja aku sendiri yang hubungi mama untuk membatalkan acara itu."

__ADS_1


"Lho, Mas?!"


__ADS_2