
Glek.
Nayra langsung menelan salivanya dengan keras. Dia benar-benar terkejut saat mendengar ucapan sang sahabat. Dia bahkan langsung terdiam tanpa tahu harus berkata apa.
Sementara itu, Linda yang masih belum mendengar jawaban dari Nayra, kembali bertanya.
"Nay, kamu masih disana?"
Sontak saja hal itu membuat Nayra gelagapan. "Eh, i-iya, Lin."
"Kamu lagi ngapain sih? Ngelamun?"
"Eh, enggak kok."
Terdengar helaan napas dari seberang sana. Sepertinya, Linda tidak percaya begitu saja dengan jawaban dari Nayra. Dia sudah terlalu hafal dengan tingkah Nayra. Namun, belum sempat Linda kembali bersuara, terdengar suara seseorang memanggil namanya. Mau tidak mau Linda segera mengakhiri panggilan telepon tersebut.
Linda juga berjanji akan menghubunginya nanti saat makan siang. Dan, tentu saja Nayra hanya bisa pasrah mengiyakan ucapan sahabatnya tersebut.
Setelah mematikan panggilan telepon, Nayra kembali melamun. Dia masih kepikiran dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya tersebut.
"Apa benar apa yang dikatakan oleh Linda tadi? Bagaimana jika semua yang dikatakan Linda tadi benar?" gumam Nayra sambil menggigiti bibir bawahnya.
Seketika Nayra merasa merinding. Dia membayangkan bagaimana jadinya nanti jika Rainer benar-benar melakukan hal seperti itu?
"Astaga, aku tidak bisa membayangkan seberapa remuk badanku nanti. Belum apa-apa saja aku sudah bisa membayangkan bagaimana perihnya 'ituku'. Apalagi, itu si senapan air Mas Rain benar-benar di luar nalar besar dan panjangnya," ucap Nayra sambil meraup wajahnya dengan kasar.
Hingga beberapa saat kemudian, panggilan telepon Resta kembali membuyarkan lamunan Nayra. Beruntung Nayra bisa mengalihkan pikirannya karena ada hal yang memang harus dilakukannya.
__ADS_1
Menjelang makan siang, pikiran Nayra kembali gundah saat Linda menghubunginya lagi. Rupanya, Linda masih belum puas dengan pertanyaannya tadi yang belum sempat dijawab oleh sahabatnya tersebut.
"Hallo," sapa Nayra begitu panggilan telepon terhubung.
"Hallo, Nay. Kamu masih hutang jawaban tadi." Linda langsung menagih jawaban Nayra.
Mendadak, Nayra jadi terlihat bingung. Dia masih bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Linda. Namun, belum sempat Nayra menjawab, Linda kembali bersuara.
"Eh, tunggu dulu. Ada sesuatu yang mau aku ceritakan." Linda menyela Nayra yang ingin menjelaskan sesuatu.
"Eh, ada apa?"
"Tadi aku pergi ke bagian kreatif untuk menyerahkan draft dari si Boss. Dan, aku cukup terkejut saat mendengar Daniar ngomong jika sekitar satu minggu yang lalu, melihat Pak Rain dan Pak Felix, asistennya sedang berada di KUA."
"Daniar bilang, keduanya tengah berbicara di bagian pencatatan pernikahan. Ada juga dua orang lain yang bersama dengan mereka. Dan, kamu tahu apa yang dikatakan oleh Daniar? Dia bilang jika kemungkinan Pak Rain akan atau sudah melangsungkan pernikahan," ucap Nayra.
"Eh, se-serius?" Nayra mendadak panik. Entah mengapa dia jadi khawatir jika ada teman kantornya mengetahui berita pernikahannya itu.
"Iya, serius. Bahkan, Daniar juga tidak sendiri saat itu. Dia bersama dengan si Gus."
"Gu-Gustian LaLeLa?"
"Iya, Gustian Laki-laki Lemah Gemulai itu."
Nayra hanya mendesahkan napas beratnya. Entah mengapa dia menjadi cemas. Meskipun begitu, dia tetap harus menjalani semua ini, kan?
"Eh, tapi Nay, Daniar bilang, sepertinya ada yang tidak wajar dari apa yang dilihatnya saat itu."
__ADS_1
Nayra mengernyitkan kening bingung. "Tidak wajar? Maksudnya?"
"Daniar bilang, saat itu dia melihat Pak Felix sedang menyandarkan kepalanya pada bahu Pak Rain. Apa jangan-jangan Pak Rain menikah dengan Pak Felix? Apa mereka pasangan belok, Nay?"
Mendengar hal itu, entah mengapa Nayra jadi kesal. Dia merasa tidak terima jika ada yang mengatakan suaminya itu belok. Nayra sudah pernah melihat dan merasakan sendiri jika suaminya itu normal dan tidak belok. Bahkan, Nayra juga mengetahui jika 'senapan air alami' suaminya itu benar-benar bereaksi dengan sentuhan, apalagi genggaman dan elusannya. 🙄
"Enak saja. Pak Rain tidak belok. Aku sudah membuktikannya sendiri," ucap Nayra sedikit keras.
Mendengar jawaban Nayra, sontak saja Linda terkejut. "Eh, apa maksudnya membuktikan sendiri, Nay? Kamu dan Pak Rain…?"
Nayra menyadari ucapannya. Dia menggigiti bibir bawahnya karena bingung harus menjawab bagaimana. Namun, Nayra meyakinkan diri untuk tetap menjelaskan hal itu kepada Linda agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"I-itu, sebenarnya, ehm…."
"Sebenarnya apa, Nay? Ada yang kamu sembunyikan?"
"Ti-tidak. Sebenarnya, a-aku yang menikah dengan Pak Rain, bukan Pak Felix," ucap Nayra pada akhirnya.
"Ha?!"
•••
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H.
Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin. 🙏
Alhamdulillah, sudah hari senin sisakan satu vote buat babang hujan ya. Kasih vote, komen dan like banyak-banyak, buat stock othor nulis part unboxing 🤭
__ADS_1
Untuk cerita Kinan dan Zee siap-siap juga. Sisakan juga vote, like dan hadiah banyak-banyak buat mereka.
Sekali lagi, selamat idul fitri. 🙏