
Kedua bola mata Felix langsung membulat setelah mendengar jawaban Citra. Otaknya mendadak berpikiran yang tidak-tidak. Felix mengira jika kakak Citra ada main dengan majikannya tersebut hingga membuatnya berbadan dua.
"Ehm, ka-kakak kamu selingkuh dengan majikannya?" tanya Felix ragu-ragu.
Citra mendesahkan napas berat sambil mengusap kening Finn yang mulai berkeringat. Bayi laki-laki tersebut rupanya sudah mulai mengantuk.
"Awalnya, aku juga berpikiran begitu, Om. Tapi, setelah laki-laki dan kakak menjelaskan semuanya, aku mengerti keadaan mereka."
"Majikan kakak adalah pasangan suami istri yang sudah lebih dari sepuluh tahun menikah namun belum dikaruniai anak. Hingga akhirnya, majikan perempuan kakak meminta kakak untuk menjadi istri kedua suaminya."
"Kakak bilang awalnya dia tidak mau melakukan hal itu. Dia tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang dengan menikahi majikannya yang berusia dua belas tahun di atasnya. Namun, karena sang istri terus membujuknya, akhirnya lama kelamaan kakak menyetujuinya."
"Pernikahan kedua tersebut berlangsung secara sederhana. Tentu saja pernikahan tersebut masih dilakukan secara siri mengingat majikannya tersebut adalah pengusaha restoran dan kafe yang cukup terkenal di Surabaya."
__ADS_1
"Hingga setelah dua bulan menikah, kakak benar-benar mengandung. Kedua majikan kakak benar-benar bahagia. Mereka memperlakukan kakak dengan sangat baik. Bahkan, segala keperluan kakak dan biaya hidupku dijamin oleh mereka. Aku sama sekali tidak mengetahui hal itu sampai saat itu."
"Namun, ada satu hal yang baru kakak ketahui setelah kandungannya menginjak bulan ke enam. Kandungan kakak mengalami komplikasi plasenta previa. Sejak saat itu, kakak mendapatkan perawatan khusus hingga saat aku mengetahui rahasia tersebut."
"Entah mengapa setelah aku mengetahui komplikasi pada kehamilan kakak, aku sama sekali tidak bisa marah. Bahkan, aku sudah bertekad untuk mengambil cuti kuliah untuk merawat kakak."
"Namun, kakak melarangku agar tetap melanjutkan kuliah, hingga kami berdebat hebat. Dan, hal itu membuat kondisi kakak yang saat itu sedang tidak baik-baik saja menjadi ngedrop. Dia harus dirawat di rumah sakit sekitar satu minggu."
Tentu saja hal itu membuat Felix semakin penasaran.
"Hal apa yang diminta kakak kamu?"
Citra menoleh ke arah Felix sambil tangannya masih memegangi ujung kemejanya untuk menutupi sumber nutrisi Finn.
__ADS_1
"Kakak memintaku untuk melakukan terapi hormon agar bisa menghasilkan asi. Entah mengapa kakak memintaku untuk melakukan itu. Dia hanya terus memohon agar anaknya nanti tidak kekurangan asi. Kakak seperti punya feeling jika dia tidak akan bisa menyusui putranya nanti," jelas Citra lagi-lagi dengan ekspresi sendu.
Kening Felix berkerut. Dia masih belum bisa mengerti maksud ucapan Citra tersebut.
"Menyusui? Bagaimana bisa? Ka-kamu belum pernah hamil, kan? Bagaimana bisa kamu menyusui?"
Citra menoleh ke arah Felix dan menatapnya sambil mengerucutkan bibir dengan kesal.
"Tentu saja aku belum pernah menikah dan hamil, Om," jawab Citra dengan sewot. Jangan lupakan suaranya yang sedikit meninggi hingga membuat Finn terusik. Citra buru-buru menepuk paha Finn agar kembali tenang.
Felix sedikit terkejut dengan ucapan Citra.
"La-lalu, bagaimana 'itumu' bisa mengeluarkan asi jika belum pernah hamil? Apa karena sering diperas dan di reemas-rremas?"
__ADS_1