
Nayra masih menatap Rainer saat menunggu suaminya tersebut melanjutkan cerita. Hingga beberapa menit kemudian, Rainer kembali bersuara.
"Setelah sempat mendengar perdebatan Cia dan Bass, aku dan Felix langsung pergi dari tempat parkir tersebut. Kami tidak tahu lagi apa yang terjadi di antara mereka."
"Hingga, tiga atau empat hari kemudian, Bass toba-tiba datang menemuiku saat berada di sebuah kafe. Aku tidak tahu dari mana dia tahu aku sedang berada di sana. Dan, disana Bass mengatakan akan melepaskan Cia untukku dengan catatan aku bisa membahagiakan Cia."
"Tentu saja aku tidak terima dengan ucapan Bass. Aku tidak memiliki perasaan apapun kepada Cia selain sebagai teman dan adik kelas. Tidak lebih. Namun, belum sempat aku menyahuti ucapan Bass, dia sudah lebih dulu pergi setelah sebelumnya menggebrak meja."
"Aku hendak mengejarnya, namun teman-temanku yang saat itu sedang berada di sana mencegahku. Akhirnya, mau tidak mau aku hanya bisa diam."
"Rupanya, hal itu adalah awal dari kesalahpahaman Cia. Salah satu teman Cia kebetulan juga ada di kafe tersebut. Dan, dia langsung memberi kabar tentang kedatangan Bass kepada Cia. Hingga tidak sampai satu jam kemudian, Cia datang ke kafe tersebut."
__ADS_1
"Awalnya, aku tidak tahu jika Cia datang. Saat itu, kebetulan aku dan yang lainnya sedang bersiap untuk pergi. Namun, langkah kami terhenti saat Cia memanggilku. Mau tidak mau, aku berjalan menghampiri Cia yang saat itu tengah berada di bagian samping luar kafe dekat dengan tangga."
"Di sana, kami berbicara. Intinya, aku minta maaf karena tidak bisa membalas perasaannya. Namun, Cia tetap kekeh akan terus berusaha. Dia meminta waktu agar aku bisa menerimanya. Tentu saja aku tidak bisa melakukan hal itu."
"Saat itu, aku langsung beranjak menuju mobil dan Cia terus mengejarku hingga menggedor-gedor pintu mobil. Aku tidak menghiraukannya karena aku pikir, lebih baik segera pergi dari sana. Namun, kejadiaan naas terjadi. Ternyata, Cia tetap mengejar mobilku hingga keluar area parkir kafe. Dia tidak melihat kondisi jalan, hingga saat dia berlari tubuhnya langsung tertabrak oleh sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi."
"Kecelakaan pun tidak bisa dihindari. Cia menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian. Dan, sejak saat itu Bass menuduhku sebagai penyebab kepergian Cia. Dia berpikir jika dia sudah berkorban dan aku telah menyia-nyiakan Cia," ucap Rainer sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Tampak sekali dia cukup lelah dengan apa yang dialaminya.
Nayra berjalan mendekat dan memberanikan diri duduk di pegangan tangan sofa yang ditempati oleh Rainer. Entah keberanian dari mana, Nayra langsung merengkuh tubuh Rainer dan memeluknya dengan erat tanpa menyadari posisi mereka saat itu.
Saat itu, posisi tubuh Nayra lebih tinggi dari Rainer. Dan, saat dia menariknya dalam pelukan, otomatis kepala Rainer langsung terbenam pada lembah bakpao jumbo.
__ADS_1
Rainer yang semula terbawa suasana karena ceritanya, mendadak otaknya langsung ter refresh secara otomatis. Bukannya mendorong tubuh Nayra, dia justru semakin menenggelamkan wajahnya pada lembah si kembar.
Tidak hanya itu, Rainer justru menggesek-gesekkan wajahnya di sana. Dan, jangan lupakan tangan kanan Rainer yang otomatis langsung bekerja.
Meg meg uyel uyel meg meg uyel.
"Eh?"
•••
Puasa ish. Tahan, beberapa hari lagi.
__ADS_1