Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Rencana Bermalam


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan diri, Citra segera menyiapkan peralatan untuk membersihkan Finn. Dia sudah diberi tahu bagaimana cara membersihkan tubuh Finn oleh perawat tadi. Tak lupa juga Citra segera membersihkan tempat tidur Finn agar bayi tersebut merasa nyaman seperti di rumah.


"Sini, Om. Baringkan Finn di sini," ucap Citra sambil menata peralatan Finn.


Ada sebuah tempat yang memang dikhususkan untuk mengganti popok bayi yang berada di dekat jendela dan kamar mandi. Citra sudah siap dengan semua perlengkapan untuk membersihkan Finn.


Tak berlama-lama, Felix pun segera melangkah menuju tempat yang sudah disiapkan oleh Citra. Dia membaringkan Finn yang sudah cukup tenang di sana. Finn terlihat cukup mengantuk, tapi tidak mau tidur.


Dengan cekatan, Citra segera melepaskan baju yang sedang dipakai oleh Finn. Setelahnya, dia segera mengelap tubuh bayi tersebut dengan air hangat. Sesekali Finn merengek gelisah karena merasa tidak nyaman.


"Mandi dulu sana, Om. Mumpung Finn juga sudah nggak rewel," ucap Citra sambil menoleh sekilas ke arah Felix.


Felix yang sejak tadi hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Citra, langsung menoleh. Dia tersadar jika tubuhnya juga pasti sudah tidak karu-karuan baunya.


"Baiklah. Aku mandi sebentar. Setelah itu, aku akan cari makanan untuk kita."


"Hhmmm."

__ADS_1


Felix segera mengambil perlengkapan mandi dan juga baju ganti untuknya. Tidak hanya memesan baju ganti untuk Citra, rupanya Felix juga memesan baju ganti untuk dirinya sendiri. Tidak mungkin dia harus pulang untuk mengambil baju ganti di saat seperti ini.


Rupanya, Finn sudah mulai tenang saat merasakan tubuhnya segar. Dia tidak lagi bergerak-gerak gelisah saat dipakaikan baju. 


"Uuhhh, anak pintar. Sudah bersih, sudah wangi, sekarang mimi cucu, yuk. Finn kan belum mimi dari tadi," ucap Citra sambil menggendong Finn pelan-pelan menuju tempat tidur. 


Bayi laki-laki yang sudah terlihat mengantuk tersebut diam menatap wajah Citra sambil mengangkat-angkat tangan kanannya. Karena selalu merasa gemas dengan Finn, Citra tidak bisa menahan diri untuk tidak menciumi bayi laki-laki yang menggemaskan seperti papanya tersebut. Huueeekkss.


Citra ikut merebahkan diri di samping Finn untuk menyusuinya. Beruntungnya tidak ada drama seperti tadi. Finn langsung menyambar sumber nutrisinya tersebut begitu Citra menyodorkan ke depan mulut mungilnya. Seperti tengah kelaparan, Finn menyyedot dengan sangat kencang seolah-olah dia khawatir jika sumber nutrisinya itu akan direbut oleh Felix.


Bahkan, Citra sempat meringis karena sedotan Finn cukup kencang. Namun, dia berusaha tenang karena tau jika Finn cukup kelaparan. Citra mengusap-usap kepala Finn hingga membuat bayi laki-laki yang sudah cukup mengantuk tersebut mulai memejamkan mata.


Felix mengambil ponselnya dan berjalan menuju balkon untuk memesan makan malam. Dia juga memesan beberapa makanan dan beberapa buah-buahan untuk persediaan di rumah sakit karena Finn dijadwalkan akan dirawat sekitar tiga hari.


Felix menoleh ke arah dalam saat mendengar sebuah suara. Dia mendapati Citra tengah membereskan perlengkapan sisa-sisa saat membersihkan Finn tadi. Felix berjalan mendekati Citra.


"Finn sudah tidur?" tanya Felix.

__ADS_1


"Sudah, Om. Baru saja. Sepertinya, dia memang sangat mengantuk. Beruntung dia mau minum susu tadi. Aku sempat khawatir jika Finn tidak mau minum susu," suara Citra masih terdengar bergetar. Entah mengapa dia bisa sekhawatir itu terhadap Finn. Mungkin, karena dia sudah terbiasa menjaga dan merawat bayi laki-laki tersebut dan sudah menganggapnya seperti putranya sendiri.


"Syukurlah kalau begitu. Ehm, aku sudah pesan makan malam untuk kita," ucap Felix sambil berjalan menghampiri brankar Finn.


"Iya, terima kasih, Om."


Felix mengecup kening putranya sekilas karena khawatir membangunkan bayi yang baru saja terlelap tersebut.


"Nanti malam aku akan tidur di sini. Kamu bisa tidur di tempat tidur itu, dan aku bisa tidur di sofa," ucap Felix sambil menunjuk ke arah tempat tidur yang memang disiapkan untuk penunggu pasien.


Citra yang baru saja keluar dari kamar mandi, menoleh ke arah tempat tidur yang terletak di dekat jendela. Tempat tidur itu tidak akan terlihat dari depan karena dibatasi oleh sebuah partisi kayu.


"Nggak usah, Om. Aku tidur di sofa saja atau bareng Finn. Jika aku tidur disana, nanti tidak akan dengar jika Finn menangis," tolah Citra.


Felix menatap sofa yang memang berukuran besar dan berbentuk L tersebut. Jika mereka berdua tidur di sana pun masih cukup muat. Felix tidak memprotes karena memang apa yang dikatakan oleh Citra ada benarnya.


"Baiklah. Kita berdua tidur di sofa saja. Biar bisa gantian jaga Finn," ucap Felix.

__ADS_1


"Eh, berdua? Om jangan aneh-aneh, ya. Ini masih di rumah sakit." Citra langsung mendengus kesal. Dia sudah cukup hafal dengan pikiran rada-rada papanya Finn tersebut.


Bantu like, komen dan vote banyak-banyak ya, biar semangat up. 🤗


__ADS_2