Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Belanja


__ADS_3

Kehidupan rumah tangga Rainer dan Nayra berjalan seperti biasa. Mual-mual yang diderita Felix pun sudah mulai berkurang. Dia sudah mulai bisa ikut makan malam dengan Nayra meskipun dengan menu yang hampir sama setiap hari, yaitu sayur.


Meskipun begitu, Nayra tetap dengan senang hati memasakkan makanan khusus untuk Rainer meski sang suami sudah melarangnya. Nayra selalu beralasan bosan jika tidak melakukan apa-apa setelah Rainer melarangnya pergi ke kantor.


Nayra hanya sesekali pergi ke kantor ketika Resta dan Mahendra, asisten baru Rainer yang menggantikan Nayra, membutuhkan bantuannya. Biasanya, Nayra hanya membantu via online jika tenaganya benar-benar dibutuhkan.


Sementara itu, perkembangan hubungan Felix dan Citra pun sudah mulai terlihat. Citra sudah menunjukkan sinyal jika dia mulai setuju dengan ajakan Felix untuk menikah. Entah karena memang Citra sudah memiliki perasaan kepada Felix, atau karena memang dia merasa risih. Bagaimana tidak, setiap hari, pagi, siang, sore, bahkan malam, Felix selalu merongrongnya dengan ajakan menikah. Bahkan, Felix sangat senang memperkenalkan Citra sebagai mama Finn jika sedang bepergian keluar rumah.


Seperti hari ini, sejak pagi Felix dan Finn sudah bersiap-siap. Mereka akan ikut Citra berbelanja barang-barang kebutuhan Finn sekaligus bahan-bahan kebutuhan rumah tangga. Finn yang sudah sembuh dari bekas khitan kemarin, menjadi semakin aktif. Dia bahkan sudah sangat senang berguling-guling kesana kemari.


"Sudah siap?" tanya Felix saat Citra baru saja keluar dari kamarnya. Terlihat dia memakai celana jeans berwarna navy dan kaos polos berwarna baby blue. Tak lupa juga rambut kuncir kuda selalu menghiasi mahkota kepalanya tersebut.


Seperti biasa, Felix langsung terpana dengan penampilan Citra. Dia benar-benar selalu terpesona dengan segala penampilan gadis dua puluh tahunan itu. Entah saat di rumah, atau saat hendak keluar seperti ini. Penampilan Citra benar-benar membuat Felix ingin segera membawanya ke KUA.


Citra yang menyadari jika Felix masih memperhatikannya, langsung menghentikan langkah dan menoleh ke arahnya.


"Ada apa? Kenapa lihatin seperti itu?" tanya Citra.


"Kenapa kamu harus cantik begini, sih. Aku nggak rela kamu diliatin banyak orang nanti," gerutu Felix. Entah sudah berapa kali dia protes seperti itu kepada Citra.

__ADS_1


"Cckkk. Kumat." Bukannya marah, Citra bahkan hanya menanggapi dengan mencebikkan bibir sambil berjalan menghampiri Finn yang sedang goleran di atas karpet.


"Kok kumat sih, Sayang. Aku serius lho ini." Felix mulai merengek seperti biasa. Entah mengapa sekarang dia jadi semakin manja jika sedang bersama dengan Citra. Sepertinya, dia sudah mulai menyaingi Finn jika sedang berulah.


"Geli, ih. Sudah berapa kali aku bilang nggak usah panggil-panggil sayang," ucap Citra sewot.


"Biarin. Sama istri sendiri ini."


"Ish."


Citra langsung meraup Finn ke dalam gendongannya dan berjalan keluar. Sementara Felix berjalan mengekori Citra sambil membawa stroller Finn. Hingga tak berapa lama kemudian, mereka sudah berada di sebuah pusat perbelanjaan. Tujuan utama mereka adalah membeli barang perlengkapan Finn.


"Bagusan yang mana?" tanya Citra sambil menunjukkan dua buah kaos berwarna baby blue dan cream.


Felix menoleh ke arah Citra sambil mengamati pilihan warna yang dibawa oleh Citra.


"Biru bagus," jawab Felix.


"Ah, serius? Sepertinya bagusan warna cream, deh." Citra mencoba menempelkan kaos-kaos tersebut ke arah Finn.

__ADS_1


"Ya sudah, cream saja." Pasrah Felix.


"Tapi biru juga bagus, kok."


Hhhh. Felix mendesahkan napas berat. Sepertinya, apa yang diucapkan olehnya pasti akan salah dimata Citra.


"Ya sudah ambil dua-duanya. Semuanya juga bagus untuk Finn," ucap Felix pada akhirnya.


Citra menoleh ke arah Felix dengan tatapan berbinar.


"Boleh ambil semua?" tanya Citra memastikan.


"Iya, boleh."


"Ini juga boleh ambil dua?" tunjuk Citra pada dua sepatu dengan beda warna dan lagi-lagi diangguki oleh Felix.


Wajah berbinar Citra semakin jelas. Dia bahkan langsung memilih beberapa kebutuhan Finn lainnya dengan penuh semangat.


"Terima kasih, sayang. Aku bisa membayangkan bagaimana imutnya Finn memakai baju-baju ini," ucap Citra sambil memeluk Felix singkat. 

__ADS_1


Dan, Felix langsung terdiam saat mendengar panggilan Citra terhadapnya tadi. Sepertinya, Citra tidak sadar dengan apa yang diucapkannya.


__ADS_2