Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Gangguan Felix


__ADS_3

Kedua bola mata Rainer langsung terbuka dengan lebar saat mendengar gumaman Nayra. Meskipun hanya berupa gumaman, namun Rainer bisa dengan jelas mendengar gumaman tersebut. 


Entah mengapa tiba-tiba jantung Rainer berdegup dengan kencang. Sebuah senyum juga langsung terbit pada bibir laki-laki tersebut. Rainer langsung mengeratkan pelukan dan memberikan kecupan bertubi-tubi pada kening Nayra. Malam itu, hati Rainer benar-benar berbunga-bunga.


Yaelah, bang. Baru dengar gumaman begitu saja, jantung sudah berdisko ria. Bagaimana jika dengar secara langsung? Bisa-bisa Rainer langsung berjoget.


***


Sementara di apartemen Felix, laki-laki itu baru saja selesai membersihkan diri. Dia melihat Finn sudah terlelap di atas tempat tidurnya. Hati Felix benar-benar bahagia melihat bayi laki-laki yang terlihat semakin montokk tersebut.


Felix berjalan pelan-pelan ke arah tempat tidur. Dia belum membeli tempat tidur khusus untuk Finn. Sebuah senyum langsung terbit pada wajahnya saat melihat tidur pulas Finn.


Felix segera merangkak ke samping Finn, dan mulai menoel-noel lengan Finn. Sesekali dia juga memberikan beberapa kecupan pada pipi Finn hingga membuat tidur bayi laki-laki tersebut terusik. Sepertinya, Finn benar-benar kesal karena tidurnya terganggu.

__ADS_1


Dan, benar saja. Tak berapa lama kemudian, Finn terlihat menggeliat sambil sedikit membuka kedua matanya. Setelah itu, suara tangisannya langsung pecah. Felix yang melihat hal itu menjadi sedikit panik. Dia baru pertama kali menghadapi situasi seperti itu.


Belum sempat Felix menenangkan Finn, tiba-tiba pintu kamar Felix langsung terbuka. Terlihat Citra dengan wajah kagetnya langsung berjalan menghampiri Finn.


"Cup, cup, cup, Sayang. Ssshhhh, cup, cup, cup. Diam ya, sudah malam lho," ucap Citra sambil langsung meraup Finn dalam gendongannya.


Felix yang melihat hal itu, hanya bisa tersenyum nyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sedangkan Citra yang tengah menenangkan Finn, langsung menoleh ke arah Felix dengan tatapan tajamnya.


Bagaimana tidak kesal, dia sudah berusaha dengan susah payah menidurkan Finn sejak tadi, dan kini setelah Finn tertidur, Felix seenaknya saja membangunkannya.


"Nggak, kok. Beneran. Tadi cuma noel-noel sedikit doang," kilah Felix. Dia merasa bersalah telah membuat Citra bekerja dua kali untuk menidurkan Finn.


"Mana mungkin hanya noel-noel doang. Palingan Om gangguin dia tidur. Heran, deh, ini om-om demen banget gangguin anaknya. Dikira nggak capek apa nidurin bayi," gerutu Citra sambil berjalan menuju pintu. Dia ingin menidurkan Finn di luar kamar.

__ADS_1


Felix hanya bisa mendesahkan napas berat melihat kepergian Citra. Dia semakin merasa tidak enak. Seharian Citra sudah bekerja dengan keras untuk mengasuh Finn. Ditambah lagi, tadi siang hingga sore dia harus berjalan kesana kemari belanja untuk mencari seluruh kebutuhan Finn. Belum lagi memandikan Finn dan juga memasak makan malam untuk mereka. Felix benar-benar merasa tidak enak.


Felix berjalan keluar kamar untuk menemui Citra. Namun, dia mengurungkan niat mendekati Citra saat melihat dari belakang ternyata Citra tengah menyusui Finn di atas karpet yang sengaja dipasang sebagai tempat bermain Finn. Felix tidak mau mengganggu aktivitas tersebut meskipun sebenarnya sangat ingin sekali bergabung di sana, eh.


Karena tidak mau mengganggu, Felix melipir ke arah balkon. Dia memutuskan untuk menikmati udara malam di sana sambil memainkan ponsel. Sebenarnya, Felix biasa merokok. Namun, karena sudah ada Finn di rumahnya, Felix mulai menghindari aktivitas tersebut.


Hingga sekitar tiga puluh menit kemudian, Felix memutuskan untuk masuk karena udara semakin dingin. Felix tidak mendengar suara dari arah ruang tengah. Dia segera bergegas kesana.


Saat itu, Felix hanya bisa melihat punggung Citra yang tengah berbaring miring. Dia tidak bisa melihat tubuh Finn yang terhalang oleh tubuh Citra. Felix memberanikan diri berjalan menghampiri Citra. Dia ingin meminta Citra memindahkan Finn ke dalam kamarnya.


Namun saat Felix mendekat, kedua bola mata Felix langsung terbuka dengan lebar. Dia melihat sesuatu yang menyembul dengan sangat besar di samping wajah Finn. 


"Astaga, Finn. Aku yakin kamu pasti akan kekenyangan setelah mengenyot benda itu. Lain kali, ingat bagi-bagi sama papa, ya."

__ADS_1


__ADS_2