Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Mencoba yang Baru


__ADS_3

Tak terasa sudah H-2 acara resepsi pernikahan Rainer dan Nayra. Persiapan untuk menggelar acara resepsi pun sudah mulai dilakukan.


Sore ini, Nayra dan Rainer baru saja kembali dari hotel tempat dilaksanakannya acara resepsi pernikahan mereka. Hari ini, mereka melakukan gladi bersih dan memeriksa kelengkapan acara.


"Mas, mama dan papa beneran ngasih kita paket honeymoon setelah acara resepsi nanti?" tanya Nayra begitu memasuki kamar tidur.


Rainer yang berjalan di belakang Nayra sambil melepas kancing kemeja, langsung mengerutkan kening setelah mendengar pertanyaan Nayra.


"Memangnya kenapa? Kamu nggak mau honeymoon setelah acara resepsi nanti?"


Nayra menghentikan langkah kakinya dan berbalik untuk menatap wajah Rainer. Kepalanya menggeleng cepat dengan bibir yang mengerucut.


"Bukan begitu, Mas."


"Lalu?"


Sebelum menjelaskan maksudnya, Nayra menghela napas dalam-dalam sambil berjalan menghampiri Rainer. Nayra langsung menangkup kedua pipi Rainer dengan kedua tangannya.


"Bukan aku tidak mau honeymoon, Mas. Tapi, ingatkah kamu hari rabu nanti akan ada kunjungan dari tim penilai untuk perusahaan? Bukankah perusahaan kita akan ikut penilaian bersama dengan beberapa perusahaan lainnya?"


Rainer baru ingat dengan jadwal yang baru saja Nayra ucapkan. Dia benar-benar lupa dengan jadwal perusahaannya tersebut.

__ADS_1


Rainer menundukkan wajahnya dan memberikan sebuah kecupan pada bibir istrinya tersebut.


"Kamu benar. Aku benar-benar lupa dengan jadwal itu."


Nayra mencebikkan bibir sambil memberikan sedikit dorongan pada bahu Rainer.


"Cckkk. Jadwal sepenting itu saja bisa sampai lupa. Apa yang kamu ingat sih, Mas?"


"Tentu saja aku mengingat hal-hal yang membuat aku senang."


"Mana ada yang seperti itu?" Lagi-lagi Nayra gagal memahami maksud ucapan Rainer.


"Nanti aku tunjukkan apa yang aku senangi," ucap Rainer sambil memasuki kamar mandi.


Nayra hanya bisa menggelengkan kepala sambil berjalan melangkah menuju walk in closet untuk menyiapkan baju ganti Rainer.


Tak sampai lima belas menit kemudian, Rainer sudah keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menghampiri Nayra yang sedang duduk di atas sofa dengan kedua matanya fokus pada layar ponsel. Rainer yang saat itu hanya menggunakan handuk yang dililitkan pada pinggang, berjalan untuk menghampiri Nayra sambil menggosok rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil.


Rainer tampak tidak suka saat Nayra masih fokus pada ponsel dan tidak menoleh ke arahnya.


"Cckkk. Segitu fokusnya pada ponsel sampai tidak sadar suaminya sudah selesai mandi," sindir Rainer.

__ADS_1


Nayra menghentikan gerakan jari jempolnya dan mendongak menatap ke arah Rainer.


"Sebentar, Mas. Ini kirim beberapa file ke Resta. Biar dia rekap malam ini juga."


Rainer hanya diam memperhatikan Nayra sambil masih menggosok rambutnya yang masih basah. Hingga beberapa saat kemudian, Nayra sudah menyelesaikan aktivitasnya. Dia meletakkan ponselnya dan menatap Rainer yang masih berdiri beberapa langkat tepat di depannya.


Nayra meraih baju ganti Rainer yang diletakkan di sampingnya, dan mengulurkan ke arah Rainer.


"Sudah selesai?" tanya Rainer.


"Sudah. Semua sudah aku kirim ke Felix. Malam ini juga, Felix akan merekap semuanya. Jadi, hari rabu kita tidak akan kesulitan menunjukkan data perusahaan kita."


Rainer mengambil celana yang tengah di ulurkan oleh Nayra. Dan, tanpa merasa berdosa, Rainer melepaskan lilitan handuk pada pinggangnya. Sontak saja hal itu membuat kedua bola mata Nayra membulat karena kaget.


Bukan kaget karena bentuknya, tapi kaget karena si tersangka sudah menantang untuk berperang.


"Astaga, Mas! Bisa-bisanya itu langsung menuding tegak. Jangan terlalu omes otaknya, Mas!" Nayra menggerutu kesal sambil membuang pandangan. Wajahnya terasa panas dengan kulit tubuh mulai meremang.


"Apanya yang omes, sih? Jangan salahkan dia jika langsung 'jingkrak-jingkrak' kesenengan. Dia mau nyoba posisi baru. Sepertinya, pas jika aku berdiri dan kamu duduk di sofa itu," jawab Rainer sambil tersenyum smirk.


🤧🤧

__ADS_1


__ADS_2