Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Unboxing


__ADS_3

Sudah hampir tiga puluh menit Nayra berada di dalam kamar mandi. Dan, hal itu membuat Rainer cemas sekaligus penasaran. Dia berjalan menuju pintu kamar mandi dan langsung mengetuknya.


Tok tok tokk.


"Nay, ngapain sih di dalam? Kamu nggak kenapa-napa, kan?" Rainer masih mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


Nayra yang baru saja memakai jubah tidurnya, langsung tersentak kaget. Dia benar-benar terkejut saat mendengar suara Rainer berada di luar pintu kamar mandi. Nayra semakin mengeratkan simpul jubah tidurnya.


"Eh, ti-tidak, Mas. Aku sudah selesai, kok." Nayra buru-buru menjawab.


"Ccckkk. Cepat keluar. Jangan terlalu lama di dalam."


"Iya, Mas," jawab Nayra sambil masih memegangi jantungnya yang berdegup kencang.

__ADS_1


"Astaga! Baru begini saja sudah tremor. Bagaimana jika nanti di unboxing. Jangan sampai pingsan, Nay. Malu-maluin." Nayra masih bergumam.


Namun, setelah melihat penampilannya di pantulan kaca, Nayra buru-buru keluar dari kamar mandi sebelum Rainer kembali berteriak-teriak. Nayra memberanikan diri berjalan menghampiri Rainer. Dia berusaha bersikap biasa saja, sebelum memulai aksinya. 


Nayra sudah meyakinkan diri jika malam itu dia akan memberikan umpan kepada Rainer. Untuk selanjutnya, Nayra akan membiarkan Rainer yang beraksi. Apakah Rainer akan menerima umpan yang diberikan oleh Nayra, atau justru menolaknya.


Nayra berjalan menghampiri Rainer yang masih duduk membelakanginya menghadap ke arah televisi. Dia tampak fokus melihat film balap mobil yang dimainkan oleh Vin Diesel tersebut.


Namun, langkah kaki Nayra yang hendak menghampiri Rainer terhenti saat netranya menangkap paper bag pemberian Felix. Nayra meletakkan paper bag tersebut di atas tempat tidur. Mau tidak mau, Nayra berjalan mendekati paper bag tersebut. Dia juga cukup penasaran dengan isinya.


"Mas, aku lupa belum melihat hadiah pemberian Pak Felix," ucap Nayra sambil mendudukkan diri di samping Rainer.


Rainer menoleh sekilas ke arah Nayra, dan mendapati jika istrinya itu sudah memakai gaun tidurnya. Rainer tidak menyadari jika di dalam gaun tidur tersebut ada pancingan yang sudah disiapkan oleh Nayra.

__ADS_1


"Buka saja," ucap Rainer sambil kembali menatap ke arah televisi. Namun, tangan kanannya kini berpindah ke sandaran di belakang tubuh Nayra. Posisi tubuh Rainer sekarang, sedikit miring menghadap ke arah Nayra.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Nayra segera membuka paper bag tersebut dengan penuh semangat. Ternyata, di dalamnya ada sebuah kotak yang dihias dengan pita berwarna pink. Nayra semakin penasaran dibuatnya.


Dengan penuh semangat, Nayra segera membuka simpul pada pita tersebut. Rainer yang awalnya masih menatap ke arah layar televisi, kini mengalihkan pandangan dan menatap kotak yang kini sudah berada di atas pangkuan Nayra.


"Waahh, apa ya isinya? Aku jadi semakin penasaran," ucap Nayra sambil masih melepas ikatan pita tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian, ikatan simpul pita tersebut sudah terlepas. Nayra langsung membuka penutup kotak tersebut. Ada sebuah kertas transparan di dalamnya. Nayra membuka perekatnya dan dengan penuh semangat melihat isinya. 


Hal yang sama juga dilakukan oleh Rainer. Dia cukup penasaran dengan hadiah pemberian sahabatnya tersebut. Namun, begitu kertas penutup hadiah tersebut di buka, kedua pasang mata Nayra dan Rainer langsung terbuka dengan lebar saat mengetahui isinya. Bahkan, Nayra tampak kehilangan kata-kata saat menyadari isi hadiah dari Felix.


"I-ini?"

__ADS_1


Jangan lupakan tinggalkan jejak sebelum scroll ya 🤗


__ADS_2