Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Hampir Frustasi


__ADS_3

Tak menunggu waktu lama, Rainer langsung beranjak berdiri setelah mendapatkan informasi dari Pak Bayu tentang keberadaan Nayra.


Rainer segera menyambar kunci mobilnya dan berjalan tergesa-gesa keluar ruangan. Beberapa orang yang berpapasan dengan Rainer, merasa cukup heran saat melihatnya terburu-buru.


Begitu sampai di tempat parkir, Rainer langsung masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukan mobil menuju hotel X. Saat itu, yang ada dipikiran Rainer adalah bagaimana caranya agar dia bisa segera sampai di restoran X dan membawa Nayra pergi. 


Karena saat itu sedang jam makan siang, tentu saja jalanan cukup macet. Rainer tak henti-hentinya mengumpat karena kesal. Bahkan, beberapa kali dia harus memukul stir mobil yang ada di depannya karena mobilnya tidak juga bergerak.


Setelah hampir satu jam terjebak kemacetan, akhirnya Rainer sudah berhasil keluar dari kemacetan jalan raya. Dia menggeber kendaraan dengan kecepatan penuh agar bisa segera sampai di hotel ya dituju.


Tak sampai lima belas menit kemudian, Rainer sudah sampai di tempat parkir. Dia segera memarkirkan mobilnya dan bergegas mencari keberadaan Nayra. Rainer sedikit berlari menuju restoran hotel. 


Begitu sampai, Rainer mencari-cari keberadaan Nayra. Dia berlari kesana kemari namun tidak menemukan keberadaan Nayra. Bahkan, Rainer sempat bertanya kepada beberapa orang yang ada di sana sambil menunjukkan foto Nayra yang kebetulan ada di profil akun media sosialnya. 

__ADS_1


Lagi-lagi Rainer tidak mendapati jawaban. Orang yang ditanyai tidak melihat Nayra. Saat itu, Rainer hampir frustasi. Namun, dia tiba-tiba mendapat ide. Rainer yang memang mengenal pemilik hotel tersebut, langsung menghubungi pemilik hotel.


Tak butuh waktu lama, Rainer sudah berada di sebuah ruang pengendali CCTV dengan ditemani salah seorang manager hotel.


Rainer tampak fokus mencari keberadaan Nayra. Hingga netranya menemukan sosok Nayra tengah mengobrol dengan seorang ibu dengan sepasang suami istri dengan anak balita di sampingnya. Tak berapa lama kemudian, Rainer melihat Nayra berpamitan dan berjalan menuju area kolam renang.


Mengetahui kemana arah Nayra pergi, Rainer langsung berpamitan. Tak lupa juga dia mengucapkan terima kasih kepada petugas dan manajer yang sudah membantunya.


Secepat kilat, Rainer langsung berlari menuju area kolam renang. Sesampainya disana, Rainer mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Nayra. Namun, lagi-lagi Rainer tidak menemukan jejak keberadaan Nayra.


Rainer mempercepat larinya. Saat itu, bertepatan dengan pintu lift terbuka. Nayra segera memasuki lift tanpa sadar jika Rainer sedang berlari ke arahnya. Beruntung, Rainer bisa menghalangi pintu lift agar tetap terbuka dengan tangannya.


Sontak saja hal itu membuat Nayra terkejut. Kedua bola mata dan mulut Nayra langsung terbuka saat melihat Rainer dengan napas ngos-ngosan berdiri di depannya. Tak hanya itu, Rainer juga beringsut memasuki lift dengan kedua mata fokus menatap ke arah Nayra.

__ADS_1


Huft, berasa seperti di film-film adegannya.


Nayra yang masih kaget, langsung mundur hingga punggungnya bertabrakan dengan dinding lift.


"Pa-pak Rain?" Cicit Nayra dengan ekspresi terkejut.


Rainer tidak menjawab. Tatapan matanya masih menghujam dalam-dalam pada kedua mata Nayra. Tentu saja hal itu membuat Nayra takut.


Rainer semakin mendekat, dan mendekat. Tanpa bersuara, Rainer langsung menarik pinggang Nayra dan menyentakkannya hingga tubuh Nayra langsung menempel pada tubuh Rainer.


"Pa-Pak,"


\=\=\=

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan Si Hujan? Akankan ada hujan lokal di dalam lift? 


__ADS_2