Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Penjelasan 1


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, Felix masih merenungkan informasi yang diperolehnya. Dia benar-benar tidak menyangka jika dirinya akan mengalami masalah seperti ini.


Flashback on


"Jadi, apa yang bisa kamu jelaskan dari semua ini?" tanya Felix. Dia masih menatap wajah Agung dengan ekspresi bingung.


Setelah menghirup napas dalam-dalam, Agung mulai bercerita.


"Saya mulai mencari informasi dari orang yang mencurigakan yang tertangkap CCTV di depan apartemen Anda, Mas Felix. Saya mulai dari sana. Ada kejanggalan karena CCTV mulai dari lantai enam sampai atas mati pada saat putra Anda ditemukan." Agung mulai bercerita. Sementara Felix, masih diam mendengarkan.


"Setelah menemukan kejanggalan pada CCTV itu, saya mulai menyelidiki orang mencurigakan yang sempat terekam keluar di saat jam-jam itu," lanjut Agung.


Kening Felix berkerut mendengarkan penuturan Agung.


"Apa maksudnya dengan orang mencurigakan? Apa dia melakukan tindakan aneh?" tanya Felix penasaran.

__ADS_1


"Tidak juga, Mas. Hanya saja, laki-laki itu terekam kamera CCTV malam itu. Dia terlihat memasuki lift apartemen dengan mendorong sebuah troli yang berisi kardus cukup besar. Dan, tidak sampai tiga puluh menit kemudian, laki-laki itu keluar lagi tanpa membawa apa-apa."


"Awalnya, saya tidak terlalu curiga dengan hal itu.  Saya mengira dia membawa barang-barang belanjaan seperti orang-orang pada umumnya. Tapi, setelah melihat dengan detail rekaman CCTV itu, saya melihat ada gelagat aneh dari tingkah laki-laki itu."


"Dia terlihat tergesa-gesa keluar dari lobi. Dan, kelihatan sekali dia celingak-celinguk mengamati sekitar. Ya, tingkahnya seperti orang yang tidak ingin ketahuan. Dari situ, saya mulai menyelidiki orang tersebut."


Kening Felix berkerut. Dia sebenarnya ingin bertanya lebih lanjut. Tapi, Felix tidak ingin memotong penjelasan Agung.


"Dua hari saya mencari tahu siapa laki-laki itu. Dari beberapa CCTV yang berhasil menangkap posisinya, saya bisa menemukan jika dia menyewa sebuah kos-kosan tak jauh dari kantor Anda. Mungkin, hal itu dilakukan sekaligus untuk mengawasi gerak-gerik anda, Mas."


"Benarkah?!" Felix tidak menyangka jika dia diikuti waktu itu.


Agung menganggukkan kepala. 


"Iya. Sepertinya, dia ingin memastikan jika Finn mendapatkan perlakuan yang baik dari Anda."

__ADS_1


Felix mendesahkan napas beratnya. Entah apa yang dipikirkannya saat itu. Yang jelas, isi pikiran Felix sudah campur aduk tidak karuan.


"Lalu, informasi apa lagi yang kamu dapatkan selain ini? Dan, apa hubungan laki-laki ini dengan Finn?" Felix masih menunggu Agung membeberkan informasi lainnya.


Agung menganggukkan kepala sebelum mulai menjelaskan lagi.


"Setelah memastikan Finn mendapat perlindungan dan perlakuan yang baik dari Anda, sore itu juga laki-laki itu langsung pergi dari Jakarta. Dia kembali ke Surabaya ke tempat asalnya."


"Saya masih mengikuti dan menyelidiki apa motif sebenarnya laki-laki itu. Hingga sekitar empat hari saya di Surabaya, saya berhasil menemui laki-laki itu setelah dia keluar dari makam ibu kandung Finn."


"Awalnya, dia kaget saat melihat saya. Kami yang tidak pernah mengenal sebelumnya, membuatnya tampak was-was. Namun, setelah saya memberikan beberapa bukti jika mengenal dan mengetahui apa yang dilakukannya, akhirnya dia mau berbicara berdua dengan saya."


"Kami memutuskan untuk berbicara di sebuah kafe yang berada tak jauh dari tempat kerjanya. Laki-laki itu bekerja di sebuah hotel. Dan, di hotel itulah tempat dimana Finn tercipta."


"Eh,"

__ADS_1


__ADS_2