Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Laki-laki Tulen


__ADS_3

Nayra langsung menoleh ke arah sumber suara. Kedua bola matanya langsung membulat saat mendapati Rainer sudah membuka kedua matanya. Dari tatapan mata Rainer, sudah berhasil membuat tubuh Nayra meremang dengan hebat.


Glek.


Nayra bersusah payah menelan salivanya dan bergerak mundur perlahan saat melihat Rainer berdiri dari posisinya. Rainer berjalan mendekat ke arah Nayra dengan tatapan lapar dan mendamba.


Astaga, kenapa wajahnya jadi meshoom begitu. Sepertinya, aku tidak akan bisa istirahat dengan tenang nanti, batin Nayra.


"Ma-mau apa, Mas?" Nayra tergagap sambil mencengkram baju horor yang sempat dilihatnya tadi.


"Mau kamu." Rainer sudah memepet tubuh Nayra. Tatapannya sudah langsung menghunus tajam ke dalam bola mata mata sang istri.


"Eh, ma-mau aku? A-aku nggak enak lho, Mas." Nayra berusaha melepaskan diri dari belitan kedua tangan Rainer.


"Cckkk. Siapa bilang. Jika rasamu tidak enak, tidak mungkin bisa membuat aku ketagihan."


Belum sempat Nayra menjawab ucapan Rainer, bibirnya sudah langsung dibungkam oleh bibir Rainer. Bahkan, tubuhnya sudah dililit oleh tangan kekar suaminya tersebut. Tengkuk Nayra juga sudah ditahan oleh tangan kiri Rainer.


Hhmmmpphhh. Eehhmmppphhh.

__ADS_1


Suara pertemuan benda kenyal tersebut memenuhi kamar hotel yang ditempati Nayra dan Rainer. Tangan keduanya bahkan tak tinggal diam. Nayra sudah mulai menjelajahi bagian depan tubuh Rainer. Sedangkan tangan Rainer, sudah mulai menuruni punggung Nayra hingga berhenti pada bagian sintal sang istri dan mereemasnya dengan gemas.


"Eeuuhhhghhhh aaahhhh." Nayra langsung menjauhkan wajahnya saat merasakan reemasan tangan Rainer di bagian belakang tubuhnya.


Tak tinggal diam, wajah Rainer langsung menyuruk ke sela-sela leher Nayra dan memberikan beberapa gigitan di sana.


"Aaahh, Ma-massss." Nayra langsung meracau tidak karuan. Namun, beberapa saat kemudian, Nayra seolah tersadar oleh sesuatu. Dia menegakkan tubuhnya dan berusaha menghentikan aktivitas sang suami.


Kening Rainer berkerut saat mendapat penolakan dari sang istri.


"Kenapa?" tanya Rainer dengan ekspresi kesal.


Sambil mendengus kesal, Rainer mau tidak mau menuruti ucapan Nayra. Sebenarnya, dia juga merasa tidak nyaman saat tubuhnya terasa lengket seperti itu. 


Dengan langkah kesal, Rainer berjalan menuju kamar mandi. Sementara itu, Nayra hanya bisa mendesahkan napas berat.


Sepertinya, hari ini aku tidak punya banyak waktu untuk beristirahat, batin Nayra.


Sementara itu, di tempat berlangsungnya acara resepsi pernikahan, mama Rainer tampak celingak celinguk mencari keberadaan kedua mempelai yang sudah tidak tampak batang hidungnya. Ya, meskipun masih menyisakan acara ramah tamah dengan kolega bisnis papa Rainer, namun setidaknya kedua mempelai masih ada di tempat acara.

__ADS_1


Mama Rainer yang melihat Felix sedang berbicara dengan Dewa, langsung mendekati mereka berdua.


"Lix, kamu lihat Rainer dan Nayra?" tanya mama Rainer.


Felix tampak mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan tidak mendapati keberadaan sahabat beserta istrinya itu.


"Mungkin sudah mulai nyicil unboxing kali, Tan," jawab Felix.


"Cckkk. Unboxing apanya? Orang sudah pembukaan dari dulu." Mama Rainer mencebikkan bibirnya.


Sontak saja jawaban mama Rainer membuat Felix terkejut. "Eh, berarti Rainer sudah jadi laki-laki tulen dong, Tan?" Wajah Felix tampak geli saat mengatakan hal tersebut.


"Hush. Kamu pikir selama ini Rainer bukan laki-laki tulen? Jangan suka sembarangan kalau ngomong. Tante sendiri yang menemani Rainer khitan dulu."


Felix hanya bisa tergelak saat mendengar jawaban mama Rainer. Sementara Dewa, hanya bisa diam mendengarkan obrolan yang entah mengapa terdengar aneh saat diucapkan oleh orang-orang besar seperti Felix dan mama Rainer.


Felix yang menyadari ekspresi Dewa yang tampak bingung, langsung mendekat dan berbisik kepadanya.


"Tenang, Wa. Selama tinggal di Jakarta, kamu harus lebih mahir nanti," ucap Felix sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Stop, Wa. Jangan ikut-ikutan Felix. Jika nanti kamu sudah terkena racun Felix, susah sembuhnya.


__ADS_2