Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Besar dan Putih


__ADS_3

Citra masih bergerak-gerak gelisah. Dia terlihat tidak nyaman dengan posisinya saat itu. Felix jelas sangat mengerti apa yang dirasakan oleh Citra. Sedangkan dia tidak mungkin beranjak karena jari tangannya masih digenggam erat oleh Finn seolah tidak ingin melepaskannya.


"Kamu susuin dulu Finn biar cepat tidur. Aku akan berbalik agar tidak iri dengan Finn nanti," ujar Felix sambil berbalik memunggungi Citra dan Finn. Namun, dia tetap membiarkan Finn memegang jari tangannya.


Citra yang mendengar ucapan Felix hanya bisa mendengus kesal. Setelahnya, dia segera membujuk Finn agar mau menyusu dan segera tidur. Tak perlu menunggu lebih lama lagi, Finn langsung mengenyot sumber alami nutrisinya tersebut. Finn yang sebenarnya sudah cukup mengantuk, langsung melahap makanan alaminya tersebut.


Finn juga tidak melepaskan pegangan tangannya pada Felix. Dengan mata yang semakin sayu, Finn sudah mulai tidur. Namun, bibirnya masih terlihat enggan melepaskan boba alami Citra tersebut.


Hingga tak berapa lama kemudian, Finn benar-benar sudah terlelap. Dia melepaskan sendiri kenyotan dan pegangan tangannya pada Felix. Citra yang melihat hal itu, langsung buru-buru memasukkan aset kembar alaminya. Dia membenahi posisi Finn agar nyaman dalam tidurnya. Setelah itu, Citra berniat beranjak keluar dari kamar Felix.


Namun, belum sempat Citra turun dari tempat tidur, Felix sudah membalik badan ke arahnya. Tentu saja hal itu membuat Citra kaget. Dia berpikir jika Felix sudah tidur. Namun ternyata, Felix sama sekali belum tidur.


"Mau kemana?" tanya Felix sambil menatap lekat-lekat wajah Citra.


"Eh, ma-mau kembali ke kamar, Om." Citra mendadak gugup.


"Malam ini tidur di sini saja. Aku nggak mau Finn yang baru sembuh nanti kebangun dan rewel lagi," ucap Felix.


Citra mengerutkan kening bingung. Tentu saja dia tidak bisa memikirkan apa yang dipikirkan oleh Felix saat ini. Tidak mungkin juga dia akan tidur di ranjang bersama-sama, kan?


"Maksudnya kita akan tidur bersama di ranjang ini, Om?" tanya Citra mencoba memastikan.


"Ya, nggak begitu juga, sih. Aku akan tidur di luar. Tapi, jika kamu mau kita tidur bersama-sama di sini sih tidak apa-apa. Aku mau banget malahan," jawab felix sambil tersenyum nyengir.

__ADS_1


Tentu saja jawaban Felix tersebut membuat Citra kesal. Dia mendelik tajam ke arah Felix sambil mengerucutkan bibir.


"Aku nggak mau ya, Om. Biasanya juga aku tidur di kamar sendiri." Citra langsung protes tidak terima.


"Ya, biasanya memang begitu. Tapi, ini Finn kan baru pulang dari rumah sakit. Aku nggak mau nanti dia merengek dan nyariin kamu minta mimi di malam hari. Sebisa mungkin, kasih asi selama dia masih dalam proses pemulihan."


Citra masih terlihat ragu-ragu dengan ucapan Felix.


"Lalu, Om Felix mau tidur dimana?"


"Gampang. Aku bisa tidur di ruang tengah. Di sana ada sofa bed yang cukup besar, kan."


Citra terlihat menimbang-ninbang sebelum kemudian kembali bersuara.


"Gampanglah kalau itu. Sudah, kamu tidur di sini saja. Aku keluar dulu," ucap Felix sambil beranjak turun dari tempat tidur.


Meskipun Felix terlihat sangat meshoom, namun bukan berarti dia suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Ya, meskipun dia akan tetap menerima kesempatan seperti itu jika ada. Hehehe.


Citra langsung merebahkan diri di samping Finn setelah memastikan Felix keluar dari kamar. Sementara itu, Felix langsung merebahkan diri di sofa bed sambil memainkan ponselnya. Tak berapa lama kemudian, Felix pun langsung terlelap.


Hingga sekitar dua jam terlelap, Felix merasakan bahunya diguncang dengan pelan. Perlahan-lahan Felix membuka kedua mata dan mendapati Citra berdiri di sampingnya.


"Ada apa?" tanya Felix dengan suara khas bangun tidur.

__ADS_1


"Finn nangis terus, Om. Dia nggak mau aku susuin," ucap Citra dengan ekspresi sendu.


Mendengar nama Finn disebut, Felix langsung beranjak dari tidurnya. Dia bergegas berjalan menuju kamar dan mendapati sang putra tengah menangis. Segera dia menggendong Finn perlahan-lahan dan menimangnya 


Lama Felix menimang Finn, namun tangisannya tidak kunjung reda. Felix dan Citra semakin khawatir karena Finn juga tidak mau minum susu formula. Hingga Felix mencoba peruntungan dengan melakukan seperti tadi.


"Kamu susuin dia tidur seperti tadi. Aku akan nungguin di sampingnya seperti tadi," ucap Felix.


Citra yang paham pun langsung mengikuti ucapan Felix. Finn yang awalnya menangis, langsung memegang lengan Felix dengan erat saat dibaringkan. Namun, setelah Felix tidur di sampingnya, Finn kembali merasa tenang. 


Citra sudah tidak memikirkan posisi Felix yang masih menghadapnya. Dia buru-buru mengeluarkan sumber nutrisi Finn dan menyodorkannya pada mulut bayi laki-laki tersebut.


Dan, hap. 


Ternyata Finn langsung mengenyotnya dengan rakus. Tangannya yang masih memegang tangan Felix bahkan tidak dilepaskannya. Citra langsung merasa lega saat Finn mau menyusu lagi. Namun, setelahnya dia baru menyadari posisinya yang saat ini menghadap Felix.


Kedua bola mata Citra langsung membulat saat menyadari kedua mata Felix yang terlihat membesar sambil menatap sumber nutrisi Finn.


"Eh, O-om…," cicit Citra panik.


"Ternyata sebesar itu, ya. Putih sekali. Itu otot-ototnya sampai kelihatan. Hhhmmm."


Enaknya diapain nih Felix?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak, ya.


__ADS_2