Tetangga Kamar

Tetangga Kamar
Healing?


__ADS_3

Nayra masih menggerutu kesal ketika mobil yang dikendarai Rainer sudah keluar dari area parkir restoran. Rainer yang melihat reaksi Nayra, hanya bisa mencebikkan bibir tanpa ada niatan untuk membujuk agar Nayra tidak ngambek.


Nayra ngambek? Kenapa? Ya, alasan Nayra ngambek karena dia terpaksa harus mengikuti keinginan Rainer yang ingin healing selama dua hari di Jogja. Dan, Rainer memaksa Nayra untuk ikut dengannya.


Sebenarnya, Nayra bukannya tidak suka dengan acara berliburnya kali ini, namun dia kesal karena tidak adanya persiapan sama sekali. Nayra bahkan tidak membawa baju ganti.


Saat ini, Nayra hanya membawa tas yang berisi dompet, ponsel, charger, dan perlengkapan make up yang seadanya. Bahkan, Nayra juga tidak membawa 'onderdil dalamnya'.


Namun, kekesalan Nayra tidak berlangsung lama. Hal itu terjadi karena tiba-tiba Rainer membelokkan mobilnya di sebuah gerai pakaian yang cukup besar. Ada sebuah logo besar yang cujup terkenal, tertera di bagian depan bangunan tersebut.


"Mau apa kita kesini, Pak?" Akhirnya Nayra membuka suaranya.


"Cckkk. Tentu saja membeli baju. Kamu mau seharian nanti sampai besok memakai baju itu? Lagian, kamu juga masih pakai sepatu hak tinggi. Bisa-bisa kakimu patah jika berjalan jauh dengan menggunakan sepatu itu," ucap Rainer sambil memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


Nayra hanya bisa mendengus kesal mendengar jawaban atasannya yang suka memaksa tersebut. Setelah itu, Rainer mengajak Nayra segera keluar dari mobil. Mau tidak mau, Nayra hanya bisa mengikuti langkah kaki Rainer memasuki gerai pakaian tersebut.


"Aku akan memilih baju untukku sendiri. Pilihlah baju, setidaknya tiga atau empat pasang. Jangan lupa juga baju tidur. Tidak usah terlalu sekksi, aku nggak bakalan tergoda," bisik Rainer sebelum melangkahkan kaki menuju bagian laki-laki yang berada di sebelah kanan.


Nayra hanya bisa melongo sambil membulatkan kedua bola matanya.


"Apa katanya tadi? Jangan terlalu sekksi? Ccckk, dikiranya aku sudah sinfing kali pakai baju sekksi di depannya!" ucap Nayra kesal sambil menghentak-hentakkan kaki dan berjalan menuju bagian pakaian wanita.


Selanjutnya, Nayra memilih sebuah baju tidur baby doll berwarna pink muda dengan bagian celana sepanjang lutut dan bagian atasan berlengan pendek. Baju tidur dengan motif winnie the pooh tersebut, rupanya cukup menarik perhatian Nayra. Tak lupa juga Nayra membeli 'onderdil dalam' untuknya.


Tak lupa juga Nayra membeli sebuah sepatu kets untuk menyelamatkan kakinya dari kemungkinan lecet atau bahkan patah karena terlalu lama memakai sepatu hak tinggi.


Setelah semua selesai, Nayra segera berjalan menuju kasir yang berada di bagian tengah dekat dengan pintu keluar gedung tersebut. Rupanya, Rainer sudah berada di sana terlebih dahulu. Disampingnya sudah ada beberapa paper bag yang Nayra yakini adalah semua perlengkapan pakaian Rainer.

__ADS_1


"Sudah selesai?" tanya Rainer begitu Nayra berjalan ke arahnya.


"Sudah, Pak."


Rainer segera memberikan kartunya kepada kasir saat Nayra meletakkan barang belanjaannya di tempat yang disediakan.


"Pakai ini untuk semuanya, Mbak," ucap Rainer sambil memberikan kartu kepada petugas kasir.


"Baik, Pak."


Nayra yang melihat hal itu hanya bisa mendesahkan napas berat. Sebenarnya, tadi dia berpikir akan membayar barang-barang belanjaannya sendiri. Tapi, kalau dibayarin juga nggak apa-apa, kan? Hehehe.


Sebelum lanjut, klik like, komen dan kirim hadiah yang banyak juga boleh kok. Dan, sudah ada jatah vote juga. Sisakan satu untuk Nayra dan babang hujan ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2