
Seketika Nayra langsung mematung setelah mendengar ucapan Rainer. Dia bahkan langsung buru-buru beranjak dari atas tubuh Rainer. Kedua mata Nayra langsung mengerjap-ngerjap seolah telah tersadar dari sesuatu.
Rainer yang sebenarnya sudah sangat mupeng, hanya bisa mendesahkan napas beratnya. Meskipun kesal, tapi dia bisa memahami kondisi dang istri yang sedang dalam keadaan tidak bisa di ajak 'masak-masakan sosis'.
"Ma-maaf, Mas. Aku lupa," ucap Nayra sambil menundukkan wajahnya. Entah mengapa dia benar-benar lupa jika saat ini tengah datang bulan.
Seumur-umur, rasanya baru kali ini Nayra lupa jika sedang datang bulan. Padahal, hari ini masih masuk hari kedua. Jika biasanya pada hari kedua Nayra sedang banjir-banjirnya, entah mengapa kali ini dia sudah tidak merasakan apa-apa. Bahkan, dia juga heran saat mendapati pembalutnya yang hanya terdapat bercak-bercak saja.
Rainer mendesah berat sambil kembali duduk. Dia tidak menyalahkan Nayra dengan tingkahnya yang tiba-tiba menjadi agresif seperti itu. Rainer bisa mengerti jika apa yang dirasakan oleh sang istri, sama persis seperti apa yang dirasakannya.
"Iya, nggak apa-apa. Mungkin, sudah lama kita tidak berbagi berkeringat dan semprot-semprotan cairan bersama. Wajar jika kamu kangen," jawab Rainer dengan ekspresi yang sudah kembali ke setelan pabrik.
Nayra mendengus kesal setelah mendengar ucapan Rainer. Tentu saja dia merasa kesal. Apalagi, ucapan Rainer yang mengatakan jika dirinya kangen. Nayra benar-benar tidak terima dengan tuduhan itu. Cckkk padahal memang benar dia kangen.
"Apaan sih, Mas. Mana ada yang seperti itu," ucap Nayra sambil ngeloyor pergi ke dapur.
Melihat sang istri pergi meninggalkannya, Rainer hanya bisa mencebikkan bibir sambil menatap kepergian Nayra. Entah mengapa meski sudah menikah selama beberapa bulan, sikap Rainer tetap saja belum berubah. Padahal, jika sudah di atas ranjang, Rainer bisa langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Dari yang awalnya adalah seorang laki-laki yang dingin dan ketus, akan berubah menjadi laki-laki yang buas dan meshoooommm.
Rainer juga tidak canggung untuk memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Nayra kejang-kejang. Baik sentuhan dengan tangan, bibir, lidah, maupun dengan jari jumbo tunggal yang berada di pangkal pahanya.
__ADS_1
Malam itu, Rainer sudah bersiap-siap beristirahat. Dia melirik ke arah kamar mandi dan masih menantikan sang istri keluar dari dalamnya. Sudah hampir sepuluh menit sejak Nayra masuk ke dalam kamar mandi, namun sampai sekarang dia belum juga keluar.
Rainer yang merasa khawatir pun bergegas kembali turun dari tempat tidur. Dia berniat untuk mengetuk pintu kamar mandi dan mencari tahu apa yang sedang sang istri lakukan. Namun, belum sampai Rainer berjalan mendekati pintu kamar mandi, dia mendengar bunyi pintu kamar mandi terbuka.
Ceklek.
Seiring dengan dibukanya pintu kamar mandi, terlihat Nayra keluar dari dalamnya. Nayra cukup kaget melihat Rainer yang berdiri tak jauh dari depan pintu kamar mandi.
"Eh, Mas? Ada apa? Mau ke kamar mandi?" tanya Nayra sambil berjalan mendekat ke arahnya. Dia masih memakai bathrobe dan handuk yang menggulung di atas kepalanya. Rupanya, Nayra baru saja selesai mandi, bahkan keramas.
Rainer menggerutu kesal dalam hati. Kenapa dia bisa tidak mendengar suara shower.
"Maaf, Mas. Tadi mandi sekalian keramas juga." Nayra menjelaskan.
"Cckkk. Keramas kok malam-malam." Rainer masih mencebikkan bibirnya saat beranjak menaiki tempat tidur.
"Ya, aku kan sudah selesai datang bulan, Mas. Ya harus mandi besar, dong." Lagi-lagi Nayra harus menjelaskan.
Kening Rainer berkerut. Dia merasa aneh saat sang istri datang bulan hanya dua hari. Tidak biasanya Nayra mengalami hal seperti itu.
__ADS_1
"Kenapa cepat sekali? Biasanya juga satu mingguan."
Nayra yang saat itu tengah mengeringkan rambut di depan meja rias pun menoleh ke arah sang suami.
"Ya mana aku tau, Mas. Mungkin, siklus bulananku sedang tidak lancar karena stres. Kemarin kan habis stres banget saat kamu kecelakaan, Mas."
Rainer mengangguk-anggukkan kepala. Sepertinya, dia bisa memahami penjelasan Nayra.
"Jadi, malam ini bisa selesaikan yang tadi, kan?" Tanya Rainer sambil menatap lekat-lekat wajah Nayra dari arah cermin.
"Eh, memang masih mau?"
Hhaaa, ada memangnya yang menolak gituan? 🤔
Mohon maaf othor upnya lama, ya. 🙏
Berhubung masih masa lebaran, othor mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1444 H bagi yang merayakan.
Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin. 🙏
__ADS_1