
"Narita, adik tiri Papanya Rainer, benar-benar terpukul saat kehilangan ibunya. Dia bahkan nyaris mengakhiri hidupnya saat merasa benar-benar depresi. Namun, papanya Rainer dengan telaten menemani Narita hingga dia bisa menerima kepergian orang tuanya."
"Lambat laun, Narita bisa menjalani hidup dengan baik. Hingga aku dan papanya Rainer menjalin hubungan beberapa tahun kemudian, Narita masih tinggal dengan papanya Rainer. Aku sangat bersyukur saat mendapatkan adik yang begitu baik."
"Singkat cerita, aku menikah dengan papanya Rainer. Setelah dua tahun kami menikah, Narita pun juga akhirnya menikah dengan Pram, seniornya di kampus."
"Tahun ketiga pernikahan kami, Rainer baru hadir di tengah-tengah keluarga kecil kami. Kami benar-benar bahagia. Namun, kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama. Narita mengalami kecelakaan karena terjatuh saat menuruni tangga. Saat itu, dia tidak tahu jika sedang mengandung."
"Karena kecelakaan yang dialami Narita sangat parah, saat itu janinnya tidak bisa diselamatkan. Dia kembali down beberapa bulan setelahnya. Meskipun begitu, kami sekeluarga terus memberikan dukungan kepadanya."
"Dua tahun berlalu, ternyata musibah menimpa Narita. Ada seorang perempuan yang datang ke rumahnya dan membawa seorang anak perempuan. Dia mengaku anak itu adalah anak Pram. Bisa dibayangkan betapa sakit hatinya Narita saat itu. Bahkan, Pram pun mengakui hal itu."
__ADS_1
"Astri, nama perempuan itu. Dia memberikan bayi itu kepada Pram karena tidak mau mengasuh bayi itu seorang diri. Awalnya, Pram menolak. Dia meminta Astri menitipkan bayi itu ke panti asuhan. Saat itu, Narita yang memang menginginkan seorang anak, mengambil keputusan besar. Dia mau merawat bayi itu tapi dengan catatan Astri tidak boleh datang lagi untuk mengambilnya."
"Dan, asal kamu tahu, bayi yang aku ceritakan hasil dari hubungan gelap Pram dan Astri itu adalah Regina. Sejak saat itu, Narita mengasuh Regina dengan sepenuh hati. Mulanya, papa Rainer menolak hal itu. Namun, saat melihat Narita benar-benar menyayangi Regina, kami pun tidak bisa berbuat apa-apa."
"Tahun berganti tahun, keluarga kami hidup harmonis. Hingga saat itu Rainer dan Regina yang berbeda usia hampir empat tahun, sudah terbiasa bermain bersama. Dan, kejadian tidak mengenakkan terjadi setelah Regina memasuki SMA."
"Mama tahu saat itu Pram berusaha untuk mendekatkan Regina kepada Rainer. Dan, ternyata hal itu berhasil. Rainer lambat laun mulai menaruh hati kepada Regina. Berkali-kali mama dan papa menasehati Rainer untuk menjaga jarak dari Regina, namun dia sama sekali tidak mau mendengar."
"Sebenarnya, mama dan papa tidak masalah dengan siapa orang tua Regina, Nay. Tapi, kami tahu tujuan mereka mendekati Rainer adalah untuk mengambil alih apa yang sudah dimiliki oleh Rainer. Hal itu berlangsung hingga Rainer lulus kuliah. Bahkan, niat Pram semakin kuat saat Narita meninggal karena penyakit kanker yang dideritanya selama beberapa tahun."
"Sejak saat itu, tanpa kami minta Rainer menjauhi Regina. Apalagi, Regina sudah memulai karirnya di luar negeri. Mama hanya bisa mengawasi Rainer. Mama berulang kali mencoba mengenalkan Rainer kepada putri teman-teman Mama agar Rainer benar-benar melupakan Regina."
__ADS_1
"Namun, ternyata mama salah. Mama sama sekali tidak melihat jika ada orang terdekat Rainer yang sudah sangat perhatian, bahkan sangat memperdulikan dirinya," ucap mama sambil mengulas senyuman ke arah Nayra.
Nayra yang saat itu masih larut dalam cerita, tidak menyadari kode yang diberikan mama mertuanya tersebut.
"Eh, benarkah? Siapa dia, Ma?" tanya Nayra penasaran.
Mama mengulas senyuman dan mengedipkan sebelah matanya sebelum menjawab. "Tentu saja istri Rainer."
Entah apa yang sedang dipikirkan Nayra saat itu, sehingga dia tidak menyadari jika yang dimaksud mertuanya itu adalah dirinya. Nayra langsung membulatkan kedua bola matanya. Dia mendadak kaget dan blank seketika.
"Hah? Siapa istrinya Pak Rain?"
__ADS_1
•••
Sepertinya ada yang lupa status ini nih.