Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Pernikahan Axel


__ADS_3

Keesokan harinya, tepat hari ini Axel dan Jeny melangsungkan pernikahannya.


Ayah Axel sudah kembali ke Indonesia untuk menjadi saksi kebahagian putra satu satunya itu.


Elard dan Yura sudah bersiap menghadiri pernikahan mereka, Noah dan Nara pun turut hadir.


Mereka menggunakaan baju senada agar terlihat kompak.


"Apa yang kamu bawa?" tanya Elard saat melihat istrinya membawa sebuah kado berukuran sedang.


"Rahasia" jawab Yura acuh tak acuh kepada suaminya.


"Jangan sembunyikan apapun dariku sayang, cepat katakan apa itu?" Elard memaksa ingin mengetahui apa isi kado tersebut.


"Rahasia El, hanya wanita yang tau" ucap Yura yang tak mau kalah dari suaminya.


"Ayah.. bunda sampai kapan aku dan Nara harus menunggu kalian berdebat terus?" tanya Noah.


Yura tercengang mendengarkan pertanyaan putranya itu.


"Sejak kapan dia bersikap dewasa El?" bisik Yura.


"Entahlah sayang, sepertinya dia sudah mulai kesal. lebih baik kita berangkat sekarang" jawab Elard.


Akhirnya Mereka segera bergegas berangkat ke acara pernikahan tersebut.


***


Beberapa tamu undangan sudah hadir memenuhi ruangan pernikahan tersebut terlihat juga Excel dan Jenny berdiri di atas panggung yang di dekorasi sangat cantik dan mewah.


Tidak berapa lama Elard telah sampai mereka berempat segera memasuki gedung tersebut.


"Yura..." panggil Jeny saat melihat temannya itu baru saja tiba.


Elard Yura dan kedua anaknya menghampiri sepasang pengantin itu.


"Axel selamat ya" Yura memberikan selamat kepada Axel kemudian beralih memeluk Jeny.


Begitu juga dengan Elard.


"Daddy.. ups maksudnya uncle Axel selamat" Noah memberikan ucapan selamat kepada pria yang selama 5 tahun telah merawatnya.


Yura bahagia akhirnya kedua temannya telah resmi menjadi pasangan suami istri, doa terbaik selalu Yura panjatkan untuk mereka berdua.


"Ini untukmu" Yura menyerahkan kado yang sedari tadi di bawanya.


"Apa ini Ra?" tanya Jeny.


"Bukalah nanti setelah kalian beristirahat" jawab Yura berbisik.


Perasaan Jeny mulai tidak tenang, mungkinkah temannya itu memberikan hadiah yang sedikit mengejutkan.


Setelah bersalaman mereka melanjutkan menikmati hidangan yang sudah tersedia.


Tidak lupa Yura menghampiri orang tua Axel kemudian mereka sedikit mengobrol.


Acara demi acarapun telah selesai, beberapa tamu undangan sudah mulai meninggalkan tempat pernikahan tersebut.


Begitu juga dengan Yura, setelah ia melakukan sesi pemotretan bersama Jeny dia berpamitan untuk pulang.


Tepat pukul 10 malam mereka sudah sampai di kediamannya.

__ADS_1


Nita yang masih belum tertidur menyambut kedatangan mereka, kemudian Nita segera membawa Noah dan Nara untuk pergi kekamarnya.


"Tunggu!" saat akan menaiki tangga, Elard menarik tangan istrinya.


"Kenapa El? aku sudah sangat lelah" tanya Yura sambil mengerutkan dahinya.


"El apa yang kamu lakukan!!" teriak Yura, karena tiba tiba Pria itu menggendong tubuhnya.


Yura merasa malu karena beberapa pelayan disana menyaksikan keromantisan itu.


"El malu" ucap Yura sambil mememukul dada bidang suaminya.


"Ssssttt... diamlah, aku akan membawamu kekamar" ucap Elard.


Pria itupun segera menaiki tangga dengan menggendong tubuh istrinya.


Awalnya Yura mencoba memberontak, namun rupanya Suaminya itu enggan untuk menurunkannya.


Sesampainya di kamar Elard segera masuk ke dalam kamar mandi.


"El turunkan aku, apa yang kamu lakukan!!" Kini Yura benar benar berusaha untuk turun, dan Elard menurunkan tubuhnya di dalam bathup.


"Sebelum tidur, kita harus mendi terlebih dahulu sayang" bisik Elard di telinga Yura.


"Aku bisa mandi sendiri kamu bisa keluar" usir wanita itu.


Tentu itu tidak membuat Elard menurutinya, dengan cepat Elard memeluk tubuh istrinya, kemudian mulai mencumbui setiap inci wajah Yura.


Keinginan Elard untuk segera memiliki anak lagi semakin besar, ia ingin istrinya segera mengandung anaknya lagi.


Dan alhasil percintaan panas di dalam kamar mandi itupun terjadi.


***


"Aku akan kekamar mandi dulu, kamu bisa beristirahat" ucap Axel, kemudian pria itu masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa baju gantinya.


Sedangkan Jeny berusaha untuk mengatur detak jantungnya.


Dia merasa gerogi berada satu kamar bersama suaminya.


Padahal dia saat bekerja di hiburan malam Jeny sangat percaya diri melayani para tamunya.


Ia terbiasa berbicara bahkan bertatapan langsung dengan pria lain.


Namun kali ini ia merasa kikuk saat berada bersama suaminya.


"Aku akan ganti baju disini saja" ucap Jeny kemudian ia segera mengganti pakaiannya.


Setalah itu Jeny beralih mengambil sebuah kado yang pemberian Yura.


"Apa ini?" tanya Jeny pada dirinya sendiri.


Jeny mulai membuka kado tersebut, dan Jeny mulai terbelalak saat melihat apa isi kado tersebut.


"Yura!!" sungut Jeny, ternyata Yura memberikan lingerie yang begitu Sexy.


Jika Jeny memakainya pasti tubuhnya terlihat jelas.


Ceklek...


Tiba tiba Axel sudah selesai dengan aktivitasnya dikamar mandi, itu membuat Jeny sungguh terkejut.

__ADS_1


Secepat mungkin Jeny memasukkan baju itu kembali.


"Apa itu?" tanya Axel.


"Bukan apa apa Xel, ini kado dari Yura" jawab Jeny gelagapan.


"Apa yang dia berikan?" tanya Axel lagi sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


"Itu.. itu baju" Jeny segera memasukkan kado tersebut di dalam lemarinya.


"Apa kamu mau mandi?" tanya Axel.


Jeny memperhatikan pria yang kini telah berstatus sebagai suaminya itu.


Jeny seakan terhipnotis saat melihat tubuh sexy suaminya di balik baju yang tipis, pesonanya bertambah saat rambut Axel basah.


"Apa kamu mendengarku" ucap Axel membuat wanita itu membuyarkan lamunannya.


"Iya. aku kekamar mandi dulu" secepat kilat Jeny berlari menuju kamar mandi.


"Kenapa dia?" gumam Axel.


Didalam kamar mandi Jeny terdiam, ia bingung apa yang harus di lakukannya saat sudah keluar dari kamar mandi itu.


"Jantungku berpacu sangat kencang" ucap Jeny sambil memegangi dadanya.


tok.. tok.. tok..


Axel mengetuk pintu kamar mandi itu.


"Apa kamu akan tidur dikamar mandi?" tanya Axel dari balik pintu.


Karena hampir 1 jam Jeny tak kunjung keluar dari kamar mandi.


"Maaf aku tadi sakit perut" kilah Jeny saat ia baru saja keluar dari kamar mandi lengkap dengan baju tidurnya.


**ternyata istriku sangat cantik** batin Axel.


Jeny berjalan menuju tempat tidurnya, saat melewati Axel pria itu sempat tertegun saat merasakan aroma tubuh istrinya yang sangat harum.


Tidak ingin berlama lama terpesona Axel segera berjalan menuju tempat tidur juga.


"Selamat malam dan selamat beristirahat" ucap pria itu.


Kemudian Axel merebahkan tubuhnya dan menutupi dengan selimut tebal.


Jeny memperhatikan tubuh suaminya yang membelakangi dirinya.


"Selamat malam" ucap Jeny pelan.


Kemudian Jeny juga turut merebahkan tubuhnya.


**hampir satu jam aku berendam, nyatanya dia sama sekali tidak menyentuhku** batin Jeny.


Jeny sengaja berlama lama di kamar mandi karena ia ingin malam pertamanya sedikit berkesan bersama suaminya.


Namun apa yang di harapkan wanita itu, pernikahannya hanya sekedar pernikahan hitam di atas putih. ia sadar jika sejujurnya suaminya belum mencintainya.


_____


happy reading🄰

__ADS_1


__ADS_2