
Hampir dua jam Nara dan Rangga membersihkan ruang kerja Noah, kini kamar itu sudah berubah menjadi ruang kerja sekaligus tempat istirahat.
Keduanya duduk di atas tempat tidur karena sama sama lelah.
"Rangga aku mandi dulu ya, kamu istirahat saja dulu" kata Nara, beberapa jam berkutat membersihkan ruangan kerja kakaknya membuat tubuh Nara merasa lengket.
"Iya Nara pergilah" jawab Rangga.
Setelah Nara pergi dari ruangan itu, Rangga pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tersebut.
"Rangga!" Panggil Noah yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan itu.
"Eh..! Iya Noah ada apa?" Rangga langsung beranjak dari tidurnya dan segera menghampiri Noah.
"Aku ingin bicara denganmu, duduklah" Noah dan Rangga pun duduk di sebuah sofa yang berada di sudut ruangan tersebut.
"Ada apa Noah?" Tanya Rangga penasaran.
"Bukankah kamu sudah tau jika aku bekerja di perusahaan ayahku" kata Noah dan Rangga mengangguk.
"Oleh sebab itu aku ingin kamu menjadi asisten pribadiku di kantor maupun di luar kantor" sambung Noah.
"Apa!!! A..apa kamu serius Noah?" Tanya Rangga yang hampir tidak percaya.
"Iya aku serius, dan aku tidak ingin mendengar penolakan darimu" jawab Noah.
"Tentu aku tidak akan menolak Noah, dengan senang hati aku siap menjadi asisten pribadimu" ucap Rangga yang begitu bersemangat.
Tentu Rangga sangat bahagia bisa menjadi asisten pribadi dari sahabatnya itu, pasti akan sangat menyenangkan bisa bekerja sekaligus menjadi orang kepercayaan Noah.
Selama ini Rangga juga ingin bekerja, karena ia ingin hidup mandiri.
"Baguslah kalau begitu, siapkan berkas berkasmu... Aku akan segera membawamu menemui paman Leo, dan kamu akan belajar banyak dengan dia"
"Noah terima kasih banyak kamu sudah percaya kepadaku, sudah lama aku ingin bekerja hanya saja aku belum menemukan pekerjaan yang tepat" kata Rangga.
"Iya. Lagi pula aku tidak mungkin membiarkanmu pengangguran, jika kamu bekerja bukankah itu akan lebih cepat kamu melamar adikku" ucap Noah.
Rangga terbelalak saat Noah mengatakan kalimat tersebut, apa maksudnya Rangga sendiri tidak mengerti.
"A..apa maksudmu?" Tanya Rangga.
"Aku tau kamu menyukai adikku...! Tapi aku melarang keras adikku untuk berpacaran dengan siapapun termasuk dirimu"
"Itu sebabnya lebih baik kamu menikahinya suatu saat nanti" sambung Noah.
Rangga berfikir, mungkinkah itu artinya Noah sudah memberikan kesempatan untuk dirinya mendekati Nara.
__ADS_1
Tetapi dengan tidak berpacaran bagaimana bisa Rangga lebih dekat dengan Nara.
"Noah.. bukankah Nara sudah memiliki kekasih?" Tanya Rangga lagi.
"Kekasih siapa? Bahkan aku saja tidak mengijinkan dia berpacaran?" Noah bertanya balik.
"Damar, aku melihat dia berfoto bersama dengan pria yang bernama Dimas" jawab Rangga.
"Damar itu sahabat kami berdua, akupun sempat bertanya kepada Damar dan Nara apa mereka saling suka, dan mereka berdua menjawab tidak. Itu sebabnya aku mengijinkan Damar kuliah bersama Nara di Amerika... Aku percaya Damar akan menjadi sahabat yang baik untuk Nara" jelas Noah panjang lebar.
Tentu itu membuat Rangga bersorak bahagia di dalam hatinya, ternyata Nara tidak memiliki kekasih. Dan Noah sudah memberinya kesempatan agar Rangga bisa mendekati Nara.
Tentu Rangga tidak akan membuang kesempatan ini, ia akan berusaha agar bisa lebih cepat menghalalkan pujaan hatinya itu.
Namun masalahnya apakah Nara juka menyukainya???
"Aku sudah mengatakan apa yang ingin aku katakan kepadamu, selebihnya kamu pasti tau apa yang harus di lakukan" ucap Noah.
"Iya Noah terima kasih kamu sudah membantuku, aku akan berusaha sebaik mungkin menjaga Nara" jawab Rangga.
***
Malam harinya....
Noah Keyla dan Nara makan malam bersama, Rangga sudah pulang sore tadi dan pria itupun sudah membawa motornya kembali.
"Dia sudah pulang By, setelah mengantar motorku Rangga langsung pulang" jawab Noah sambil memasukkan sesendok nasi ke dalam mulutnya.
"Kakak kenapa tidak membeli mobil saja? Keyla sedang hamil, tidak akan baik jika naik motor sport kakak" tanya Nara.
"Iya kamu benar Nara, mungkin satu minggu lagi uang kakak terkumpul. untuk sementara kakak akan memakai mobil Rangga, dan dia akan memakai motor kakak" jawab Noah.
Setelah di fikir fikir sangat berbahaya jika Keyla harus naik motor bersamanya saat hendak keluar. Dan pastinya Keyla akan merasa tidak nyaman.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Nara memutuskan untuk masuk ke dalam ruang kerja Noah yang kini sudah menjadi kamarnya.
Sedangkan Noah dan Keyla masih duduk di ruang tengah.
"By apa kamu tidak menginginkan sesuatu?" Tanya Noah.
"Tidak, memangnya kenapa?"
"Ayolah baby... Mintalah sesuatu dariku, bukankah jika wanita hamil dia ingin memakan sesuatu? Kemudian suaminya akan segera mencarikan makanan tersebut" jawab Noah.
Keyla tertawa saat mendengarkan ucapan Noah.
Entah mengapa memang gadis itu tidak merasa menginginkan sesuatu.
__ADS_1
Saat di rumah sakit Elard sempat bercerita kepada Noah Jika seorang istri sedang hamil pasti akan menginginkan kan sesuatu atau ngidam yang aneh-aneh, seperti Yura dulu maka dari itu Noah ingin mengantisipasinya jika Keyla tiba tiba menginginkan sesuatu.
"Tapi aku benar tidak menginginkan apa-apa Noah, dengan bersamamu setiap hari itu sudah cukup bagiku" tutur Keyla.
"Iya aku tahu baby Aku setiap hari akan bersamamu, tapi apakah kamu tidak ingin makan sesuatu atau apa saja?" Tanya Noah.
"Mmm aku ingin tidur Noah, aku sangat mengantuk" jawab Keyla.
"Tidur?" Tanya Noah dan Keyla mengangguk.
"Baiklah kalau begitu kita tidur, tapi apa kamu yakin tidak menginginkan sesuatu?"
"Tidak Noah sayang... Aku butuh istirahat" jawab Keyla.
Sayang?? Iya baru saja Keyla memanggilnya sayang, setelah menunggu cukup lama akhirnya istrinya itu memanggilnya dengan panggilan sayang.
"Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan sayang!" Kata Noah.
"Tidak, aku akan tetap memanggilmu Noah" tolak Keyla.
"Ayolah baby... Aku suka jika kamu memanggilku sayang" paksa Noah, Keyla masih sedikit canggung jika memanggil suaminya dengan sebutan sayang.
"Iya..iya baiklah sayang, ayo kita tidur" ucap Keyla.
Noah pun mengangkat tubuh istrinya menuju lantai dua, dimana kamarnya berada.
Malam ini Nara belum tertidur, ia masih mengutak atik ponselnya.
Nara mengirimkan pesan kepada Dimas dan menanyakan bagaimana kabarnya disana.
"Hufhh... 2 minggu lagi aku harus kembali ke Amerika, kenapa rasanya aku masih ingin berlama lama disini??"
"Apa karena ada Rangga?" Gumam Nara.
Sebenarnya Nara masih ingin berlama lama di Indonesia, hanya saja Dimas memberitahukan jika akan ada test psikolog yang tidak bisa di wakilkan.
Nara ingin kuliahnya bisa di tempuh dalam waktu 3 tahun saja, itu sebabnya ia akan mengikuti serangkaian test agar ia bisa segera lulus lebih cepat.
"Akhir akhir ini aku merasa memiliki kehidupan baru bersama Rangga, selama ini aku memikirkan belajar belajar dan belajar... tetapi semenjak mengenal pria itu...." Nara tidak melanjutkan kata katanya.
"Astaga Nara..!! apa yang ada dalam pikiranmu, jangan berharap lebih. ingatlah kalian hanya sebatas teman" kata Nara memperingati dirinya sendiri
_____
happy reading🥰🥰
__ADS_1
maafkan jika masih ada typo bertebaran🙏