
Karena sudah mendapatkan persetujuan dari salah satu di antara mereka akhirnya Joy pun duduk di bangku tersebut pria itu duduk di hadapan Keyla.
"Bagaimana tugas kalian tadi?" Tanya Joy
"Sudah selesai Kak, kita sudah menyelesaikan semua tugas-tugasnya Kalau boleh tahu besok kira-kira ada tugas apa lagi ya?" tanya Maylan.
"Syukurlah jika kalian bisa menyelesaikannya tepat waktu tugas untuk besok masih dirahasiakan tentu kalian tidak boleh tahu" jawab Joy dan Maylan hanya tertawa kecil.
Joy memperhatikan Keyla yang hanya diam saja sambil menyantap makanannya.
"Key nanti pulang dengan siapa?" Tanya Joy kepada Keyla.
"Belum tahu Kak" jawab Keyla jujur.
"Aku bisa mengantarmu pulang jika kamu mau, sekalian dengan mu May" tawar Joy kepada Keyla dan Maylan.
"Sayang sekali kak, aku sudah membawa mobil sendiri" ucap Maylan.
Saat ini Noah sedang berdiri di sudut yang lain, ia melihat jika Keyla sedang bersama pria.
Noah sendiri mengetahui jika pria tersebut adalah Joy ketua BEM di kampus itu.
Noah hanya tersenyum sinis kemudian pergi dari kantin itu.
Seorang gadis tanpa sengaja menabrak Noah, saat Noah sedang terburu buru.
"Maaf kak maafkan aku" kata gadis itu.
Noah melihat jika gadis yang di hadapannya menggunakan baju putih dan hitam, itu artinya dia adalah mahasiswa baru yang mengikuti ospek.
"Tidak masalah" jawab Noah kemudian hendak berlalu pergi.
"Kakak tunggu" kata gadis itu.
Noah pun menghentikan langkahnya, dan berbalik melihat gadis yang memanggilnya.
"Dompetmu terjatuh" ucap gadis cantik itu sambil memberikan dompet Noah yang terjatuh.
"Thank you" jawab Noah.
"Sama sama, bolehkah kita berkenalan?" Tanya gadis tersebut sambil mengulurkan tangannya.
Karena gadis itu sudah berbaik hati mengembalikan dompet miliknya akhirnya Noah pun membalas uluran tangan gadis tersebut.
"Namaku Dona, nama kakak siapa?" Ucap gadis itu.
"Aku Noah, dan kamu tidak perlu memanggilku kakak. Karena aku juga mahasiswa baru disini" jawab Noah.
Gadis itu memperhatikan pria yang berdiri di hadapannya. Bukankah jika mahasiswa baru harusnya dia memakai dresscode yang sama dengan dirinya.
"Baiklah Noah, senang berkenalan denganmu" setelah berkenalan Noah meninggalkan gadis itu.
"Laki laki yang dingin dan tampan, sangat menarik" ucap Dona sambil tersenyum.
Kegiatan hari ini sudah berakhir, itu tandanya Keyla dan Maylan sudah waktunya pulang.
"Key kenapa kamu menolak kak Joy untuk mengantarkanmu?" Tanya Maylan
"Aku merasa canggung May, lagi pula apa kamu tadi tidak bisa melihat tatapan gadis gadis di kantin tadi? Rasanya mereka ingin menerkamku" jelas Keyla.
"Iya benar, sepertinya kak Joy banyak di sukai gadis di kampus ini. Tentu saja dia sangat tampan dan baik" puji Maylan sambil tersenyum sendiri.
Nampaknya Maylan mulai menyukai Joy.
Sesampainya di parkiran Keyla melihat sebuah mobil yang sepertinya sangat ia kenali.
__ADS_1
"Bukankah ini mobil Noah" ucap Keyla.
Keyla mencoba mencari di setiap penjuru apakah benar Noah berada di sana.
"Key, aku pulang dulu ya" ucap Maylan membuyarkan lamunan gadis itu.
"I..iya baiklah May, hati hati ya" jawab Keyla.
Maylan pun meninggalkan Keyla disana.
Keyla duduk di sebuah bangku, ia menunggu pemilik mobil yang ia yakini adalah Noah.
Cukup lama Keyla menunggu, dan akhirnya Keyla mendapati sosok Noah berjalan menuju mobil mewah tersebut.
"Noah!!" Panggil Keyla.
"Noah kamu kesini untuk menjemputku?" Tanya Keyla.
"Jangan bermimpi di siang hari" ucap Noah kemudian masuk ke dalam mobilnya.
"Noah tunggu, lalu untuk apa kamu kemari? Noah bisakah kita pulang bersama?" Keyla mengetuk pintu mobil Noah. Berharap pria itu akan memberikan tumpangan untuknya.
"Pulang saja bersama kekasihmu" kata Noah kemudian ia segera menjalankan mobilnya, hampir saja Keyla terjatuh karena tiba tiba mobil Noah melaju.
"Noahh tunggu!!" Teriak Keyla.
Namun mobil Noah tidak berhenti, mobil itu terus melaju meninggalkan kampus tersebut.
"Kenapa dengan beruang kutub, dia bilang kekasih? Apa maksudnya" gumam Keyla kebingungan.
Karena banyak mahasiswa yang melihat ke arahnya akhirnya Keyla memutuskan untuk pulang dengan jalan kaki.
Andai ponselnya tidak tertinggal pasti Keyla sudah memesan taxi online.
Namun tidak ada satupun angkutan yang melewati jalanan tersebut.
"Beruang kutub kejam!!! Tega sekali dia meninggalkan aku" gerutu Keyla sambil terus berjalan.
***
Noah sudah sampai di rumahnya, ia segera masuk dan menemui bundanya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Nak, dimana Keyla?" Tanya Yura saat melihat Keyla tidak bersama putranya.
"Keyla sudah besar bunda, tidak mungkin Noah selalu menjaganya" jawab Noah.
"Bukan begitu nak, kalian kan tadi berangkat bersama. Seharusnya pulang juga bersama" jelas Yura.
"Noah masuk dulu ya bunda"
"Kenapa dengan Noah? Apa mereka berdua bertengkar" kata Yura saat melihat Noah sudah berlalu pergi menuju kamarnya.
Satu jam kemudian....
"Bibi" panggil Keyla yang baru saja tiba.
"Key kamu kenapa? Ini kenapa kamu lusuh sekali?" Tanya Yura.
Keyla mencium telapak tangan Yura kemudian ia segera duduk di sofa ruang tamu.
"Keyla capek bi, di kampus banyak tugas" jawab Keyla berbohong.
Padahal Keyla sempoyongan karena harus berjalan kaki dari kampus sampai ke rumah tersebut.
"Astaga... Cepat mandi dan istirahat, Nita akan menyiapkan makanan untuk kalian" ucap Yura yang tidak tega melihat wajah Keyla nampak lelah.
__ADS_1
"Baik bi, Keyla permisi dulu" Keyla beranjak menuju kamarnya.
"Ada apa dengan mereka berdua" ucap Yura.
Keyla menaiki tangga dengan langkah yang tertatih-tatih, dia benar-benar sangat lelah kakinya terasa ngilu karena berjalan cukup jauh.
"Ini semua karena beruang kutub, sekali saja aku akan mengerjaimu" ucap Keyla saat ia berdiri di depan kamar Noah.
Tokk... Tok... Tok....
Keyla mengetuk pintu kamar Noah.
"Siapa?" Teriak Noah dari dalam kamarnya, namun Keyla tidak menjawab.
Keyla terus mengetuk pintu kamar Noah dengan keras.
Kemudian Keyla berlari memasuki kamarnya dan menutup pintu kamar tersebut.
Noah membuka pintu kamar miliknya, dan ia melihat tidak ada siapa siapa disana.
Kemudian Noah kembali masuk dan menutup pintunya.
Dengan pelan pelan Keyla membuka pintu kamarnya, dan ia melakukan hal yang sama sekali lagi.
Keyla mengetuk pintu kamar Noah, setelah itu ia bersembunyi.
Noah kembali membuka pintunya, dan lagi lagi ia tidak melihat siapapun disana.
Keyla mencoba menahan tawanya, ia sudah menduga pasti Noah akan kesal.
"Lihat saja kamu" gumam Noah.
Kemudian Noah menutup pintu kamarnya.
Yang ketiga kalinya Keyla melakukan hal yang sama, saat ia hendak mengetuk pintu itu tiba tiba pintu terbuka.
"Ohh jadi ini ulahmu ya" kata Noah, nampak Keyla masih mengangkat tangannya hendak mengetuk pintu kamar Noah.
"Bukan, aku hanya itu.. em memanggilmu karena itu.. aku" Keyla kebingungan menjawab ucapan Noah.
Noah memegang tangan Keyla dan menariknya.
"Kenapa? Kamu ingin menggodaku sampai harus mengetuk pintu kamarku berkali kali hah!" Ucap Noah.
Noah mendekatkan wajahnya dan terus memegang tangan Keyla.
"Tidak!! Bukan begitu tadi aku hanya ingin membuatmu kesal karena kamu... Kamu meninggalkanku" jawab Keyla sambil menundukkan kepalanya.
Ia begitu takut menatap wajah Noah.
"Dasar keong!!"
"Keluar sekarang dari kamarku, kamu masih ingin menggodaku" ucap Noah.
"Aku akan pergi jika kamu melepaskan tanganku ini" sahut Keyla.
Seketika Noah langsung melepas tangan gadis itu, dan Keyla langsung berlari keluar dari kamar Noah.
Keyla langsung masuk kedalam kamarnya.
"Menyebalkan sekali, aaaa aku sangat malu" gerutu Keyla di kamarnya.
_____
happy reading🥰🥰🥰
__ADS_1