
Terdengar suara ponsel elard berdering, panggilan masuk dari leo.
leo memberitahukan bahwa ibunya sudah sadarkan diri.
dengan cepet elard mengakhiri panggilannya dan segera berjalan menuju ruangan dimana ibunya di rawat.
"Ibu" ucap elard saat sudah memasuki ruang rawat ibunya.
"El sayang" kata sang ibu.
Elard mendekati ibunya dan duduk di sebuah kursi yang berada di sebelah ibunya.
"Bagaimana keadaan ibu?" tanya elard sambil memegang tangan ibunya.
Ibu el hanya tersenyum melihat putranya yang begitu menghawatirkannya.
"Sifa kemarilah nak" kata ibu el, sifa pun menghampiri ibu el yang masih terbaring.
"Iya tante" sahut sifa, ia berdiri di sebelah elard.
"Karena kalian sudah berkumpul disini ibu ingin mengatakan ini kepada kalian" kata ibu el sedikit terbata.
Elard seakan tau apa yang akan di katakan ibunya.
"Sebaiknya ibu istirahat saja" ucap elard, dan hendak beranjak dari duduknya.
Namun sebelum elard sempat berdiri ibu el memegang tangannya, membuat elard kembali terduduk.
"El ibu harus mengatakan sekarang" ucap ibu el lagi.
Mau tidak mau elard harus mendengarkan apa yang akan di katakan ibunya.
"El ibu ingin kamu dan sifanya menikah besok lusa, dengar el ibu tidak mau ada penolakan dari kamu. ibu sudah menurutimu menikahi wanita itu, tapi dia sama sekali tidak memperdulikanmu" ucap ibu el.
Elard hanya terdiam tanpa menjawab apapun.
"El katakan sesuatu nak" kata ibu el yang melihat putranya hanya diam.
"Aku tidak bisa menikahi sifa, aku tidak mencintainya" jawab elard.
Tentu itu membuat sifanya terkejut, ia tidak percaya bahwa mantan kekasihnya itu sudah melupakan dirinya.
"Ibu tidak perduli el, jika kamu menolak maka biarkan ibu kesakitan seperti ini sampai ibu meninggal" ancam ibu el.
__ADS_1
"Apa yang ibu katakan!!" sahut elard dengan nada yang cukup tinggi.
Ibu el menitihkan air matanya ia melepas tangan putranya dan kembali memejamkan matanya.
"Tante jangan seperti ini, kita tidak bisa memaksa el tante" ucap sifanya, ia sengaja mengatakan itu agar pria di sampingnya berubah fikiran dan mau menikahinya.
Elard tidak sanggup melihat ibunya yang menangis seperti itu. ia beranjak dari duduknya dah berjalan hendak keluar dari ruangan rawat sang ibu.
"Lakukan apa yang kalian ingin lakukan" ucap elard saat ia masih memegang gagang pintu.
Elard keluar dari ruangan ibunya, di ikuti leo yang berjalan di belakangnya.
"Tuan elard tunggu" kata leo, namun elard terus saja berjalan tanpa memperdulikan asistennya itu.
"Tuan! kenapa anda bicara seperti tadi?" tanya leo.
Kini elard masuk ke dalam mobilnya, ia duduk di bagian kemudi.
Elard melajukan mobilnya meninggalkan leo yang masih berdiri di depan rumah sakit.
Leo paham bagai mana perasaan tuannya saat ini, seandainya saja elard bisa jujur dengan dirinya sendiri tentang apa yang di rasakannya, mungkin ia bisa menjalani kehidupan seperti biasanya bersama istrinya.
"Tante baik baik saja kan?" tanya sifanya kepada ibu el.
"Lalu bagaimana selanjutnya tante?" tanya sifanya lagi.
Ibu el memegang tangan sifanya dan ia memberikan senyuman meskipun wajahnya sedikit pucat.
"Kamu dan el akan menikah besok" kata ibu el.
"Apa tante! besok?" tanya sifa memastikan, ibu el pun mengangguk.
"Bukankah tante bilang besok lusa? bagaimana jika el tidak mau?" kini wajah sifanya nampak khawatir, karena pernihakannya yang sangat mendadak.
Ia takut jika elard akan menolaknya.
"Apa kamu tidak dengar tadi yang di katakan elard? tante bebas melakukan apa pun, sebelum terlambat tante ingin kalian menikah besok" jelas ibu el.
Ibu el tidak ingin jika yura segera kembali saat elard dan sifanya belum menikah.
jika itu terjadi maka elard akan menolak untuk menikahi sifanya.
Ibu el menghubungi seseorang untuk mengurus pernikahan putranya besok.
__ADS_1
Sekali pun hanya menikah siri ibu el tidak ingin ada kekurangan di acara besok.
ia mempersiapkan dengan sangat matang.
Mulai dari ustadz, saksi dan mas kawin untuk sifanya.
Yang terpenting sifanya sah menjadi istri elard. dengan begitu akan mudah menyingkirkan yura dari kehidupan putranya.
"Tante terima kasih" ucap sifanya sambil memeluk tubuh ibu el.
"Sama sama sayang, mulai sekarang panggil tante dengan sebutan ibu" kata ibu el.
"Iya ibuku sayang" balas sifanya.
Sifa tidak sabar menunggu hari esok, hari dimana ia akan menjadi istri elard.
Akhirnya keinginannya menjadi istri elard akan segera terwujud, susah payah sifanya membuat drama tentang pernikahannya yang terdahulu dan sekarang membuahkan hasil.
Tidak perduli bagaimana perasaan elard kepadanya, yang terpenting ia bisa menjadi istri elard dan menyingkirkan yura.
Di tempat yang lain..
Setelah selesai urusannya dengan yura, axel berpamitan untuk pulang.
"Baiklah yura, ini sudah malam aku akan kembali" ucap axel.
"Terima kasih xel, hati hati ya" balas yura.
Setelah kepergian axel, yura masuk ke dalam kamarnya.
Meletakkan paperbag di atas meja rias, dan ia duduk di atas tempat tidur.
"Tuan bagai mana kabarmu? kenapa kamu tidak mencariku?" gumam yura.
"Besok aku akan kembali tuan, semoga kamu suka dengan hadiah yang akan aku berikan" sambung yura.
Kemudian yura segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia sudah tidak sabar untuk kembali menemui suaminya.
*****
Happy reading🥰 jangan lupa like n vote yaa🥰
maaf jika masih ada typo🙏
__ADS_1