
"Kak kita pergi ke kantin" ajak Nara.
"Untuk apa? Bukankah kita langsung pergi ke kelas?" Tanya Keyla bingung, karena seharusnya mereka langsung pergi menuju kelasnya.
"Aku akan menceritakan nanti" jawab Nara.
Mereka berdua pun memutuskan untuk pergi ke kantin.
Nara melihat ada tempat sampah di salah satu sudut dan ia membuang biskuit tersebut.
Nara merasa kesal dengan gadis yang mencoba mendekati suaminya, itu sebabnya Nara pun enggan memakan biskuit tersebut.
Setelah membeli sesuatu di kantin, mereka memutuskan untuk kembali ke kelas.
"Sebenarnya ada apa Ra? Aku lihat tadi kamu membuang biskuit pemberian Rangga?" Tanya Keyla.
"Sebenarnya itu pemberian seorang gadis kak, Rangga tidak meu memakannya begitu juga dengan aku"
"Gadis siapa yang kamu maksud?"
"Gadis yang sempat aku ceritakan kepadamu kak" kemudian Nara menceritakan semuanya kepada Keyla.
Tidak sungkan lagi Nara juga menceritakan bagaimana perasaan dia saat melihat Lana bertemu dengan suaminya.
Nara bisa merasakan jika Lana menyukai Rangga, itu terlihat dari cara Lana menatap dan memberikan perhatian kepada suaminya.
Kini Keyla mengerti mengapa setiap kali berpapasan dengan gadis itu, Nara terlihat tidak suka.
"Aku mengerti bagaimana perasaanmu, tapi lebih baik kamu bicarakan masalah ini dengan Rangga. Dan jangan sampai Noah mengetahui masalah ini" saran Keyla.
"Memangnya kenapa jika kak Noah tau?" Tanya Nara.
"Masih ingat kejadian Dona beberapa tahun yang lalu? Aku takut jika Noah akan melakukan hal yang sama kepada gadis itu, jadi lebih baik bicarakan ini dengan Rangga. Aku yakin Rangga bisa menyelesaikan masalah ini" jawab Keyla.
Masih teringat jelas bagaimana Dona dan sahabatnya menghianati dirinya, Keyla tidak ingin adik iparnya merasakan hal yang sama.
"Baiklah kak, nanti aku akan menceritakan semuanya kepada Rangga" kata Nara setuju.
***
Di kantor Noah dan Rangga sedang meeting dengan klien penting dari Luar Negeri.
Namun di saat semuanya sedang fokus, terlihat Rangga yang gelisah.
Beberapa kali Noah memperhatikan Asisten pribadinya itu.
__ADS_1
"Ga fokus! Kenapa kamu terlihat khawatir?" Tanya Noah berbisik.
"Maaf tuan, tapi saya sedang memikirkan Nara dia sudah makan atau belum" jawab Rangga sopan layaknya bawahan dengan bosnya.
Maklum saja, semenjak mengetahui sang istri tengah hamil tingkat kekhawatiran Rangga meningkat dua kali lipat. Noah pun dulu merasakan hal yang sama.
"Keluarlah segera hubungi Nara dan cepat masuk kembali" perintah Noah.
"Baik. Terima kasih tuan" kata Rangga dan Noah mengangguk.
Noah melanjutkan meeting siang hari ini, sedangkan Rangga bergegas keluar dari ruangan itu untuk menghubungi Nara.
Rangga mengeluarkan ponselnya dan menekan nomer sang istri, tidak butuh waktu yang lama di seberang sana Nara langsung menjawab panggilan dari Rangga.
"Hallo sayang" jawab Nara di seberang sana.
"Sayang bagaimana keadaan mu?"
"Aku baik baik saja sayang"
"Apa kamu sudah makan?"
"Iya aku baru saja selesai makan bersama kakak Key"
"Apa kamu memakan biskuitnya?"
"Oke tidak masalah, sayang bagaimana dengan anak kita?" Tanya Rangga lagi.
"Anak kita baik baik saja Rangga, jangan terlaku khawatir" jawab Nara berbisik, Nara merasa malu karena Keyla duduk tepat di sampingnya.
"Syukurlah... Sayang aku sangat merindukanmu, aku sama sekali tidak fokus"
"Sayang, fokuslah bekerja aku disini baik baik saja. Lagi pula ada kakak Key yang akan menjaga ku" jawab Nara meyakinkan suaminya.
"Baiklah sayang aku akan melanjutkan pekerjaanku, jaga dirimu dan anak kita baik baik" jawab Rangga kemudian pria itu mengakhiri panggilannya.
"Astaga... Kenapa denganku, aku sangat merindukan Nara" gumam Rangga.
Rangga duduk di sebuah bangku yang berada disana, sebelum masuk kembali ke ruang meeting pria itu ingin sedikit menenangkan pikirannya.
Berada jauh dari Nara membuat pria itu tidak tenang.
"Hufhh... Semangat Rangga, selesaikan pekerjaanmu dan segera jemput istrimu" Rangga berbicara kepada dirinya sendiri.
Setelah cukup tenang Rangga kembali masuk ke ruang meeting dan melanjutkan rapat tersebut.
__ADS_1
Rapat pun berjalan dengan lancar, Noah berhasil Proyek kerja sama dengan perusahan Luar Negeri. Itu artinya tugas Noah dan Rangga akan semakin padat, kemungkinan keduanya akan kembali fokus bekerja di kantor.
"Tuan apa anda mau makan siang?" Tanya Rangga kepada Noah.
"Tidak Ga, kamu makan saja dulu aku ingin beristirahat di ruanganku" jawab Noah.
"Baik tuan saya permisi, jika anda membutuhkan sesuatu bisa segera menghubungi saya" ucap Rangga dan Noah mengangguk.
Noah masuk kedalam ruangannya, pria itu melepas jas yang sedari tadi melekat di tubuhnya dan Noah segera merebahkan tubuhnya di atas sofa yang berada di sudut ruangan tersebut.
Noah membuka ponsel dan ia melihat wallpaper ponsel tersebut.
Terlihat foto dirinya bersama dengan Keyla dan Elena.
"Semangat hidupku, akhir akhir ini aku jarang menemani Elena bermain. Maafkan papa yang selalu sibuk nak" ucap Noah menatap lekat gambar di ponselnya.
Itu lah Noah, didepan semua orang ia terlihat dingin namun saat kesendirian menghampirinya Noah selalu merasa sedih.
Pria itu takut jika keluarga kecilnya merasakan apa yang ia rasakan dulu.
"Aku berjanji akan menjaga kamu dan Elena sepenuh hatiku" ucapnya lagi.
Terdengar seseorang mengetuk pintu ruangannya, dengan cepat Noah menyimpan ponselnya.
"Masuk" kata Noah.
"Tuan permisi, maaf mengganggu waktu istirahat tuan" Sisil masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Ada apa?" Tanya Noah.
"Semua dokumen dan berkas anda sudah siap tuan, minggu depan kita akan langsung berangkat ke Jerman" kata Sisil sopan.
"Hufhh oke siapkan saja semua jadwalku selama disana jangan ada kesalahan"
"Baik tuan, lalu bagaimana dengan tuan Rangga?"
"Dia akan tetap tinggal disini, adikku sedang hamil aku tidak akan membiarkan Rangga meninggalkannya" jawab Noah.
Sejujurnya Noah tidak ingin meninggalkan anak dan istrinya, namun pekerjaan ini juga sangat penting.
"Baiklah tuan, kalau begitu saya akan menyiapkan semua keperluan anda" kata Sisil kemudian ia segera keluar dari ruangan Noah.
Noah kembali merebahkan tubuhnya, minggu depan pria itu harus meninggalkan Keyla dan Elena selama beberapa minggu.
Menjadi dewasa di usia yang masih muda memang cukup sulit.
__ADS_1
_____