
Setelah mengantar Freya ke sekolah, Damar bermaksud untuk pergi menemui Noah di rumah sakit.
Pria itu pun segera bergegas menuju rumah sakit.
Beberapa menit kemudian Damar telah sampai, ia memarkirkan motornya dan hendak berjalan memasuki gedung rumah sakit tersebut.
Namun Damar seperti melihat sosok Noah berjalan di area parkiran bersama dengan seorang wanita.
"Noah tunggu!" Panggi Damar.
Pria yang mengenakan kemeja rapi itu langsung menghentikan langkahnya dan melihat ke arah sumber suara.
Noah melihat sahabatnya lah yang berada di sana.
"Dam kenapa kamu datang kesini?" Tanya Damar saat pria itu sudah berdiri di hadapannya.
Damar tidak langsung menjawab, ia memperhatikan wanita yang berdiri di samping Noah.
Sepertinya pernah mengenal, namun dimana tepatnya pria itu lupa.
"Noah, apakah dia Damar sahabat SMA mu?" Tanya wanita itu yang tidak lain adalah Anggi.
"Iya. Dia Damar" jawab Noah membenarkan.
"Apa kita pernah saling kenal sebelumnya?" Tanya Damar.
"Entahlah kamu mengenalku atau tidak, tapi kita dulu satu sekolah saat SMA" Jawab Anggi.
Kini Damar mulai mengingat siapa wanita itu.
"Ahh pantas saja wajahmu tidak asing" ucap Damar.
Noah dan Anggi berniat ingin pergi ke Yayasan untuk membagikan beberapa sembako dan makanan. Kegiatan sosial itu Noah lakukan setiap satu minggu sekali.
"Jadi kamu akan pergi sekarang?" Tanya Damar kepada Noah.
"Iya Dam, kebetulan tidak ada jadwal pasien hari ini... Tapi jika ada hal penting yang ingin kamu bicarakan denganku maka aku akan menyerahkan tugas ini kepada Anggi" jelas Noah.
Anggi terbelalak saat ia mendengar bahwa Noah akan membiarkannya melakukan itu semua sendiri.
"Tapi biasanya kita melakukannya bersama" sahut Anggi.
"Aku akan meminta supirku untuk membantumu" jawab Noah.
"Tidak Noah! Kamu pergi saja bersamanya, nanti aku akan kembali" Damar merasa tidak enak karena melihat ekspresi wajah Anggi yang seketika berubah.
"Tidak masalah, ayo kita keruangan ku sekarang!" Kemudian Noah dan Damar berjalan masuk meninggalkan Anggi yang masih berdiri mematung.
"Noah" panggil Anggi, namun pria yang di panggilnya sama sekali tidak mendengar.
Anggi merasa kesal, wanita itu selalu menunggu hari di mana ia bisa keluar dari rumah sakit berdua dengan Noah.
"Aghh!!! Aku tidak suka melakukan kegiatan seperti ini, hanya karena Noah aku mau pergi bersamanya" gerutu wanita itu.
Noah dan Damar duduk di sebuah sofa yang berada di ruang kerja Noah.
Baru kali ini Damar datang kesana, ruangan tersebut terlihat sangat rapi dan bersih.
"Apa dia bekerja disini juga?" Tanya Damar.
__ADS_1
"Siapa yang kamu maksud?".
"Anggi".
"Iya, dia bekerja disini sebagai perawat. Memangnya kenapa?".
"Hahahaha tidak apa-apa, Mmm aku datang kesini ingin memberimu undangan Reuni SMA kita" Damar memberikan selembar undangan kepada Noah.
Besok lusa di SMA mereka akan di adakan Reuni, dimana mereka akan berkumpul bersama setelah sekian lama tidak bertemu.
"Oke, thank you Dam".
"Kamu akan datang bersama istrimu?" Tanya Damar tiba tiba.
"Tentu saja, aku sudah menikah maka aku akan membawanya" jawab Noah.
"Apalah dayaku yang belum menikah, datang seorang diri ke acara itu" kata Damar mendengus kesal.
Di usianya yang sudah terbilang dewasa harusnya dia sudah menikah.
Namun Damar harus menunggu sampai gadisnya itu lulus sekolah.
"Kenapa kamu tidak membawa Freya?".
"Dia tidak akan mau ikut bersamaku, dan aku tidak mungkin memaksanya".
"Apa kamu sudah mencoba?" Tanya Noah dan Damar menggelengkan kepalanya.
"Bodoh!! Belum mencoba sudah menyerah" ujar Noah.
"Ehemm!!! Apa maksud kata katamu? Apa itu berarti kamu mendukungku untuk mendapatkan Freya?" Damar bertanya dengan tatapan menyelidik.
"Aku tidak punya hak untuk melarang mu" jawab Noah.
"Baguslah! Aku akan mencobanya nanti".
***
Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, Freya sudah kembali dari sekolahnya.
Gadis itu berbaring di atas tempat tidur sambil bermain ponsel.
"Bagaimana keadaan kak Damar sekarang".
"Apa lengannya sudah baik baik saja"
"Apa dia makan dengan teratur". Freya mulai bergumam dengan dirinya sendiri.
Gadis itu segera beranjak dari tidurnya dan menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, terlihat Jeny sedang membaca majalah di ruang tamunya.
"Kamu mau kemana nak?" Tanya Jeny kepada Freya.
Terlihat Freya sudah cantik dengan menggunakan setelan celana berwarna hitam.
"Ehh mau ke perpustakaan sama Lila dan Cindy mom" jawab Freya seraya berjalan mendekati Jeny.
"Mau ke perpustakaan atau... Bertemu dengan seorang pria?" ujar Jeny menggoda putrinya yang wajahnya sudah mulai memerah.
__ADS_1
Lagi lagi Freya tidak akan bisa menyembunyikan apapun dari mommynya.
"Jangan katakan apapun kepada Daddy, sebenarnya aku ingin menemui kak Damar" kata Freya jujur.
"Apa? Damar?"
"Mommy jangan salah faham, kak Damar sedang sakit. Aku hanya ingin menjenguknya tidak lebih" jelas Freya yang tidak ingin Jeny berfikiran macam macam.
Jeny tersenyum melihat Freya yang seperti salah tingkah, karena ia dulu pernah merasakan hal yang sama.
"Rahasia aman, cepat berangkat dan hati hati" bisik Jeny.
"Thank you mommy" Kata Freya seraya mencium pipi sang ibu.
Setelah mendapatkan ijin Freya langsung berpamitan dan meninggalkan apartemen tersebut. Gadis itu mengendarai mobilnya melaju menuju sebuah cafe.
Niat hati ingin menemui Damar di cafe tersebut.
Namun sayangnya Damar sedang tidak berada di cafe.
Sesampainya Freya segera keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki cafe tersebut.
Matanya terus memperhatikan bangunan cafe yang berdiri kokoh di hadapannya.
"Mobilnya ada, tetapi motor yang biasa dia gunakan tidak ada" gumam Freya saat mengetahui motor sport yang biasa ia naiki tidak ada di parkiran.
Freya nampak ragu ragu untuk masuk ke dalam cafe tersebut.
"Apa sebaiknya aku menelponnya? Atau... Ah lebih baik aku menghubunginya sekarang" Freya merogoh tas kecil dan segera mengambil ponsel miliknya.
Tertera nama Damar di layar ponsel tersebut.
Beberapa kali panggilan tersebut berdering, namun Damar belum juga menjawab panggilannya.
"Ishh dia tidak menjawabnya, apa yang sedang di lakukan kak Damar" kesal Freya kemudian mengakhiri panggilan tersebut.
"Kamu sedang menunggu pak Damar?" Tanya seorang pria yang sedang mengangkat box makanan sehingga menutupi sebagian wajahnya.
"Apa yang kamu maksud itu aku?" Tanya Freya dan pria itu mengangguk.
Pria itu sedikit memiringkan box yang sedari tadi mengganggu penglihatannya.
"Iya kamu yang aku maksud" jawab pria itu.
Ternyata itu adalah Jojo yang sedang sibuk mempersiapkan beberapa reserfasi.
"I..iya aku ingin bertemu kak damar" kata Freya.
"Kalau begitu masuklah, pak Damar sedang tidak ada di cafe. Tapi sebentar lagi akan segera kembali" ucap Jojo.
"O..oke kak" Freya berjalan mengikuti pria tersebut.
"Kamu duduk disini dulu, aku akan segera kembali" kata Jojo kemudian pergi meninggalkan Freya.
Freya pun duduk di salah satu bangku yang berada di sana.
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, namun Damar belum juga kembali.
_____
__ADS_1